alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Lebih Khusuk Ngabuburit di Masjid

Tunggu Waktu Berbuka dengan Tadarus Quran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lantunan kitab suci di salah satu masjid Kecamatan Patrang itu menggema di berbagai sudut. Memakai pelantang suara, salah seorang santri tampak membaca Alquran dengan khusyuk. Sedangkan santri-santri yang lain bersimpuh di penjuru masjid. Mereka juga membaca Alquran.

Muhammad Alfan Bagis Is’ad, misalnya. Suaranya tak kalah nyaring jika dibandingkan dengan santri-santri lain. Duduk di samping pintu masuk masjid, tangannya memegang erat Alquran. Sementara tangan yang lain, sesekali membenarkan posisi songkok. “Tadarus atau ngaji Alquran ini memang sering dilakukan para santri bakda Asar,” kata remaja 13 tahun tersebut.

Alfan mengaku, mengaji itu bukan hanya untuk memperbanyak pahala di bulan mulia, tapi juga untuk menunggu waktu berbuka alias ngabuburit. Sebab, melewati waktu sore hingga senja menjadi lebih tenang jika diisi dengan mengaji. “Tak terasa, tiba-tiba Magrib,” candanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Jember Muhammad Muhib Alwi menerangkan, membaca Alquran atau biasa disebut dengan tadarus Alquran ketika Ramadan memang membawa banyak manfaat. Selain untuk beribadah, hal tersebut juga biasa digunakan sebagian orang sebagai media menenangkan jiwa. “Bahkan, hal itu sebenarnya juga sudah tertuang di Alquran,” ungkapnya.

Tepatnya, dia menjelaskan, pada Surat Al-Isra’ ayat 82. Diterangkan bahwa Alquran diturunkan ke dunia memiliki banyak manfaat untuk umatnya. Salah satunya adalah sebagai penyembuh. Jadi, lanjutnya, tak hanya sebagai kitab suci, Alquran juga bisa digunakan sebagai penyembuh. Baik secara lahiriah maupun batiniah. Secara lahiriah, ayat yang ada dalam Alquran bisa menjadi obat. “Namun, unsur batiniahnya yang paling banyak,” ujar Ketua Prodi (Kaprodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah IAIN Jember tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lantunan kitab suci di salah satu masjid Kecamatan Patrang itu menggema di berbagai sudut. Memakai pelantang suara, salah seorang santri tampak membaca Alquran dengan khusyuk. Sedangkan santri-santri yang lain bersimpuh di penjuru masjid. Mereka juga membaca Alquran.

Muhammad Alfan Bagis Is’ad, misalnya. Suaranya tak kalah nyaring jika dibandingkan dengan santri-santri lain. Duduk di samping pintu masuk masjid, tangannya memegang erat Alquran. Sementara tangan yang lain, sesekali membenarkan posisi songkok. “Tadarus atau ngaji Alquran ini memang sering dilakukan para santri bakda Asar,” kata remaja 13 tahun tersebut.

Alfan mengaku, mengaji itu bukan hanya untuk memperbanyak pahala di bulan mulia, tapi juga untuk menunggu waktu berbuka alias ngabuburit. Sebab, melewati waktu sore hingga senja menjadi lebih tenang jika diisi dengan mengaji. “Tak terasa, tiba-tiba Magrib,” candanya.

Ketua Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Jember Muhammad Muhib Alwi menerangkan, membaca Alquran atau biasa disebut dengan tadarus Alquran ketika Ramadan memang membawa banyak manfaat. Selain untuk beribadah, hal tersebut juga biasa digunakan sebagian orang sebagai media menenangkan jiwa. “Bahkan, hal itu sebenarnya juga sudah tertuang di Alquran,” ungkapnya.

Tepatnya, dia menjelaskan, pada Surat Al-Isra’ ayat 82. Diterangkan bahwa Alquran diturunkan ke dunia memiliki banyak manfaat untuk umatnya. Salah satunya adalah sebagai penyembuh. Jadi, lanjutnya, tak hanya sebagai kitab suci, Alquran juga bisa digunakan sebagai penyembuh. Baik secara lahiriah maupun batiniah. Secara lahiriah, ayat yang ada dalam Alquran bisa menjadi obat. “Namun, unsur batiniahnya yang paling banyak,” ujar Ketua Prodi (Kaprodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah IAIN Jember tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lantunan kitab suci di salah satu masjid Kecamatan Patrang itu menggema di berbagai sudut. Memakai pelantang suara, salah seorang santri tampak membaca Alquran dengan khusyuk. Sedangkan santri-santri yang lain bersimpuh di penjuru masjid. Mereka juga membaca Alquran.

Muhammad Alfan Bagis Is’ad, misalnya. Suaranya tak kalah nyaring jika dibandingkan dengan santri-santri lain. Duduk di samping pintu masuk masjid, tangannya memegang erat Alquran. Sementara tangan yang lain, sesekali membenarkan posisi songkok. “Tadarus atau ngaji Alquran ini memang sering dilakukan para santri bakda Asar,” kata remaja 13 tahun tersebut.

Alfan mengaku, mengaji itu bukan hanya untuk memperbanyak pahala di bulan mulia, tapi juga untuk menunggu waktu berbuka alias ngabuburit. Sebab, melewati waktu sore hingga senja menjadi lebih tenang jika diisi dengan mengaji. “Tak terasa, tiba-tiba Magrib,” candanya.

Ketua Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Jember Muhammad Muhib Alwi menerangkan, membaca Alquran atau biasa disebut dengan tadarus Alquran ketika Ramadan memang membawa banyak manfaat. Selain untuk beribadah, hal tersebut juga biasa digunakan sebagian orang sebagai media menenangkan jiwa. “Bahkan, hal itu sebenarnya juga sudah tertuang di Alquran,” ungkapnya.

Tepatnya, dia menjelaskan, pada Surat Al-Isra’ ayat 82. Diterangkan bahwa Alquran diturunkan ke dunia memiliki banyak manfaat untuk umatnya. Salah satunya adalah sebagai penyembuh. Jadi, lanjutnya, tak hanya sebagai kitab suci, Alquran juga bisa digunakan sebagai penyembuh. Baik secara lahiriah maupun batiniah. Secara lahiriah, ayat yang ada dalam Alquran bisa menjadi obat. “Namun, unsur batiniahnya yang paling banyak,” ujar Ketua Prodi (Kaprodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah IAIN Jember tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/