alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

PBSI FKIP Unej Undang Presiden Penyair Indonesia

Peringati Sumpah Pemuda Secara Virtual

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Momentum Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dirayakan dengan luar biasa oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (FKIP Unej), yakni mengadakan gelaran Seminar Nasional dengan menghadirkan presiden penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri sebagai penyaji utama, Kamis (28/10).

Dalam kesempatan ini Sang Presiden Penyair tersebut berorasi tentang Bahasa, Sastra dan Budaya. “Bangsa terbentuk dari kata-kata. Melalui sumpah pemuda, kita mampu menciptakan negara. Kata-kata adalah energi, spirit atau ruh yang lahir dari jiwa-jiwa merdeka sesama anak bangsa, sebagai pemuda saat ini lakukanlah hal-hal yang bermakna, konstruktif meski kecil tapi berharga, cintai peran kita sebagai apapun, berikan yang terbaik untuk Ibu Pertiwi,” ujar Sutardji.

Pesan yang begitu sederhana, namun dalam dari Sang Presiden Penyair kenamaan tersebut, ialah siswa harus berlatih sikap hormat terhadap puisi. Puisi harus disikapi secara serius dan dalam.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Siswa perlu berlatih membaca, menulis, dan menyampaikan puisi. Salam Sumpah Pemuda, dan Pemuda Harus Bersumpah sebagai putra-putri terbaik bangsa,” tuturnya.

Fitri Nura Murti, penanggung jawab kegiatan mengucap syukur atas kegiatan tersebut. Ia pun mengakui, pihaknya merasa bangga menjadi bagian dari agen pembangun bangsa, atas orasi yang disampaikan oleh bintang tamu.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Semnas Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya #7 dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dapat terlaksana dengan baik. Kami sangat beruntung berkesempatan mendengarkan pencerahan beliau yang begitu luar biasa. Kami begitu terharu sekaligus bangga menjadi agen pembangun bangsa,” kata Fitri.

- Advertisement -

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Momentum Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dirayakan dengan luar biasa oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (FKIP Unej), yakni mengadakan gelaran Seminar Nasional dengan menghadirkan presiden penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri sebagai penyaji utama, Kamis (28/10).

Dalam kesempatan ini Sang Presiden Penyair tersebut berorasi tentang Bahasa, Sastra dan Budaya. “Bangsa terbentuk dari kata-kata. Melalui sumpah pemuda, kita mampu menciptakan negara. Kata-kata adalah energi, spirit atau ruh yang lahir dari jiwa-jiwa merdeka sesama anak bangsa, sebagai pemuda saat ini lakukanlah hal-hal yang bermakna, konstruktif meski kecil tapi berharga, cintai peran kita sebagai apapun, berikan yang terbaik untuk Ibu Pertiwi,” ujar Sutardji.

Pesan yang begitu sederhana, namun dalam dari Sang Presiden Penyair kenamaan tersebut, ialah siswa harus berlatih sikap hormat terhadap puisi. Puisi harus disikapi secara serius dan dalam.

“Siswa perlu berlatih membaca, menulis, dan menyampaikan puisi. Salam Sumpah Pemuda, dan Pemuda Harus Bersumpah sebagai putra-putri terbaik bangsa,” tuturnya.

Fitri Nura Murti, penanggung jawab kegiatan mengucap syukur atas kegiatan tersebut. Ia pun mengakui, pihaknya merasa bangga menjadi bagian dari agen pembangun bangsa, atas orasi yang disampaikan oleh bintang tamu.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Semnas Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya #7 dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dapat terlaksana dengan baik. Kami sangat beruntung berkesempatan mendengarkan pencerahan beliau yang begitu luar biasa. Kami begitu terharu sekaligus bangga menjadi agen pembangun bangsa,” kata Fitri.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Momentum Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dirayakan dengan luar biasa oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (FKIP Unej), yakni mengadakan gelaran Seminar Nasional dengan menghadirkan presiden penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri sebagai penyaji utama, Kamis (28/10).

Dalam kesempatan ini Sang Presiden Penyair tersebut berorasi tentang Bahasa, Sastra dan Budaya. “Bangsa terbentuk dari kata-kata. Melalui sumpah pemuda, kita mampu menciptakan negara. Kata-kata adalah energi, spirit atau ruh yang lahir dari jiwa-jiwa merdeka sesama anak bangsa, sebagai pemuda saat ini lakukanlah hal-hal yang bermakna, konstruktif meski kecil tapi berharga, cintai peran kita sebagai apapun, berikan yang terbaik untuk Ibu Pertiwi,” ujar Sutardji.

Pesan yang begitu sederhana, namun dalam dari Sang Presiden Penyair kenamaan tersebut, ialah siswa harus berlatih sikap hormat terhadap puisi. Puisi harus disikapi secara serius dan dalam.

“Siswa perlu berlatih membaca, menulis, dan menyampaikan puisi. Salam Sumpah Pemuda, dan Pemuda Harus Bersumpah sebagai putra-putri terbaik bangsa,” tuturnya.

Fitri Nura Murti, penanggung jawab kegiatan mengucap syukur atas kegiatan tersebut. Ia pun mengakui, pihaknya merasa bangga menjadi bagian dari agen pembangun bangsa, atas orasi yang disampaikan oleh bintang tamu.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Semnas Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya #7 dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dapat terlaksana dengan baik. Kami sangat beruntung berkesempatan mendengarkan pencerahan beliau yang begitu luar biasa. Kami begitu terharu sekaligus bangga menjadi agen pembangun bangsa,” kata Fitri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/