Puasa sebagai Perenggangan Jiwa

Muhammad Fauzinudin Faiz

RADAR JEMBER.ID – Tidak terasa sudah sepekan kita melaksanakan kewajiban puasa Ramadan. Ibadah tahunan yang melatih kita agar menjadi insan yang bertakwa (la’allakum tattaqun). Syariat agama diturunkan oleh Allah tidak bertujuan untuk menciptakan kesulitan bagi umat manusia. Akan tetapi mengandung kebaikan yang tinggi.

IKLAN

Ibadah puasa secara ritual bermakna menahan diri dari semua yang berakibat batalnya puasa. Namun, ibadah puasa tidak akan membawa kebaikan bagi diri manusia apabila telah dapat merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga menjadi kebutuhan manusia lahir dan batin.

Di antara makna yang terkandung dalam puasa adalah sebagai berikut. Pertama, puasa sebagai sebuah peristiwa aktual dalam kehidupan manusia yang menandakan adanya perjalanan waktu yang terus berubah. Puasa mengingatkan manusia bahwa mereka memasuki kebiasaan baru oleh karena itu puasa akan membentuk kebiasaan baru (novum habitus).

Kedua, ibadah puasa merupakan kesempatan bagi manusia untuk bertutur dengan Tuhan melalui kegiatan mengisi malam-malam Ramadan. Oleh karena itu, kegiatan berkesinambungan selama Ramadan disebut penegakan Ramadan (qiyamu Ramadan). Bagi mereka yang dapat memaknai Ramadan akan memperoleh derajat takwa (Q.S. Al Baqarah  (2): 183). Rasul bersabda bahwa, ‘Ibadah puasa manusia itu bagi Allah dan Allah yang akan membalasnya’. Bertutur dengan Tuhan akan diperoleh makna manakala pada posisi yang dekat dengan yang dicintainya (ittihad) dan memiliki hubungan khusus dengan-Nya (ittishal).

Ketiga, ibadah puasa adalah laksana perayaan karena akan memperoleh dua kegembiraan: ketika berbuka puasa (baik pada setiap hari ketika terbenam matahari maupun berbuka dengan tibanya Idul Fitri) dan ketika berjumpa kelak dengan Tuhannya di Hari Kiamat.

Keempat, ibadah puasa adalah merupakan  kelanjutan dari pesan kenabian yang intinya adalah ajakan kepada kebaikan dan pencegahan dari perbuatan mungkar (amar makruf dan nahi munkar). (*)

Reporter :

Fotografer : istimewa

Editor : Rangga Mahardika