alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Mulai Hias Kampung Jelang Idul Fitri

Pelipur Lara Setelah Tahun Lalu Tak Bisa BerLebaran

Mobile_AP_Rectangle 1

Lebih lanjut, Kafin menyatakan bahwa Lebaran kali ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Sebab, menjadi pelipur lara Lebaran tahun lalu. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang merebak semenjak tahun lalu di berbagai daerah mengakibatkan adanya pembatasan yang ketat. “Meski banyak warga yang melanggar, tapi tetap saja tidak seramai sebelumnya,” papar pria yang berusia 21 tahun tersebut.

Beruntung, lanjutnya, dampak pandemi tahun ini sudah menurun drastis. Pihaknya berharap bakal ada kelonggaran jika dibandingkan dengan tahun lalu. “Setidaknya, Lebaran tahun ini bisa menjadi pelipur lara Lebaran sebelumnya,” candanya. Sebab, hias jalan Lebaran lalu menjadi sia-sia. Setelah kampung terhias rapi, kondisinya sangat sepi karena pandemi.

Keduanya juga berharap masyarakat tetap berlebaran dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dengan begitu, hias kampung yang direncanakan megah itu bisa dinikmati para sanak saudara dari luar. “Jelas, kalau sudah selesai, jadi spot foto siapa pun yang melintas,” candanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Lebih lanjut, Kafin menyatakan bahwa Lebaran kali ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Sebab, menjadi pelipur lara Lebaran tahun lalu. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang merebak semenjak tahun lalu di berbagai daerah mengakibatkan adanya pembatasan yang ketat. “Meski banyak warga yang melanggar, tapi tetap saja tidak seramai sebelumnya,” papar pria yang berusia 21 tahun tersebut.

Beruntung, lanjutnya, dampak pandemi tahun ini sudah menurun drastis. Pihaknya berharap bakal ada kelonggaran jika dibandingkan dengan tahun lalu. “Setidaknya, Lebaran tahun ini bisa menjadi pelipur lara Lebaran sebelumnya,” candanya. Sebab, hias jalan Lebaran lalu menjadi sia-sia. Setelah kampung terhias rapi, kondisinya sangat sepi karena pandemi.

Keduanya juga berharap masyarakat tetap berlebaran dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dengan begitu, hias kampung yang direncanakan megah itu bisa dinikmati para sanak saudara dari luar. “Jelas, kalau sudah selesai, jadi spot foto siapa pun yang melintas,” candanya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Lebih lanjut, Kafin menyatakan bahwa Lebaran kali ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Sebab, menjadi pelipur lara Lebaran tahun lalu. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 yang merebak semenjak tahun lalu di berbagai daerah mengakibatkan adanya pembatasan yang ketat. “Meski banyak warga yang melanggar, tapi tetap saja tidak seramai sebelumnya,” papar pria yang berusia 21 tahun tersebut.

Beruntung, lanjutnya, dampak pandemi tahun ini sudah menurun drastis. Pihaknya berharap bakal ada kelonggaran jika dibandingkan dengan tahun lalu. “Setidaknya, Lebaran tahun ini bisa menjadi pelipur lara Lebaran sebelumnya,” candanya. Sebab, hias jalan Lebaran lalu menjadi sia-sia. Setelah kampung terhias rapi, kondisinya sangat sepi karena pandemi.

Keduanya juga berharap masyarakat tetap berlebaran dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dengan begitu, hias kampung yang direncanakan megah itu bisa dinikmati para sanak saudara dari luar. “Jelas, kalau sudah selesai, jadi spot foto siapa pun yang melintas,” candanya.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/