USUNG PANJI TRISULA: Peserta arak-arakan Baleganjur Keliling Kampung melintas di depan masjid Jami Al Huda Grajagan menuju Pura Tri Bhuwana siang kemarin (13/10). (Shulhan Hadi/RaBa)

JawaPos.com– Keriuhan suara perkusi baleganjur siang kemarin (13/10) menggema di kawasan jalur Pasar Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Sebanyak delapan baleganjur dari berbagai pura meramaikan upacara Odalan dan Melaspas di Pura Tri Buawana. Warga yang ada di pasar sejak menjelang siang sudah menanti arak-arakan umat Hindu yang diramaikan delapan kelompok baleganjur ini.

IKLAN

Sejumlah umat Hindu dari berbagai pura di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo banyak berdatangan di acara ini. Sementara untuk acara persembahyangan sendiri sudah dimulai sejak Sabtu sore. Para pemuka Hindu melakukan pengambilan air suci dari sumber. Untuk odalan sendiri, pura ini sudah berdiri sejak tahun 70an. Setiap tahun odalan digelar dengan menyesuaikan keadaan. “Ini sudah lama, tapi puranya sempat diperbaiki,” ucap Hariyanto, salah satu pengurus.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi Suminto menyebutkan, kegiatan Melaspas ini merupakan penyucian unsur material bangunan pura setelah mengalami perbaikan. Penyucian dilakukan dalam bentuk upacara sekaligus penyertaan air suci. Selanjutnya rangkaian ini dilanjutkan dengan kegiatan Ngentek Linggih. “Melaspas ini disucikan, lalu kita hadirkan Tuhan Yang Maha Segala untuk melingkupi tempat ini,” jelasnya.

Dia menambahkan konsep upacara sendiri tidak bisa dilepaskan dari keseimbangan alam dan manusia. Dalam keseharian umat Hindu sangat erat dengan keberadaan mata air. Mulai dari kebutuhan hidup sampai kegiatan upacara. Konsep Tri Hita Karana saat ini menjadi landasan umat Hindu dalam menjaga kelestarian alam. Dalam konsep tersebut, manusia senantiasa diimbau agar membatasi kegiatan konsumsi. “Pengendalian diri melalui tapabrata, membatasi konsumsi yang tidak perlu agar tidak bertambah sampah,” jelasnya.

(bw/sli/als/JPR)