alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Semangat Bersama Patuhi Aturan Pemerintah

Demi Idul Fitri Minim Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perasaan campur aduk kembali dirasakan sejumlah kalangan masyarakat yang menjadi perantau di luar daerah. Bagaimana tidak, berdasarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan, pemerintah telah menetapkan pelarangan mudik pada H-14 hingga H+7 Lebaran.

Menindaklanjuti hal tersebut, masyarakat Jember diharapkan patuh terhadap aturan pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik. Sebab, meski sudah melandai, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir di Jember.

Hal ini diungkapkan oleh dr Angga Mardro Raharjo, dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi. Kondisi tersebut dibuktikan dengan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember, yang menyebutkan masih ada pasien menjalani perawatan sebanyak 41 orang. Sebelas di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.  Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah. “Belum lagi, kasus Covid-19 masih merebak di daerah lain,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, untuk meminimalisasi bertambahnya pasien Covid-19 di Jember, tidak mudik adalah pilihan yang tepat. Tidak peduli sudah divaksin atau belum. Mengingat, seseorang masih bisa terpapar Covid-19 meski sudah menjalani vaksinasi. Apalagi jika ada keluarga yang belum dapat vaksin, malah berbahaya karena berisiko terpapar virus.

Seperti diketahui, hingga saat ini, proses vaksinasi masih menjangkau para pegawai layanan publik. “Sedangkan masyarakat belum,” terang dokter spesialis paru tersebut.

Jelas, masih banyak warga yang belum menerima vaksin. Hal itu menjelaskan bahwa masih banyak warga yang berisiko terpapar Covid-19 jika ada salah seorang warga yang nekat mudik. Baik yang dari dalam keluar, maupun sebaliknya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perasaan campur aduk kembali dirasakan sejumlah kalangan masyarakat yang menjadi perantau di luar daerah. Bagaimana tidak, berdasarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan, pemerintah telah menetapkan pelarangan mudik pada H-14 hingga H+7 Lebaran.

Menindaklanjuti hal tersebut, masyarakat Jember diharapkan patuh terhadap aturan pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik. Sebab, meski sudah melandai, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir di Jember.

Hal ini diungkapkan oleh dr Angga Mardro Raharjo, dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi. Kondisi tersebut dibuktikan dengan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember, yang menyebutkan masih ada pasien menjalani perawatan sebanyak 41 orang. Sebelas di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.  Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah. “Belum lagi, kasus Covid-19 masih merebak di daerah lain,” ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk meminimalisasi bertambahnya pasien Covid-19 di Jember, tidak mudik adalah pilihan yang tepat. Tidak peduli sudah divaksin atau belum. Mengingat, seseorang masih bisa terpapar Covid-19 meski sudah menjalani vaksinasi. Apalagi jika ada keluarga yang belum dapat vaksin, malah berbahaya karena berisiko terpapar virus.

Seperti diketahui, hingga saat ini, proses vaksinasi masih menjangkau para pegawai layanan publik. “Sedangkan masyarakat belum,” terang dokter spesialis paru tersebut.

Jelas, masih banyak warga yang belum menerima vaksin. Hal itu menjelaskan bahwa masih banyak warga yang berisiko terpapar Covid-19 jika ada salah seorang warga yang nekat mudik. Baik yang dari dalam keluar, maupun sebaliknya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perasaan campur aduk kembali dirasakan sejumlah kalangan masyarakat yang menjadi perantau di luar daerah. Bagaimana tidak, berdasarkan Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan, pemerintah telah menetapkan pelarangan mudik pada H-14 hingga H+7 Lebaran.

Menindaklanjuti hal tersebut, masyarakat Jember diharapkan patuh terhadap aturan pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik. Sebab, meski sudah melandai, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir di Jember.

Hal ini diungkapkan oleh dr Angga Mardro Raharjo, dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi. Kondisi tersebut dibuktikan dengan data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember, yang menyebutkan masih ada pasien menjalani perawatan sebanyak 41 orang. Sebelas di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.  Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah. “Belum lagi, kasus Covid-19 masih merebak di daerah lain,” ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk meminimalisasi bertambahnya pasien Covid-19 di Jember, tidak mudik adalah pilihan yang tepat. Tidak peduli sudah divaksin atau belum. Mengingat, seseorang masih bisa terpapar Covid-19 meski sudah menjalani vaksinasi. Apalagi jika ada keluarga yang belum dapat vaksin, malah berbahaya karena berisiko terpapar virus.

Seperti diketahui, hingga saat ini, proses vaksinasi masih menjangkau para pegawai layanan publik. “Sedangkan masyarakat belum,” terang dokter spesialis paru tersebut.

Jelas, masih banyak warga yang belum menerima vaksin. Hal itu menjelaskan bahwa masih banyak warga yang berisiko terpapar Covid-19 jika ada salah seorang warga yang nekat mudik. Baik yang dari dalam keluar, maupun sebaliknya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/