DRAMATIS: Proses evakuasi kernet pikap Moch. Faisol Anis, 27, berhasil dikeluarkan dari ruang kemudi setelah terjebak selama satu jam. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

TONGASRadar Bromo – Petugas Satlantas Polresta Probolinggo langsung mengevakuasi tiga korban yang terjepit dalam kecelakaan maut di tongas yang menewaskan dua orang. Tiga korban terjepit di ruang kemudi, karena ruang kemudi masing-masing kendaraan ringsek.

IKLAN

Ruang kemudi truk ringsek, setelah menghantam pohon yang ada di selatan jalan di Jalan Raya Tongas, Kecamatan Tongas. Namun, tidak butuh waktu lama untuk mengevakuasi sopir truk, Deni Supriyanto, 36. Deni bisa cepat dikeluarkan dari ruang kemudi setelah dibantu warga sekitar.

Namun, evakuasi pada sopir dan kernet pikap butuh waktu hampir satu jam. Evakuasi pun berlangsung dramatis. Sebab, tabrakan dengan kecepatan tinggi tersebut membuat ruang kemudi pikap remuk ke dalam.

Sopir pikap Mahyudi, 27, terluka parah. Bahkan, sopir sempat tidak kuat dan pingsan.

Ambulans dan petugas medis RSUD yang tiba di lokasi, juga tidak bisa berbuat banyak. Namun, karena sopir pikap luka parah, petugas memberikan tindakan medis. Salah satunya memberikan cairan infus kepada sopir.

“Jadi, meski dalam keadaan terjepit di ruang kemudi, sopirnya diinfus,” beber Agung Wibowo, 39, warga sekitar.

Sementara kernet pikap Moch. Faisol Anis, 27, terluka di tangan dan pelipis. Dia terus berteriak meminta bantuan.

Namun, warga yang menyemut tidak bisa berbuat banyak. Sebab, pintu pikap tidak bisa dibuka secara manual. Keduanya pun terjebak di ruang kemudi cukup lama.

Petugas akhirnya mendatangkan crane untuk membantu proses evakuasi. Sekitar 20 menit setelah kecelakaan, cranetiba di lokasi kejadian, tepatnya di barat SPBU Tongas. Setelah hampir satu jam proses evakuasi, kedua korban berhasil diselamatkan.

Sopir pikap dikeluarkan lebih dulu. Begitu datang, crane menarik kabin depan pikap bagian kanan. Setelah berhasil, pintu pikap kanan ditarik warga. Baru kemudian korban dikeluarkan. Dia lantas dilarikan ke IGD RSUD Tongas.

“Ada warga yang pegang infusnya, ada yang ngangkat korban untuk digotong ke ambulans. Lalu korban dibawa ke rumah sakit. Informasinya, kakinya patah dan tidak sadarkan diri,” terang Agus, warga lain yang membantu.

Setelah itu, crane menarik kabin depan pikap bagian kiri. Setelah berhasil, pintu pikap kiri ditarik warga. Warga lantas mengeluarkan kernet pikap. Kernet langsung dibawa ke ambulans dan dilarikan ke IGD RSUD Tongas.

Karena kecelakaan itu, arus lalu lintas macet sepanjang 5 kilometer di Jalan Raya Tongas. Sekitar sejam pascaevakuasi, mobil pikap ditarik ke tepi. Barulah lalu lintas mulai normal. Hanya saja masih dilakukan sistem buka tutup. (rpd/hn)