Gandeng Gus Ning, Bagi Sahur ke Pedagang Sayur

RAJUT TOLERANSI:  Bersama Gus Ning Jember, Penggemar motor gede blusukan ke pasar untuk sekadar bagi-bagi nasi sahur, dini hari kemarin.

RADARJEMBER.ID – RAMADAN membuat semua komunitas ikut bergerak. Tak hanya bagi-bagi takjil jelang berbuka puasa, aksi Sahur on the Road pun lagi ngetren dilakukan. ISHD (Ikatan Sport Harley-Davidson) Indonesia East Java Chapter pun tak mau kalah.

IKLAN

Kemarin dini hari, penggila motor besar di Jember ini turun lapangan. Dikomandoi oleh Andre (Ketua ISHD East Java Chapter), belasan motor besar blusukan ke pasar-pasar. Mereka membagi-bagikan nasi sahur ke Pasar Tanjung dan kawasan lainnya.

”Mungkin ini hanya sebungkus nasi. Tapi, yang kami tekankan adalah rasa empati kami pada sesama umat manusia, untuk saling menghargai. Mumpung bulan puasa, kami ikut berbagi,” ujar Gerrit Lefrand Titaheluw SH, Divisi Humas ISHD East Java Chapter, kemarin.

Dia menambahkan, anggota ISHD East Java Chapter yang jumlahnya hanya belasan itu terdiri dari berbagai latar belakang. Sebagai wujud kebersamaan, pihaknya ikut merajut toleransi dengan ikut terjun langsung dan aktif selama ramadan sekarang ini.

”Kami juga ingin menghapus kesan eksklusif, bahwa sebenarnya penggemar Harley-Davidson tak semuanya dari kalangan atas. Kami dari berbagai kalangan. Karena ini hanya sebuah hobi,” jelasnya.

Sebab itulah, selama Ramadan ini pihaknya aktif di berbagai kegiatan. ”Minggu lalu kami baksi sosial dengan memberikan santunan ke anak yatim di kawasan Dukuh Mencek Kecamatan Sukorambi. Sebelumnya kami juga rutin menggelar sunatan massal,” jelas Gerrit.

Sahur on the Road yang digelar ISHD East Java Chapter itu sendiri diikuti oleh hampir semua anggotanya. Mereka start mulai pukul 01.00. Dengan mengendarai  moor besar, mereka menyusuri jalan-jalan kota Jember untuk sekadar bagi-bagi nasi sahur.

Yang menarik, di acara Sahur on the Road ini ISHD East Java Chapter juga menggandeng Gus dan Ning Jember. Sedikitnya, 30 Gus dan Ning, ikut blusukan untuk membagikan makanan sahur ke para pedagang.

Titik-titik yang jadi sasaran mereka adalah Jalan Jawa, Jalan Kalimatan, Mastrip, Riau, Karimata, Jalan Letjen Panjaitan, Gajahmada, Alun-alun, dan sasaran pokok adalah para pedagang dan kuli angkut di Pasar Tanjung. ”Kebetulan, pas kami turun ke pasar, di situ banyak kegiatan bongkar muat sayuran. Jadi pas, mereka makan sahur,” pungkasnya. (dwi/hdi)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono