alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Jangan Mudik, Sayangi Keluarga di Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah bisa dipastikan, Lebaran kali ini merupakan kali kedua pada masa pandemi Covid-19. Akibatnya, beberapa orang tidak bisa pulang ke kampung halaman masing-masing.

Salah satunya adalah Yulias Anggraeni. “Sebelumnya, saya memang ragu antara bisa pulang atau tidak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Namun, saat ini sudah dipastikan wanita kelahiran Kecamatan Gumukmas tersebut tak bisa pulang.

Namun dalam pandangannya, ada larangan atau tidak itu tak berpengaruh bagi masyarakat. Contohnya, seperti tahun lalu. “Meski telah digaungkan di berbagai tempat, bahkan Jember juga telah menerapkan pos pantau, mudik tetap tak bisa terhindarkan,” ujar wanita yang bekerja di Jalan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya Timur, itu. Artinya, meski saat ini juga ada larangan, bisa saja menerobos pulang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, dia menegaskan bahwa itu bukanlah tujuan pulang. Wanita yang berusia 26 tahun itu menuturkan bahwa kerinduan bersama keluarga di rumah memang tak tertahankan sejak Lebaran tahun lalu. “Namun, saya memilih pulang jika keadaan sudah aman,” terangnya.

Yulias memaparkan bahwa yang menjadi permasalahan bisa pulang atau tidaknya itu bukan aturan dari pemerintah. Melainkan melihat kondisi persebaran kasus. “Kasus di Jember sudah landai, tapi masih ada,” ungkapnya. Hal itu malah memicu banyak orang untuk meremehkan dan memilih pulang.

Yulias takut jika keegoisannya untuk mudik malah membahayakan keluarga di rumah. Jadi, dia mengimbau masyarakat Jember lain yang sedang merantau untuk menahan diri supaya tidak mudik. “Stop, diam di sana dulu. Jangan pulang, jangan bawa penyakit,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah bisa dipastikan, Lebaran kali ini merupakan kali kedua pada masa pandemi Covid-19. Akibatnya, beberapa orang tidak bisa pulang ke kampung halaman masing-masing.

Salah satunya adalah Yulias Anggraeni. “Sebelumnya, saya memang ragu antara bisa pulang atau tidak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Namun, saat ini sudah dipastikan wanita kelahiran Kecamatan Gumukmas tersebut tak bisa pulang.

Namun dalam pandangannya, ada larangan atau tidak itu tak berpengaruh bagi masyarakat. Contohnya, seperti tahun lalu. “Meski telah digaungkan di berbagai tempat, bahkan Jember juga telah menerapkan pos pantau, mudik tetap tak bisa terhindarkan,” ujar wanita yang bekerja di Jalan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya Timur, itu. Artinya, meski saat ini juga ada larangan, bisa saja menerobos pulang.

Namun, dia menegaskan bahwa itu bukanlah tujuan pulang. Wanita yang berusia 26 tahun itu menuturkan bahwa kerinduan bersama keluarga di rumah memang tak tertahankan sejak Lebaran tahun lalu. “Namun, saya memilih pulang jika keadaan sudah aman,” terangnya.

Yulias memaparkan bahwa yang menjadi permasalahan bisa pulang atau tidaknya itu bukan aturan dari pemerintah. Melainkan melihat kondisi persebaran kasus. “Kasus di Jember sudah landai, tapi masih ada,” ungkapnya. Hal itu malah memicu banyak orang untuk meremehkan dan memilih pulang.

Yulias takut jika keegoisannya untuk mudik malah membahayakan keluarga di rumah. Jadi, dia mengimbau masyarakat Jember lain yang sedang merantau untuk menahan diri supaya tidak mudik. “Stop, diam di sana dulu. Jangan pulang, jangan bawa penyakit,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah bisa dipastikan, Lebaran kali ini merupakan kali kedua pada masa pandemi Covid-19. Akibatnya, beberapa orang tidak bisa pulang ke kampung halaman masing-masing.

Salah satunya adalah Yulias Anggraeni. “Sebelumnya, saya memang ragu antara bisa pulang atau tidak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Namun, saat ini sudah dipastikan wanita kelahiran Kecamatan Gumukmas tersebut tak bisa pulang.

Namun dalam pandangannya, ada larangan atau tidak itu tak berpengaruh bagi masyarakat. Contohnya, seperti tahun lalu. “Meski telah digaungkan di berbagai tempat, bahkan Jember juga telah menerapkan pos pantau, mudik tetap tak bisa terhindarkan,” ujar wanita yang bekerja di Jalan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya Timur, itu. Artinya, meski saat ini juga ada larangan, bisa saja menerobos pulang.

Namun, dia menegaskan bahwa itu bukanlah tujuan pulang. Wanita yang berusia 26 tahun itu menuturkan bahwa kerinduan bersama keluarga di rumah memang tak tertahankan sejak Lebaran tahun lalu. “Namun, saya memilih pulang jika keadaan sudah aman,” terangnya.

Yulias memaparkan bahwa yang menjadi permasalahan bisa pulang atau tidaknya itu bukan aturan dari pemerintah. Melainkan melihat kondisi persebaran kasus. “Kasus di Jember sudah landai, tapi masih ada,” ungkapnya. Hal itu malah memicu banyak orang untuk meremehkan dan memilih pulang.

Yulias takut jika keegoisannya untuk mudik malah membahayakan keluarga di rumah. Jadi, dia mengimbau masyarakat Jember lain yang sedang merantau untuk menahan diri supaya tidak mudik. “Stop, diam di sana dulu. Jangan pulang, jangan bawa penyakit,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/