alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Mulai Hias Kampung Jelang Idul Fitri

Pelipur Lara Setelah Tahun Lalu Tak Bisa BerLebaran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada salah satu gang sempit di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, wajah Yanto tampak memerah. Bagaimana tidak, dia bersama warga lain tampak menggotong semacam miniatur masjid yang terbuat dari rangkaian besi dan seng.

“Awas lubang, awas lubang!” teriak Yanto mengomando Kafin, warga lainnya, yang tak dapat melihat jalan karena terhalang besarnya barang yang mereka bawa. Tak berselang lama, salah seorang warga tampak membantu keduanya menggotong barang itu.

Sesampainya di salah satu rumah warga, keduanya meletakkan miniatur masjid tersebut dengan sangat hati-hati. “Kami menantikan miniatur masjid ini jadi sejak satu setengah bulan lalu,” ungkap Yanto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nantinya, miniatur tersebut bakal dihias sedemikian rupa dengan menggunakan berbagai lampu. “Lalu, diletakkan di atas gapura kampung,” tutur warga RT 2, RW 3, Desa Sempolan, Desa Silo, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kegiatan hias kampung tersebut memang selalu mereka lakukan setiap tahun. Pada 2020 lalu, pihaknya mengecat jalanan dengan berbagai warna dan gambar. “Sebenarnya, tujuannya hanya dua. Yakni persiapan menjelang Idul Fitri sekaligus lomba hias kampung pada momen Agustusan,” lanjutnya.

Namun, menurut pria yang berusia 40 tahun tersebut, ada makna kerukunan ketika menggarapnya. Seperti malam sebelumnya, misalnya. Usai salat Tarawih berjamaah, warga bergegas untuk memasang tiang-tiang di jalanan. “Nanti, tiang-tiang itu juga bakal diberi lampu. Jadi, biar kelap-kelip,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada salah satu gang sempit di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, wajah Yanto tampak memerah. Bagaimana tidak, dia bersama warga lain tampak menggotong semacam miniatur masjid yang terbuat dari rangkaian besi dan seng.

“Awas lubang, awas lubang!” teriak Yanto mengomando Kafin, warga lainnya, yang tak dapat melihat jalan karena terhalang besarnya barang yang mereka bawa. Tak berselang lama, salah seorang warga tampak membantu keduanya menggotong barang itu.

Sesampainya di salah satu rumah warga, keduanya meletakkan miniatur masjid tersebut dengan sangat hati-hati. “Kami menantikan miniatur masjid ini jadi sejak satu setengah bulan lalu,” ungkap Yanto.

Nantinya, miniatur tersebut bakal dihias sedemikian rupa dengan menggunakan berbagai lampu. “Lalu, diletakkan di atas gapura kampung,” tutur warga RT 2, RW 3, Desa Sempolan, Desa Silo, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kegiatan hias kampung tersebut memang selalu mereka lakukan setiap tahun. Pada 2020 lalu, pihaknya mengecat jalanan dengan berbagai warna dan gambar. “Sebenarnya, tujuannya hanya dua. Yakni persiapan menjelang Idul Fitri sekaligus lomba hias kampung pada momen Agustusan,” lanjutnya.

Namun, menurut pria yang berusia 40 tahun tersebut, ada makna kerukunan ketika menggarapnya. Seperti malam sebelumnya, misalnya. Usai salat Tarawih berjamaah, warga bergegas untuk memasang tiang-tiang di jalanan. “Nanti, tiang-tiang itu juga bakal diberi lampu. Jadi, biar kelap-kelip,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada salah satu gang sempit di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, wajah Yanto tampak memerah. Bagaimana tidak, dia bersama warga lain tampak menggotong semacam miniatur masjid yang terbuat dari rangkaian besi dan seng.

“Awas lubang, awas lubang!” teriak Yanto mengomando Kafin, warga lainnya, yang tak dapat melihat jalan karena terhalang besarnya barang yang mereka bawa. Tak berselang lama, salah seorang warga tampak membantu keduanya menggotong barang itu.

Sesampainya di salah satu rumah warga, keduanya meletakkan miniatur masjid tersebut dengan sangat hati-hati. “Kami menantikan miniatur masjid ini jadi sejak satu setengah bulan lalu,” ungkap Yanto.

Nantinya, miniatur tersebut bakal dihias sedemikian rupa dengan menggunakan berbagai lampu. “Lalu, diletakkan di atas gapura kampung,” tutur warga RT 2, RW 3, Desa Sempolan, Desa Silo, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kegiatan hias kampung tersebut memang selalu mereka lakukan setiap tahun. Pada 2020 lalu, pihaknya mengecat jalanan dengan berbagai warna dan gambar. “Sebenarnya, tujuannya hanya dua. Yakni persiapan menjelang Idul Fitri sekaligus lomba hias kampung pada momen Agustusan,” lanjutnya.

Namun, menurut pria yang berusia 40 tahun tersebut, ada makna kerukunan ketika menggarapnya. Seperti malam sebelumnya, misalnya. Usai salat Tarawih berjamaah, warga bergegas untuk memasang tiang-tiang di jalanan. “Nanti, tiang-tiang itu juga bakal diberi lampu. Jadi, biar kelap-kelip,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/