alexametrics
28.3 C
Jember
Saturday, 22 January 2022

UIN KHAS Jember Evaluasi Penerapan Pembelajaran Tatap Muka

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski telah berjalan beberapa pekan, namun pembelajaran tatap muka (PTM) yang diterapkan oleh Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, sampai saat ini masih terus dievaluasi.

Karena hingga saat ini, pemberlakuan PTM hanya bisa diikuti oleh mahasiswa semester satu dan semester tiga. Itupun tidak semuanya. Sebab, dalam pelaksanaan PTM, juga diperlukan persetujuan oleh pihak mahasiswa dan keluarganya.

Menurut Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof Miftah Arifin, PTM memang hanya diberlakukan untuk mahasiswa semester satu dan tiga. Namun, tetap ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi sebelum mengikutinya. Mahasiswa harus sudah divaksin minimal tahap satu, kemudian melakukan swab antigen, serta mendapatkan izin dari orang tua.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika memenuhi syarat tersebut, artinya mahasiswa bersedia mengikuti PTM. Hanya saja, sebagian mahasiswa ada yang tidak bersedia mengikuti PTM di kampus karena berbagai alasan.

“Rata-rata mereka yang memenuhi syarat ada sekitar 60 persen dari tujuh ribu mahasiswa semester satu dan tiga. Sisanya ada yang belum vaksin. Dari yang sudah vaksin, tidak semuanya bersedia luring, karena tidak ada izin orang tua dan domisilinya dari luar daerah,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski telah berjalan beberapa pekan, namun pembelajaran tatap muka (PTM) yang diterapkan oleh Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, sampai saat ini masih terus dievaluasi.

Karena hingga saat ini, pemberlakuan PTM hanya bisa diikuti oleh mahasiswa semester satu dan semester tiga. Itupun tidak semuanya. Sebab, dalam pelaksanaan PTM, juga diperlukan persetujuan oleh pihak mahasiswa dan keluarganya.

Menurut Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof Miftah Arifin, PTM memang hanya diberlakukan untuk mahasiswa semester satu dan tiga. Namun, tetap ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi sebelum mengikutinya. Mahasiswa harus sudah divaksin minimal tahap satu, kemudian melakukan swab antigen, serta mendapatkan izin dari orang tua.

Jika memenuhi syarat tersebut, artinya mahasiswa bersedia mengikuti PTM. Hanya saja, sebagian mahasiswa ada yang tidak bersedia mengikuti PTM di kampus karena berbagai alasan.

“Rata-rata mereka yang memenuhi syarat ada sekitar 60 persen dari tujuh ribu mahasiswa semester satu dan tiga. Sisanya ada yang belum vaksin. Dari yang sudah vaksin, tidak semuanya bersedia luring, karena tidak ada izin orang tua dan domisilinya dari luar daerah,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski telah berjalan beberapa pekan, namun pembelajaran tatap muka (PTM) yang diterapkan oleh Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, sampai saat ini masih terus dievaluasi.

Karena hingga saat ini, pemberlakuan PTM hanya bisa diikuti oleh mahasiswa semester satu dan semester tiga. Itupun tidak semuanya. Sebab, dalam pelaksanaan PTM, juga diperlukan persetujuan oleh pihak mahasiswa dan keluarganya.

Menurut Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof Miftah Arifin, PTM memang hanya diberlakukan untuk mahasiswa semester satu dan tiga. Namun, tetap ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi sebelum mengikutinya. Mahasiswa harus sudah divaksin minimal tahap satu, kemudian melakukan swab antigen, serta mendapatkan izin dari orang tua.

Jika memenuhi syarat tersebut, artinya mahasiswa bersedia mengikuti PTM. Hanya saja, sebagian mahasiswa ada yang tidak bersedia mengikuti PTM di kampus karena berbagai alasan.

“Rata-rata mereka yang memenuhi syarat ada sekitar 60 persen dari tujuh ribu mahasiswa semester satu dan tiga. Sisanya ada yang belum vaksin. Dari yang sudah vaksin, tidak semuanya bersedia luring, karena tidak ada izin orang tua dan domisilinya dari luar daerah,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca