Dengan menggunakan jala sembari menaiki jukung jenis sopek, Yanto mulai menyusuri muara Sungai Bedadung. Dengan lihainya dia berdiri di atas sopeknya, untuk melempar jala berukuran sedang. Tentunya tidak selalu berhasil ketika jala itu dilemparkan ke sungai.
Sesekali, Yanto pindah dan mengikuti arus Sungai Bedadung. Ketika di jala itu tidak ada ikan yang tertangkap, dia langsung mendayung sampannya. “Yang penting sabar, kalau jaring ikan dengan jala yang dilempar ini,” katanya.
Yang banyak terjaring jala itu malah sampah, sedangkan ikannya jarang. “Kalau memang ada rezeki, ada saja ikan yang terjaring. Tetapi semua itu harus bersabar,” kata Yanto. Apalagi di sepanjang sungai tersebut banyak lalu lalang jukung dan perahu yang berangkat dan pulang melaut.
Bukan hanya Yanto, ada beberapa orang yang juga menjala di muara sungai tersebut. Ada yang menggunakan jukung maupun sopek. “Ya hitung-hitung sambil menunggu waktu untuk berbuka puasa. Kalau dapat ikan bisa dibuat lauk,” pungkas Yanto.
Jurnalis : Jumai
Fotografer : Jumai
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Radar Digital