alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Tingkatkan Keilmuan dan Keimanan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan Ramadan telah tiba, seluruh umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Momentum yang penuh berkah ini juga diharapkan dapat memperbaiki segala sendi kehidupan. Baik dari segi ilmu pengetahuan, maupun keimanan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember KH Abdul Haris. Dia menyampaikan, ibadah puasa bersifat fardu ain. “Ibadah puasa itu wajib bagi seluruh umat Islam,” katanya. Untuk itu, laki-laki dan perempuan yang telah balig harus menata niat dengan baik, demi mempersiapkan puasa selama Ramadan.

Agar di bulan suci ini mendapat berkah, Kiai Haris memberi tips supaya puasa yang dijalankan tidak sia-sia. “Pertama, ilmu menjadi kata kunci. Paling tidak, niatnya benar. Karena dalam ibadah, ibadahnya itu dengan ilmu atau tidak,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, apabila ada warga muslim yang belum mengetahui niat puasa, maka bisa menjadikan momentum puasa untuk kembali menimba ilmu. “Belajar di zaman sekarang sudah sangat mudah. Untuk urusan puasa, bisa bertanya kepada orang-orang yang mengerti di sekitar kita. Di kampung-kampung tanya kepada ustad juga bisa. Jadi, pertama niatnya diluruskan,” beber Haris.

Pentingnya pengetahuan, menurut dia, bisa berpengaruh terhadap ibadah yang dijalankan. Dalam kacamata fiqh, orang yang melaksanakan ibadah harus dengan ilmu dan niat. “Dengan berniat itu sudah ada ilmunya. Maka orang yang melaksanakan ibadah tanpa ilmu, ibadahnya bisa ditolak,” paparnya.

Setelah menata niat berpuasa, maka kewajiban berpuasa bagi setiap warga muslim perlu diimbangi dengan beberapa hal. Di antaranya menjaga lisan dan perbuatan, mata, serta mengendalikan nafsu. “Puasa itu untuk menahan diri. Barang siapa yang bisa menahan, maka akan selamat,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan Ramadan telah tiba, seluruh umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Momentum yang penuh berkah ini juga diharapkan dapat memperbaiki segala sendi kehidupan. Baik dari segi ilmu pengetahuan, maupun keimanan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember KH Abdul Haris. Dia menyampaikan, ibadah puasa bersifat fardu ain. “Ibadah puasa itu wajib bagi seluruh umat Islam,” katanya. Untuk itu, laki-laki dan perempuan yang telah balig harus menata niat dengan baik, demi mempersiapkan puasa selama Ramadan.

Agar di bulan suci ini mendapat berkah, Kiai Haris memberi tips supaya puasa yang dijalankan tidak sia-sia. “Pertama, ilmu menjadi kata kunci. Paling tidak, niatnya benar. Karena dalam ibadah, ibadahnya itu dengan ilmu atau tidak,” ucapnya.

Menurutnya, apabila ada warga muslim yang belum mengetahui niat puasa, maka bisa menjadikan momentum puasa untuk kembali menimba ilmu. “Belajar di zaman sekarang sudah sangat mudah. Untuk urusan puasa, bisa bertanya kepada orang-orang yang mengerti di sekitar kita. Di kampung-kampung tanya kepada ustad juga bisa. Jadi, pertama niatnya diluruskan,” beber Haris.

Pentingnya pengetahuan, menurut dia, bisa berpengaruh terhadap ibadah yang dijalankan. Dalam kacamata fiqh, orang yang melaksanakan ibadah harus dengan ilmu dan niat. “Dengan berniat itu sudah ada ilmunya. Maka orang yang melaksanakan ibadah tanpa ilmu, ibadahnya bisa ditolak,” paparnya.

Setelah menata niat berpuasa, maka kewajiban berpuasa bagi setiap warga muslim perlu diimbangi dengan beberapa hal. Di antaranya menjaga lisan dan perbuatan, mata, serta mengendalikan nafsu. “Puasa itu untuk menahan diri. Barang siapa yang bisa menahan, maka akan selamat,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bulan Ramadan telah tiba, seluruh umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Momentum yang penuh berkah ini juga diharapkan dapat memperbaiki segala sendi kehidupan. Baik dari segi ilmu pengetahuan, maupun keimanan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember KH Abdul Haris. Dia menyampaikan, ibadah puasa bersifat fardu ain. “Ibadah puasa itu wajib bagi seluruh umat Islam,” katanya. Untuk itu, laki-laki dan perempuan yang telah balig harus menata niat dengan baik, demi mempersiapkan puasa selama Ramadan.

Agar di bulan suci ini mendapat berkah, Kiai Haris memberi tips supaya puasa yang dijalankan tidak sia-sia. “Pertama, ilmu menjadi kata kunci. Paling tidak, niatnya benar. Karena dalam ibadah, ibadahnya itu dengan ilmu atau tidak,” ucapnya.

Menurutnya, apabila ada warga muslim yang belum mengetahui niat puasa, maka bisa menjadikan momentum puasa untuk kembali menimba ilmu. “Belajar di zaman sekarang sudah sangat mudah. Untuk urusan puasa, bisa bertanya kepada orang-orang yang mengerti di sekitar kita. Di kampung-kampung tanya kepada ustad juga bisa. Jadi, pertama niatnya diluruskan,” beber Haris.

Pentingnya pengetahuan, menurut dia, bisa berpengaruh terhadap ibadah yang dijalankan. Dalam kacamata fiqh, orang yang melaksanakan ibadah harus dengan ilmu dan niat. “Dengan berniat itu sudah ada ilmunya. Maka orang yang melaksanakan ibadah tanpa ilmu, ibadahnya bisa ditolak,” paparnya.

Setelah menata niat berpuasa, maka kewajiban berpuasa bagi setiap warga muslim perlu diimbangi dengan beberapa hal. Di antaranya menjaga lisan dan perbuatan, mata, serta mengendalikan nafsu. “Puasa itu untuk menahan diri. Barang siapa yang bisa menahan, maka akan selamat,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/