RADAR JEMBER - Berbuka puasa adalah salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Selain sebagai pelepas dahaga, momen ini juga merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.
Agar ibadah kita semakin sempurna, penting untuk mengetahui lafal doa berbuka puasa yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
1. Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah (Hadis Sahih)
Doa ini merupakan yang paling populer dan memiliki riwayat yang kuat (HR. Abu Dawud). Doa ini dibaca setelah kita membatalkan puasa (minum atau makan sedikit).
Lafal Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Lafal Latin:
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya:
"Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah."
2. Doa Berbuka Puasa yang Populer (Riwayat Imam Bukhari & Muslim)
Doa ini juga sangat umum digunakan di masyarakat Indonesia dan sangat baik maknanya untuk mengungkapkan rasa syukur.
Lafal Arab:
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Lafal Latin:
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Penyayang."
3. Tata Cara Berbuka yang Sempurna
Agar mendapatkan keberkahan maksimal, berikut adalah urutan berbuka puasa yang dianjurkan:
Membaca Basmalah: Sebelum menyentuh makanan/minuman, ucapkan Bismillah.
Membatalkan Puasa: Disunnahkan berbuka dengan kurma (dalam jumlah ganjil) atau air putih.
Membaca Doa Berbuka: Setelah rasa haus hilang (setelah minum/makan), bacalah doa Dzahabaz zhama’u... atau doa yang populer.
Menyegerakan Berbuka: Segera berbuka begitu azan berkumandang, jangan menunda-nunda.
Tidak Berlebihan: Makanlah secukupnya agar tetap nyaman saat melaksanakan sholat Maghrib dan Tarawih.
Editor : M. Ainul Budi