alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Komitmen Tingkatkan Gizi Remaja

Gelar Orientasi Sekolah/Madrasah Sehat

Mobile_AP_Rectangle 1

TOMPOKERSAN, Radar SemeruKebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi kalori namun rendah zat gizi mikro dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan berbagai masalah gizi pada anak usia sekolah dan remaja. Hal itu meningkatkan risiko mereka terkena penyakit tidak menular seperti jantung koroner, diabetes, dan penyakit lainnya saat dewasa. Akibatnya, produktivitas generasi penerus bangsa terancam menurun dan pembangunan nasional dapat terganggu.

BACA JUGA : Harga Daging Sapi Anjlok, Seratus Ribu Dapat 3 Kilogram

Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang menggelar Orientasi Sekolah/Madrasah Sehat. Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari, 29–30 Juni, itu mendatangkan narasumber yang ahli di bidangnya. Para peserta dari perwakilan sekolah menyimak dengan saksama di Hall Arjuna Hotel GM, Tompokersan, Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Lumajang Indah Kusumawati mengatakan, pelatihan itu sebagai bagian dari upaya komitmen meningkatkan status kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Salah satunya melalui usaha kesehatan sekolah/madrasah (UKS/M). Oleh karena itu, orientasi ini sangat penting dipahami oleh warga sekolah.

- Advertisement -

TOMPOKERSAN, Radar SemeruKebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi kalori namun rendah zat gizi mikro dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan berbagai masalah gizi pada anak usia sekolah dan remaja. Hal itu meningkatkan risiko mereka terkena penyakit tidak menular seperti jantung koroner, diabetes, dan penyakit lainnya saat dewasa. Akibatnya, produktivitas generasi penerus bangsa terancam menurun dan pembangunan nasional dapat terganggu.

BACA JUGA : Harga Daging Sapi Anjlok, Seratus Ribu Dapat 3 Kilogram

Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang menggelar Orientasi Sekolah/Madrasah Sehat. Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari, 29–30 Juni, itu mendatangkan narasumber yang ahli di bidangnya. Para peserta dari perwakilan sekolah menyimak dengan saksama di Hall Arjuna Hotel GM, Tompokersan, Lumajang.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Lumajang Indah Kusumawati mengatakan, pelatihan itu sebagai bagian dari upaya komitmen meningkatkan status kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Salah satunya melalui usaha kesehatan sekolah/madrasah (UKS/M). Oleh karena itu, orientasi ini sangat penting dipahami oleh warga sekolah.

TOMPOKERSAN, Radar SemeruKebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi kalori namun rendah zat gizi mikro dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan berbagai masalah gizi pada anak usia sekolah dan remaja. Hal itu meningkatkan risiko mereka terkena penyakit tidak menular seperti jantung koroner, diabetes, dan penyakit lainnya saat dewasa. Akibatnya, produktivitas generasi penerus bangsa terancam menurun dan pembangunan nasional dapat terganggu.

BACA JUGA : Harga Daging Sapi Anjlok, Seratus Ribu Dapat 3 Kilogram

Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang menggelar Orientasi Sekolah/Madrasah Sehat. Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari, 29–30 Juni, itu mendatangkan narasumber yang ahli di bidangnya. Para peserta dari perwakilan sekolah menyimak dengan saksama di Hall Arjuna Hotel GM, Tompokersan, Lumajang.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Lumajang Indah Kusumawati mengatakan, pelatihan itu sebagai bagian dari upaya komitmen meningkatkan status kesehatan anak usia sekolah dan remaja. Salah satunya melalui usaha kesehatan sekolah/madrasah (UKS/M). Oleh karena itu, orientasi ini sangat penting dipahami oleh warga sekolah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/