Sopir MPU di Wonorejo Pasuruan Perkosa Penumpang dalam Mobil

Sopir MPU di Wonorejo Pasuruan Ini Perkosa Penumpang dalam Mobil

BANGILRadar Bromo – Apa yang dilakukan Hasanudin, 22, warga Dusun Madurejo, Desa/ Kecamatan Wonorejo, ini sungguh keterlaluan. Sopir Elf ini tega memperkosa penumpangnya. Dia memperdaya korban yang tidak kenal daerah tujuan.

IKLAN

Aksi keji itu dilakukan tersangka di dalam sebuah MPU yang disopirinya pada 14 Mei 2019. Korbannya yaitu NV, 29, warga Pabean Cantikan, Kota Surabaya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Pasuruan Ipda Sunarti menguraikan, pemerkosaan itu berlangsung sekitar pukul 18.00. Ceritanya berawal saat korban hendak pergi ke rumah saudaranya di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen. Ketika itu, korban menaiki angkutan jenis Elf jurusan Surabaya-Malang yang disopiri pelaku di Terminal Pandaan.

Kepada korban, tersangka menjanjikan untuk mengantar hingga sampai tujuan. Ia pun tancap gas. Namun, tidak menuju tempat tujuan. Melainkan, hanya putar-putar di wilayah Pandaan.

“Kebetulan, korban memang tidak tahu wilayah Pandaan. Sehingga, ia percaya saja ketika diajak mutar-mutar di wilayah Pandaan,” jelas Sunarti mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima.

Namun, bukannya mengantar ke lokasi tujuan. Tersangka malah menghentikan mobilnya di wilayah Karangjati, Kecamatan Pandaan. Tersangka kemudian meminta dengan paksa handphone jenis OPPO A37 milik korban.

Korban dipukul dan ditendang oleh tersangka. Pukulan itu mengenai lengan serta dada kiri dan kanannya. Hal itu, membuat korban lemas dan tak berdaya. Saat itulah, tersangka merampas handphone korban.

Bahkan, aksi jahat itu tidak hanya berhenti di situ. Tersangka juga memaksa korban untuk berhubungan badan. Korban yang lemas, tak mampu berbuat apa-apa. Tersangka pun dengan mudah melancarkan aksi bejatnya di dalam Elf nopol N 7635 UT.

“Tersangka sempat memukuli korban hingga lemas. Ia kemudian merampas handphone dan memperkosa korban di dalam mobil. Ketika itu, korban duduk di bangku depan, berdampingan dengan tersangka,” sambungnya.

Usai melampiaskan perbuatan kejinya itu, tersangka meninggalkan korban di tepi jalan. Tersangka lantas kabur meninggalkan korban. “Korban kemudian melapor ke kantor polisi dengan menggunakan jasa ojek,” ulasnya.

Atas laporan itulah, petugas kemudian memburu tersangka. Namun, tak mudah menangkapnya. Karena tersangka selalu berpindah-pindah.

Dua bulan kemudian, baru ada titik terang. Selasa (16/7), petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di rumahnya. Saat itu juga, petugas memburu tersangka di rumahnya.

“Kami menangkap tersangka di rumahnya sekitar pukul 16.30,” ulasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku melakukan aksi jahat itu lantaran terpengaruh minuman keras. “Dari hasil pemeriksaan, ia mengaku sedang mabuk,” jelasnya.

Kini, karena perbuatannya itu, tersangka disangka melanggar pasal 365 KUHP dan atau pasal 285 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan atau Pemerkosaan. Ia terancam hukuman 12 tahun penjara. (one/hn)

Reporter :

Fotografer :

Editor :