PKL buah di Jalan Kedung Cowek masih terlihat berjualan Minggu (24/11). Beberapa pedagang memilih menggunakan mobil bak terbuka untuk berdagang. (Ahmad Khusaini / Jawa Pos)

JawaPos.com – Penertiban para pedagang kaki lima (PKL) buah di Jalan Muhammad Noer, Kenjeran, oleh Satpol PP Surabaya seakan tidak berdampak. Hanya selang dua hari, mereka kembali berjualan. Kemarin (24/11) enam lapak berdiri di lokasi tersebut.

IKLAN

Salah satunya lapak milik Ma’ruf. Larangan berjualan yang diberikan petugas sepertinya tak dihiraukan pria berusia 60 tahun itu. Dia berdalih tidak memiliki usaha lain selain berdagang buah di lokasi tersebut. ”Jadi kalau tidak jualan, keluarga saya mau dikasih makan apa?” katanya.

Hal serupa diungkapkan Bahri. Meski telah berkali-kali ditertibkan, hal itu tidak membuatnya kapok. Pria berusia 27 tahun tersebut meminta agar pemerintah tidak hanya melakukan penertiban. Tetapi, juga memberikan solusi bagi rekan senasibnya. Salah satunya merelokasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman.

”Jika memang pedagang dilarang berjualan di trotoar jalan, setidaknya diberikan tempat lain. Relokasi ke tempat baru misalnya. Sehingga kami masih bisa berjualan,” ujarnya.

Sekretaris Kecamatan Kenjeran Sukanan mengaku baru mengetahui bahwa pedagang buah di Jalan Muhammad Noer kembali berjualan. Dia menegaskan segera melakukan penertiban lagi. Koordinasi dengan Satpol PP Surabaya secepatnya dilakukan. Termasuk dengan Satpol PP Kecamatan Bulak. Sebab, sebagian lahan yang digunakan untuk berjualan masuk kewenangan Kecamatan Bulak.

”Hal ini bukan kali pertama terjadi. Sudah sering. Ditertibkan dan besok atau lusanya mereka kembali berjualan,” ucap dia. Untuk memberikan efek jera, penertiban tidak dilakukan pada lapak dagang saja. Petugas juga menyita perlengkapan dagangan mereka. Harapannya, mereka tidak bisa lagi berdagang di lokasi yang sama.

”Beberapa hari lalu, yang kami tertibkan dan sita hanya lapak mereka. Tidak barang dagangannya. Meski gimana pun, mereka tetap membutuhkan penghasilan,” terang Sukanan.

Sukanan tidak mau gegabah. Yang dilakukan PKL memang melanggar aturan, tapi mereka juga sedang menghidupi keluarga. ”Rencana relokasi dalam waktu cepat sepertinya belum bisa dilakukan. Karena sampai sekarang pencarian tempat masih berlangsung. Jika sudah ada, pasti mereka kami relokasi,” paparnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ian/ban/c6/any