PULANG SEKOLAH: Sejumlah siswa tingkat sekolah atas keluar dari gerbang sekolah. Surat edaran Mendikbud soal keterlibatan siswa ikut unjuk rasa, sudah diterima Cabang Dinas Pendidikan. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

WONOASIHRadar Bromo – Terjadinya aksi demonstrasi berujung kekerasan yang melibatkan pelajar SMK di jakarta beberapa waktu lalu membuat Mendikbud mengeluarkan surat edaran kepada jajaran di bawahnya. Surat edaran bernomor 9 tahun 2019 tentang Pencegahan keterlibatan Peserta didik dalam aksi unjuk rasa berpotensi kekerasan, merupakan instruksi kepada daerah agar mencegah terjadinya peristiwa yang sama di daerah.

IKLAN

“Surat sudah kami terima sejak 2 hari lalu melalui Whatsapp. Sudah kami kordinasikan kepada lembaga pendidikan agar ditindaklanjuti,” ujar Kresno Herlambang, kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo, Senin (30/9).

Pihaknya meminta kepada lembaga untuk mengintensifkan proses belajar-mengajar. Untuk di wilayah Probolinggo situasinya masih kondusif. Namun imbauan ini tidak disampaikan kepada siswa. Yang lebih ditekankan adalah membuat suasana di sekolah seperti biasa.

“Dengan mengedepankan proses belajar mengajar sebagai tugas sekolah,” ujarnya.

Dalam SE tersebut ada beberapa instruksi yang perlu dilakukan sekolah untuk memantau, mengawasi serta menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik di dalam dan di luar lingkungan sekolah. Selain itu menjalin kerjasama dengan wali murid untuk memastikan putra-putrinya mengikuti proses belajar mengajar.

Kemudian ada juga sekolah diinta membangun komunikasi yang harmonis dengan peserta didik, melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dapat menyalurkan pemikiran kritis, bakat, kreatifitas peserta didik masing-masing. Serta memastikan agar pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) khususnya serta peserta didik umumnya tidak terpengaruh pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak hanya langkah antisipasi, SE tersebut juga menyebutkan tentang adanya pendampingan dan pembinaan kepada peserta didik yang terdampak dalam aksi unjuk rasa. Serta memastikan bahwa tidak ada pihak-pihak dengan maksud dan tujuan apa saja untuk melibatkan pelajar atau peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi pada tindakan kekerasan, kekacauan dan perusakan. (put/fun)