alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Software Pengelola Sistem Penggajian Karyawan Terbaik

Sistem penggajian karyawan dalam sebuah perusahaan merupakan proses yang cukup kompleks sehingga perlu ditangani oleh orang yang tepat dengan cara yang sesuai.

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID- Sistem penggajian karyawan yang baik tentu akan berdampak langsung pada kinerja karyawan atau pegawai dalam sebuah perusahaan.

Berdasarkan kontrak kerja, gaji merupakan pembayaran yang bersifat periodik atau berkala dari pengusaha selaku penyedia kerja kepada karyawannya.

Gaji merupakan salah satu bentuk pengeluaran rutin perusahaan guna mendapatkan sumber daya manusia, dalam perkembangannya gaji juga sering disebut upah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Besaran gaji akan ditentukan oleh ketentuan perusahaan atau pengusaha, negosiasi yang dilakukan karyawan hingga peraturan pemerintah yang berlaku.

Selain pemberian gaji, karyawan juga berhak mendapatkan slip gaji mereka sebagai bukti pembayaran gaji atau upahnya. Di dalam slip gaji ini akan memuat berbagai informasi detail tentang komponen dalam gaji atau upah mereka.

Sistem Penggajian Karyawan yang Ada di Indonesia dan Jenisnya

Setiap negara umumnya mempunyai sistem penggajian karyawan mereka sendiri, termasuk di Indonesia.

Di negara kita, Undang-Undang Ketenagakerjaan telah mengatur semua hal tentang ketentuan sistem penggajian karyawan. Besaran gaji seorang pekerja umumnya akan dipengaruhi oleh beberapa hal berikut :

  • Golongan (komponen ini berlaku untuk pegawai negeri sipil).
  • Masa kerja.
  • Kompetensi atau skill.

Meskipun secara umum besaran gaji telah ditentukan oleh kelima faktor tersebut, akan tetapi masih ada pula aturan pelengkap yang dapat mempengaruhinya.

Tujuan dari adanya aturan pelengkap ini adalah untuk pemerataan. Selain beberapa faktor di atas, gaji sendiri juga ditentukan oleh beberapa faktor penunjang seperti:

  • Nilai tugas atau beban pekerjaan yang ditanggung oleh seorang pekerja.
  • Tingkat produktivitas seorang pekerja, bila produktivitasnya meningkat maka gaji juga berpotensi meningkat pula.

Meski begitu umumnya peningkatan gaji atau upah yang diterima pekerja sifatnya tidak permanen.

Secara umum ada masa atau periode tertentu yang memang digunakan pengusaha untuk menaikkan gaji pekerja atau karyawannya.

Jenis Sistem Penggajian Karyawan di Indonesia

Di Indonesia sendiri ada 3 metode umum yang digunakan dalam sistem penggajian karyawannya.

Ketiga metode ini tentunya juga tetap mempertimbangkan beberapa komponen atau faktor yang disebutkan sebelumnya, secara umum berikut beberapa metode tersebut:

1. Sistem Penggajian Karyawan Metode Skala Tunggal

Metode ini menggunakan pangkat atau jabatan dalam menentukan besaran gaji tanpa mempertimbangkan tanggung jawab pekerjaannya.

Sehingga dengan metode ini membuat siapa saja yang memiliki pangkat atau jabatan yang sama mempunyai kisaran gaji yang tidak berbeda jauh.

2. Sistem Penggajian Karyawan Metode Skala Ganda

Metode yang satu ini terbilang cukup adil karena mempertimbangkan beberapa faktor atau komponen lain. Beberapa faktor yang dipertimbangkan adalah seperti jenis pekerjaan, tanggung jawab pekerjaan hingga prestasi kerja.

3. Sistem Penggajian Karyawan Metode Campuran

Metode yang ketiga ini umumnya yang paling banyak dipakai oleh perusahaan yang ada di Indonesia dan dimuat dalam UU No. 43 Tahun 1999 serta PP No. 6 Tahun 2008.

Pada dasarnya metode ini merupakan gabungan kedua metode sebelumnya. Faktor seperti pangkat atau jabatan akan digunakan untuk menentukan gaji pokok seorang pekerja.

Kemudian komponen seperti beban kerja, tanggung jawab hingga prestasi akan diperhitungkan sebagai insentifnya.

Beberapa metode tersebut tentunya juga mempunyai kelebihan dan kelemahannya tersendiri yang akan dijelaskan di bawah ini:

Sistem Penggajian Karyawan Kelebihan Kekurangan
Metode Skala Tunggal Lebih mudah dalam perhitungan karena hanya ada satu komponen. Dirasa kurang adil karena bisa saja meskipun jabatan pekerja sama namun beban kerjanya berbeda, belum lagi faktor seperti kinerja yang tidak diperhitungkan.
Metode Skala Ganda Metode ini dapat memotivasi pekerja untuk memberikan kinerja terbaiknya serta fokus untuk memberikan hasil kerja yang memuaskan. Tetap bisa tidak adil ketika pekerja pensiun karena yang mereka dapatkan tetap sama walaupun kinerjanya berbeda.

Di Indonesia sendiri karena menggunakan metode campuran membuat sistem penggajian karyawan akan terasa lebih adil. Karena semua faktor dan komponen baik pangkat maupun faktor pendukung seperti kinerja, beban kerja, dll tetap akan dihitung.

Prosedur dalam Sistem Penggajian Karyawan Pekerja

Sistem penggajian karyawan sendiri merupakan pengembangan dari sekumpulan prosedur yang memungkinkan perusahaan untuk menahan, menarik maupun memotivasi staf yang dibutuhkan. Selain itu prosedur ini juga berfungsi sebagai pengendalian biaya pembayaran gaji.

Rangkaian prosedur ini nantinya akan disesuaikan berdasarkan kebijakan gaji masing-masing perusahaan sehingga tidak ada pola yang bersifat universal.

Meskipun begitu, prosedur juga harus didasarkan pada kebijakan yang dianggap paling adil. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa prosedur yang terlibat dalam sistem penggajian karyawan pekerja:

1. Prosedur Pencatatan Waktu Kehadiran

Waktu kehadiran karyawan juga perlu dicatat dalam prosedur tersendiri. Umumnya pencatatan ini ditunjang menggunakan mesin khusus yang dipasang pada pintu masuk utama maupun menggunakan sistem khusus.

Data kehadiran atau absensi karyawan merupakan salah satu komponen dalam menentukan gaji atau upah pekerja.

2. Prosedur Pencatatan Waktu Kerja

Waktu kerja juga perlu diperhitungkan untuk menentukan besaran gaji pekerja, sebagai contoh pada perusahaan manufaktur.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID- Sistem penggajian karyawan yang baik tentu akan berdampak langsung pada kinerja karyawan atau pegawai dalam sebuah perusahaan.

Berdasarkan kontrak kerja, gaji merupakan pembayaran yang bersifat periodik atau berkala dari pengusaha selaku penyedia kerja kepada karyawannya.

Gaji merupakan salah satu bentuk pengeluaran rutin perusahaan guna mendapatkan sumber daya manusia, dalam perkembangannya gaji juga sering disebut upah.

Besaran gaji akan ditentukan oleh ketentuan perusahaan atau pengusaha, negosiasi yang dilakukan karyawan hingga peraturan pemerintah yang berlaku.

Selain pemberian gaji, karyawan juga berhak mendapatkan slip gaji mereka sebagai bukti pembayaran gaji atau upahnya. Di dalam slip gaji ini akan memuat berbagai informasi detail tentang komponen dalam gaji atau upah mereka.

Sistem Penggajian Karyawan yang Ada di Indonesia dan Jenisnya

Setiap negara umumnya mempunyai sistem penggajian karyawan mereka sendiri, termasuk di Indonesia.

Di negara kita, Undang-Undang Ketenagakerjaan telah mengatur semua hal tentang ketentuan sistem penggajian karyawan. Besaran gaji seorang pekerja umumnya akan dipengaruhi oleh beberapa hal berikut :

  • Golongan (komponen ini berlaku untuk pegawai negeri sipil).
  • Masa kerja.
  • Kompetensi atau skill.

Meskipun secara umum besaran gaji telah ditentukan oleh kelima faktor tersebut, akan tetapi masih ada pula aturan pelengkap yang dapat mempengaruhinya.

Tujuan dari adanya aturan pelengkap ini adalah untuk pemerataan. Selain beberapa faktor di atas, gaji sendiri juga ditentukan oleh beberapa faktor penunjang seperti:

  • Nilai tugas atau beban pekerjaan yang ditanggung oleh seorang pekerja.
  • Tingkat produktivitas seorang pekerja, bila produktivitasnya meningkat maka gaji juga berpotensi meningkat pula.

Meski begitu umumnya peningkatan gaji atau upah yang diterima pekerja sifatnya tidak permanen.

Secara umum ada masa atau periode tertentu yang memang digunakan pengusaha untuk menaikkan gaji pekerja atau karyawannya.

Jenis Sistem Penggajian Karyawan di Indonesia

Di Indonesia sendiri ada 3 metode umum yang digunakan dalam sistem penggajian karyawannya.

Ketiga metode ini tentunya juga tetap mempertimbangkan beberapa komponen atau faktor yang disebutkan sebelumnya, secara umum berikut beberapa metode tersebut:

1. Sistem Penggajian Karyawan Metode Skala Tunggal

Metode ini menggunakan pangkat atau jabatan dalam menentukan besaran gaji tanpa mempertimbangkan tanggung jawab pekerjaannya.

Sehingga dengan metode ini membuat siapa saja yang memiliki pangkat atau jabatan yang sama mempunyai kisaran gaji yang tidak berbeda jauh.

2. Sistem Penggajian Karyawan Metode Skala Ganda

Metode yang satu ini terbilang cukup adil karena mempertimbangkan beberapa faktor atau komponen lain. Beberapa faktor yang dipertimbangkan adalah seperti jenis pekerjaan, tanggung jawab pekerjaan hingga prestasi kerja.

3. Sistem Penggajian Karyawan Metode Campuran

Metode yang ketiga ini umumnya yang paling banyak dipakai oleh perusahaan yang ada di Indonesia dan dimuat dalam UU No. 43 Tahun 1999 serta PP No. 6 Tahun 2008.

Pada dasarnya metode ini merupakan gabungan kedua metode sebelumnya. Faktor seperti pangkat atau jabatan akan digunakan untuk menentukan gaji pokok seorang pekerja.

Kemudian komponen seperti beban kerja, tanggung jawab hingga prestasi akan diperhitungkan sebagai insentifnya.

Beberapa metode tersebut tentunya juga mempunyai kelebihan dan kelemahannya tersendiri yang akan dijelaskan di bawah ini:

Sistem Penggajian Karyawan Kelebihan Kekurangan
Metode Skala Tunggal Lebih mudah dalam perhitungan karena hanya ada satu komponen. Dirasa kurang adil karena bisa saja meskipun jabatan pekerja sama namun beban kerjanya berbeda, belum lagi faktor seperti kinerja yang tidak diperhitungkan.
Metode Skala Ganda Metode ini dapat memotivasi pekerja untuk memberikan kinerja terbaiknya serta fokus untuk memberikan hasil kerja yang memuaskan. Tetap bisa tidak adil ketika pekerja pensiun karena yang mereka dapatkan tetap sama walaupun kinerjanya berbeda.

Di Indonesia sendiri karena menggunakan metode campuran membuat sistem penggajian karyawan akan terasa lebih adil. Karena semua faktor dan komponen baik pangkat maupun faktor pendukung seperti kinerja, beban kerja, dll tetap akan dihitung.

Prosedur dalam Sistem Penggajian Karyawan Pekerja

Sistem penggajian karyawan sendiri merupakan pengembangan dari sekumpulan prosedur yang memungkinkan perusahaan untuk menahan, menarik maupun memotivasi staf yang dibutuhkan. Selain itu prosedur ini juga berfungsi sebagai pengendalian biaya pembayaran gaji.

Rangkaian prosedur ini nantinya akan disesuaikan berdasarkan kebijakan gaji masing-masing perusahaan sehingga tidak ada pola yang bersifat universal.

Meskipun begitu, prosedur juga harus didasarkan pada kebijakan yang dianggap paling adil. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa prosedur yang terlibat dalam sistem penggajian karyawan pekerja:

1. Prosedur Pencatatan Waktu Kehadiran

Waktu kehadiran karyawan juga perlu dicatat dalam prosedur tersendiri. Umumnya pencatatan ini ditunjang menggunakan mesin khusus yang dipasang pada pintu masuk utama maupun menggunakan sistem khusus.

Data kehadiran atau absensi karyawan merupakan salah satu komponen dalam menentukan gaji atau upah pekerja.

2. Prosedur Pencatatan Waktu Kerja

Waktu kerja juga perlu diperhitungkan untuk menentukan besaran gaji pekerja, sebagai contoh pada perusahaan manufaktur.

RADARJEMBER.ID- Sistem penggajian karyawan yang baik tentu akan berdampak langsung pada kinerja karyawan atau pegawai dalam sebuah perusahaan.

Berdasarkan kontrak kerja, gaji merupakan pembayaran yang bersifat periodik atau berkala dari pengusaha selaku penyedia kerja kepada karyawannya.

Gaji merupakan salah satu bentuk pengeluaran rutin perusahaan guna mendapatkan sumber daya manusia, dalam perkembangannya gaji juga sering disebut upah.

Besaran gaji akan ditentukan oleh ketentuan perusahaan atau pengusaha, negosiasi yang dilakukan karyawan hingga peraturan pemerintah yang berlaku.

Selain pemberian gaji, karyawan juga berhak mendapatkan slip gaji mereka sebagai bukti pembayaran gaji atau upahnya. Di dalam slip gaji ini akan memuat berbagai informasi detail tentang komponen dalam gaji atau upah mereka.

Sistem Penggajian Karyawan yang Ada di Indonesia dan Jenisnya

Setiap negara umumnya mempunyai sistem penggajian karyawan mereka sendiri, termasuk di Indonesia.

Di negara kita, Undang-Undang Ketenagakerjaan telah mengatur semua hal tentang ketentuan sistem penggajian karyawan. Besaran gaji seorang pekerja umumnya akan dipengaruhi oleh beberapa hal berikut :

  • Golongan (komponen ini berlaku untuk pegawai negeri sipil).
  • Masa kerja.
  • Kompetensi atau skill.

Meskipun secara umum besaran gaji telah ditentukan oleh kelima faktor tersebut, akan tetapi masih ada pula aturan pelengkap yang dapat mempengaruhinya.

Tujuan dari adanya aturan pelengkap ini adalah untuk pemerataan. Selain beberapa faktor di atas, gaji sendiri juga ditentukan oleh beberapa faktor penunjang seperti:

  • Nilai tugas atau beban pekerjaan yang ditanggung oleh seorang pekerja.
  • Tingkat produktivitas seorang pekerja, bila produktivitasnya meningkat maka gaji juga berpotensi meningkat pula.

Meski begitu umumnya peningkatan gaji atau upah yang diterima pekerja sifatnya tidak permanen.

Secara umum ada masa atau periode tertentu yang memang digunakan pengusaha untuk menaikkan gaji pekerja atau karyawannya.

Jenis Sistem Penggajian Karyawan di Indonesia

Di Indonesia sendiri ada 3 metode umum yang digunakan dalam sistem penggajian karyawannya.

Ketiga metode ini tentunya juga tetap mempertimbangkan beberapa komponen atau faktor yang disebutkan sebelumnya, secara umum berikut beberapa metode tersebut:

1. Sistem Penggajian Karyawan Metode Skala Tunggal

Metode ini menggunakan pangkat atau jabatan dalam menentukan besaran gaji tanpa mempertimbangkan tanggung jawab pekerjaannya.

Sehingga dengan metode ini membuat siapa saja yang memiliki pangkat atau jabatan yang sama mempunyai kisaran gaji yang tidak berbeda jauh.

2. Sistem Penggajian Karyawan Metode Skala Ganda

Metode yang satu ini terbilang cukup adil karena mempertimbangkan beberapa faktor atau komponen lain. Beberapa faktor yang dipertimbangkan adalah seperti jenis pekerjaan, tanggung jawab pekerjaan hingga prestasi kerja.

3. Sistem Penggajian Karyawan Metode Campuran

Metode yang ketiga ini umumnya yang paling banyak dipakai oleh perusahaan yang ada di Indonesia dan dimuat dalam UU No. 43 Tahun 1999 serta PP No. 6 Tahun 2008.

Pada dasarnya metode ini merupakan gabungan kedua metode sebelumnya. Faktor seperti pangkat atau jabatan akan digunakan untuk menentukan gaji pokok seorang pekerja.

Kemudian komponen seperti beban kerja, tanggung jawab hingga prestasi akan diperhitungkan sebagai insentifnya.

Beberapa metode tersebut tentunya juga mempunyai kelebihan dan kelemahannya tersendiri yang akan dijelaskan di bawah ini:

Sistem Penggajian Karyawan Kelebihan Kekurangan
Metode Skala Tunggal Lebih mudah dalam perhitungan karena hanya ada satu komponen. Dirasa kurang adil karena bisa saja meskipun jabatan pekerja sama namun beban kerjanya berbeda, belum lagi faktor seperti kinerja yang tidak diperhitungkan.
Metode Skala Ganda Metode ini dapat memotivasi pekerja untuk memberikan kinerja terbaiknya serta fokus untuk memberikan hasil kerja yang memuaskan. Tetap bisa tidak adil ketika pekerja pensiun karena yang mereka dapatkan tetap sama walaupun kinerjanya berbeda.

Di Indonesia sendiri karena menggunakan metode campuran membuat sistem penggajian karyawan akan terasa lebih adil. Karena semua faktor dan komponen baik pangkat maupun faktor pendukung seperti kinerja, beban kerja, dll tetap akan dihitung.

Prosedur dalam Sistem Penggajian Karyawan Pekerja

Sistem penggajian karyawan sendiri merupakan pengembangan dari sekumpulan prosedur yang memungkinkan perusahaan untuk menahan, menarik maupun memotivasi staf yang dibutuhkan. Selain itu prosedur ini juga berfungsi sebagai pengendalian biaya pembayaran gaji.

Rangkaian prosedur ini nantinya akan disesuaikan berdasarkan kebijakan gaji masing-masing perusahaan sehingga tidak ada pola yang bersifat universal.

Meskipun begitu, prosedur juga harus didasarkan pada kebijakan yang dianggap paling adil. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa prosedur yang terlibat dalam sistem penggajian karyawan pekerja:

1. Prosedur Pencatatan Waktu Kehadiran

Waktu kehadiran karyawan juga perlu dicatat dalam prosedur tersendiri. Umumnya pencatatan ini ditunjang menggunakan mesin khusus yang dipasang pada pintu masuk utama maupun menggunakan sistem khusus.

Data kehadiran atau absensi karyawan merupakan salah satu komponen dalam menentukan gaji atau upah pekerja.

2. Prosedur Pencatatan Waktu Kerja

Waktu kerja juga perlu diperhitungkan untuk menentukan besaran gaji pekerja, sebagai contoh pada perusahaan manufaktur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/