alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Saat Santai di Makkah, Jemaah Haji Jember Ngopi Robusta Bawa dari Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

ARAB SAUDI, RADARJEMBER.ID- Kebiasaan bepergian jauh bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Jember, tidak luput dari bekal kopi untuk menemani perjalanan dan pada saat bersantai. Kebiasaan itu dilakukan oleh jemaah haji asal Jember saat melaksanakan ibadah haji di Makkah.

Mereka dengan sengaja membawa bubuk kopi beserta gula dari Jember. Barang itu bukan termasuk barang yang dilarang untuk dibawa ke Makkah. Mereka tidak bisa berlama-lama tanpa kopi. Karenanya, pada saat ada waktu untuk bersantai, baik di perjalanan atau di lokasi permukiman, mereka tidak lupa menyeduh kopi khas Jember tersebut. Hanya beda tempat saja, untuk rasa tetap tidak berubah layaknya kopi Jember.

Ketua kloter 26, Maijoso, mengatakan, jemaah haji membawa jenis kopi robusta dari Jember. Jenis kopi itu memang murni dari petani Jember. Bukan sasetan, melainkan kopi bubuk yang mereka bawa. “Jemaah bawa kopi kesukaan mereka dari Jember. Mereka nikmati saat waktu santai di Makkah,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Jemaah Haji asal Jember Gemakan Salawat ala Indonesia di Makkah

Rupanya, kopi lokal tiada tanding bagi warga Jember. Termasuk bila dibandingkan dengan kopi yang khas Arab Saudi. Jemaah haji asal Jember tetap memilih kopi bawaan mereka untuk dinikmati saat bersantai. Khasiatnya lebih terasa ketika mencegah kantuk saat melaksanakan ibadah.

“Rasa kopi Arab itu agak pekat dan seperti ada rasa pedasnya, juga sering disajikan tanpa gula,” imbuh Maijoso. Setelah meminum kopi tersebut, seluruh badan terasa hangat. Kopi tersebut seperti ada campuran yang menghangatkan badan. Namun, tidak mengobati kantuk seperti kopi Jember.

- Advertisement -

ARAB SAUDI, RADARJEMBER.ID- Kebiasaan bepergian jauh bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Jember, tidak luput dari bekal kopi untuk menemani perjalanan dan pada saat bersantai. Kebiasaan itu dilakukan oleh jemaah haji asal Jember saat melaksanakan ibadah haji di Makkah.

Mereka dengan sengaja membawa bubuk kopi beserta gula dari Jember. Barang itu bukan termasuk barang yang dilarang untuk dibawa ke Makkah. Mereka tidak bisa berlama-lama tanpa kopi. Karenanya, pada saat ada waktu untuk bersantai, baik di perjalanan atau di lokasi permukiman, mereka tidak lupa menyeduh kopi khas Jember tersebut. Hanya beda tempat saja, untuk rasa tetap tidak berubah layaknya kopi Jember.

Ketua kloter 26, Maijoso, mengatakan, jemaah haji membawa jenis kopi robusta dari Jember. Jenis kopi itu memang murni dari petani Jember. Bukan sasetan, melainkan kopi bubuk yang mereka bawa. “Jemaah bawa kopi kesukaan mereka dari Jember. Mereka nikmati saat waktu santai di Makkah,” katanya.

BACA JUGA: Jemaah Haji asal Jember Gemakan Salawat ala Indonesia di Makkah

Rupanya, kopi lokal tiada tanding bagi warga Jember. Termasuk bila dibandingkan dengan kopi yang khas Arab Saudi. Jemaah haji asal Jember tetap memilih kopi bawaan mereka untuk dinikmati saat bersantai. Khasiatnya lebih terasa ketika mencegah kantuk saat melaksanakan ibadah.

“Rasa kopi Arab itu agak pekat dan seperti ada rasa pedasnya, juga sering disajikan tanpa gula,” imbuh Maijoso. Setelah meminum kopi tersebut, seluruh badan terasa hangat. Kopi tersebut seperti ada campuran yang menghangatkan badan. Namun, tidak mengobati kantuk seperti kopi Jember.

ARAB SAUDI, RADARJEMBER.ID- Kebiasaan bepergian jauh bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Jember, tidak luput dari bekal kopi untuk menemani perjalanan dan pada saat bersantai. Kebiasaan itu dilakukan oleh jemaah haji asal Jember saat melaksanakan ibadah haji di Makkah.

Mereka dengan sengaja membawa bubuk kopi beserta gula dari Jember. Barang itu bukan termasuk barang yang dilarang untuk dibawa ke Makkah. Mereka tidak bisa berlama-lama tanpa kopi. Karenanya, pada saat ada waktu untuk bersantai, baik di perjalanan atau di lokasi permukiman, mereka tidak lupa menyeduh kopi khas Jember tersebut. Hanya beda tempat saja, untuk rasa tetap tidak berubah layaknya kopi Jember.

Ketua kloter 26, Maijoso, mengatakan, jemaah haji membawa jenis kopi robusta dari Jember. Jenis kopi itu memang murni dari petani Jember. Bukan sasetan, melainkan kopi bubuk yang mereka bawa. “Jemaah bawa kopi kesukaan mereka dari Jember. Mereka nikmati saat waktu santai di Makkah,” katanya.

BACA JUGA: Jemaah Haji asal Jember Gemakan Salawat ala Indonesia di Makkah

Rupanya, kopi lokal tiada tanding bagi warga Jember. Termasuk bila dibandingkan dengan kopi yang khas Arab Saudi. Jemaah haji asal Jember tetap memilih kopi bawaan mereka untuk dinikmati saat bersantai. Khasiatnya lebih terasa ketika mencegah kantuk saat melaksanakan ibadah.

“Rasa kopi Arab itu agak pekat dan seperti ada rasa pedasnya, juga sering disajikan tanpa gula,” imbuh Maijoso. Setelah meminum kopi tersebut, seluruh badan terasa hangat. Kopi tersebut seperti ada campuran yang menghangatkan badan. Namun, tidak mengobati kantuk seperti kopi Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/