alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Selepas Kepergian Kakak, Bertekad Obati Kesedihan Ibu

Cerita Wildan Hefni, Saat Menyelesaikan Studi Doktoralnya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usianya masih 29 tahun. Namun sudah bergelar doktor. Itulah Wildan Hefni, pria kelahiran Sumenep Madura. Dia bisa merampungkan masa studi jenjang sarjana, magister, sampai ke doktor, di usianya yang tergolong muda.

Pria yang berlatar belakang santri itu menempuh S1 di Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang. Dia lulus pada 2013 lalu dan mendapat predikat sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,98.

Lalu berlanjut ke jenjang magister di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program Beasiswa Kemenag RI. Lulus pada 2017. Saat itu, dia kembali dinobatkan sebagai wisudawan magister terbaik. “Selama masa kuliah, banyak hal berkesan. Namun yang paling berkesan justru saat saya lanjut doktor,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat merengkuh doktor Bidang Pemikiran Politik Islam, dia lalui dengan haru, bangga, bahkan bercampur sedih. “Program doktor saya cukup lama, tujuh semester atau hampir empat tahun,” ujarnya, dibalut tawa. Meskipun lama, namun Wildan mengaku percaya diri, karena dia sendiri menghabiskan masa studi doktoralnya di dua negara dan dua benua. “Lima semester di Indonesia, dua semester di Australia. Jadi pas tujuh semester, ”sambungnya dibalut tawa.

Selama dua semester di Australia itu, Wildan tidak berlibur, namun dia menjadi peneliti untuk menyelesaikan disertasinya di Universitas Nasional Australia, Canberra Australia, Februari – Desember 2019. Wildan mengambil fokus penelitian tentang Fikih Moderat: Hermeneutika Wasatiyah dalam Pemikiran Khaled Abou El Fadl dan Mohammad Hashim Kamali.

“Disertasi saya itu tentang fikih moderat, jadi memperkenalkan bagaimana cara pandang dan cara berfikir yang moderat, lalu dikukuhkan dalam konteks Indonesia,” kata Wildan.

Setelah banyak menimba ilmu di Australia, akhir 2019 lalu dia kembali ke Indonesia. “Saat kembalinya saya itu mulai ada Covid-19. Jadi masa penyelesian itu serba pandemi, praktis, disertasi saya kerjakan sekitar enam bulan, dan alhamdulillah selesai, ”katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usianya masih 29 tahun. Namun sudah bergelar doktor. Itulah Wildan Hefni, pria kelahiran Sumenep Madura. Dia bisa merampungkan masa studi jenjang sarjana, magister, sampai ke doktor, di usianya yang tergolong muda.

Pria yang berlatar belakang santri itu menempuh S1 di Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang. Dia lulus pada 2013 lalu dan mendapat predikat sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,98.

Lalu berlanjut ke jenjang magister di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program Beasiswa Kemenag RI. Lulus pada 2017. Saat itu, dia kembali dinobatkan sebagai wisudawan magister terbaik. “Selama masa kuliah, banyak hal berkesan. Namun yang paling berkesan justru saat saya lanjut doktor,” katanya.

Saat merengkuh doktor Bidang Pemikiran Politik Islam, dia lalui dengan haru, bangga, bahkan bercampur sedih. “Program doktor saya cukup lama, tujuh semester atau hampir empat tahun,” ujarnya, dibalut tawa. Meskipun lama, namun Wildan mengaku percaya diri, karena dia sendiri menghabiskan masa studi doktoralnya di dua negara dan dua benua. “Lima semester di Indonesia, dua semester di Australia. Jadi pas tujuh semester, ”sambungnya dibalut tawa.

Selama dua semester di Australia itu, Wildan tidak berlibur, namun dia menjadi peneliti untuk menyelesaikan disertasinya di Universitas Nasional Australia, Canberra Australia, Februari – Desember 2019. Wildan mengambil fokus penelitian tentang Fikih Moderat: Hermeneutika Wasatiyah dalam Pemikiran Khaled Abou El Fadl dan Mohammad Hashim Kamali.

“Disertasi saya itu tentang fikih moderat, jadi memperkenalkan bagaimana cara pandang dan cara berfikir yang moderat, lalu dikukuhkan dalam konteks Indonesia,” kata Wildan.

Setelah banyak menimba ilmu di Australia, akhir 2019 lalu dia kembali ke Indonesia. “Saat kembalinya saya itu mulai ada Covid-19. Jadi masa penyelesian itu serba pandemi, praktis, disertasi saya kerjakan sekitar enam bulan, dan alhamdulillah selesai, ”katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usianya masih 29 tahun. Namun sudah bergelar doktor. Itulah Wildan Hefni, pria kelahiran Sumenep Madura. Dia bisa merampungkan masa studi jenjang sarjana, magister, sampai ke doktor, di usianya yang tergolong muda.

Pria yang berlatar belakang santri itu menempuh S1 di Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang. Dia lulus pada 2013 lalu dan mendapat predikat sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,98.

Lalu berlanjut ke jenjang magister di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program Beasiswa Kemenag RI. Lulus pada 2017. Saat itu, dia kembali dinobatkan sebagai wisudawan magister terbaik. “Selama masa kuliah, banyak hal berkesan. Namun yang paling berkesan justru saat saya lanjut doktor,” katanya.

Saat merengkuh doktor Bidang Pemikiran Politik Islam, dia lalui dengan haru, bangga, bahkan bercampur sedih. “Program doktor saya cukup lama, tujuh semester atau hampir empat tahun,” ujarnya, dibalut tawa. Meskipun lama, namun Wildan mengaku percaya diri, karena dia sendiri menghabiskan masa studi doktoralnya di dua negara dan dua benua. “Lima semester di Indonesia, dua semester di Australia. Jadi pas tujuh semester, ”sambungnya dibalut tawa.

Selama dua semester di Australia itu, Wildan tidak berlibur, namun dia menjadi peneliti untuk menyelesaikan disertasinya di Universitas Nasional Australia, Canberra Australia, Februari – Desember 2019. Wildan mengambil fokus penelitian tentang Fikih Moderat: Hermeneutika Wasatiyah dalam Pemikiran Khaled Abou El Fadl dan Mohammad Hashim Kamali.

“Disertasi saya itu tentang fikih moderat, jadi memperkenalkan bagaimana cara pandang dan cara berfikir yang moderat, lalu dikukuhkan dalam konteks Indonesia,” kata Wildan.

Setelah banyak menimba ilmu di Australia, akhir 2019 lalu dia kembali ke Indonesia. “Saat kembalinya saya itu mulai ada Covid-19. Jadi masa penyelesian itu serba pandemi, praktis, disertasi saya kerjakan sekitar enam bulan, dan alhamdulillah selesai, ”katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/