alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Harus Tetap Bugar meski Berpuasa

Terapkan Pola Makan Bergizi dan Seimbang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Jember juga perlu memperhatikan pemenuhan makanan yang bergizi, beragam, dan seimbang selama berpuasa. Meski pemenuhannya terbatas, yakni pada saat berbuka, malam hari, dan menjelang sahur, masyarakat Jember perlu cerdas dalam memenuhi asupan makanan itu.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unej Dr Farida Wahyu Ningtyias menjelaskan bahwa pemenuhan makanan bergizi itu dapat tercukupi dengan mengonsumsi zat gizi yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. “Itu bisa kita dapatkan dari makanan pokok, lauk-pauk, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah,” terangnya.

Selanjutnya adalah beragam. Menurut Farida, masyarakat Jember tak harus melulu terpaku pada satu macam makanan. “Kalau bisa, harus ada perubahan menu yang dikonsumsi setiap hari. Selain itu, pemenuhan kebutuhan gizinya harus seimbang dan tidak boleh salah satu macam saja. Dengan begitu, seluruh asupan makanan yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menegaskan bahwa masyarakat perlu menghindari makanan yang tinggi akan kandungan lemak. Salah satunya adalah makanan bersantan. “Perlu dihindari pada saat buka puasa dan sahur untuk menghindari rasa begah pada perut,” terangnya. Dengan begitu, seseorang bisa melakukan aktivitas pasca-berbuka puasa dan menjalankan ibadah puasa tanpa mengalami masalah perut.

Selain makanan bersantan, dia mengimbau masyarakat Jember untuk tidak mengonsumsi kopi pada saat sahur. Sebab, kopi merupakan minuman yang bersifat diuretik, dan dampaknya seseorang akan sering buang air kecil. Jika hal tersebut terjadi, otomatis cairan tubuh bakal banyak berkurang. “Kalau sampai dehidrasi, tentu saja akan menyulitkan seseorang menjalankan ibadah puasa,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Jember juga perlu memperhatikan pemenuhan makanan yang bergizi, beragam, dan seimbang selama berpuasa. Meski pemenuhannya terbatas, yakni pada saat berbuka, malam hari, dan menjelang sahur, masyarakat Jember perlu cerdas dalam memenuhi asupan makanan itu.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unej Dr Farida Wahyu Ningtyias menjelaskan bahwa pemenuhan makanan bergizi itu dapat tercukupi dengan mengonsumsi zat gizi yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. “Itu bisa kita dapatkan dari makanan pokok, lauk-pauk, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah,” terangnya.

Selanjutnya adalah beragam. Menurut Farida, masyarakat Jember tak harus melulu terpaku pada satu macam makanan. “Kalau bisa, harus ada perubahan menu yang dikonsumsi setiap hari. Selain itu, pemenuhan kebutuhan gizinya harus seimbang dan tidak boleh salah satu macam saja. Dengan begitu, seluruh asupan makanan yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi,” paparnya.

Dia menegaskan bahwa masyarakat perlu menghindari makanan yang tinggi akan kandungan lemak. Salah satunya adalah makanan bersantan. “Perlu dihindari pada saat buka puasa dan sahur untuk menghindari rasa begah pada perut,” terangnya. Dengan begitu, seseorang bisa melakukan aktivitas pasca-berbuka puasa dan menjalankan ibadah puasa tanpa mengalami masalah perut.

Selain makanan bersantan, dia mengimbau masyarakat Jember untuk tidak mengonsumsi kopi pada saat sahur. Sebab, kopi merupakan minuman yang bersifat diuretik, dan dampaknya seseorang akan sering buang air kecil. Jika hal tersebut terjadi, otomatis cairan tubuh bakal banyak berkurang. “Kalau sampai dehidrasi, tentu saja akan menyulitkan seseorang menjalankan ibadah puasa,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Jember juga perlu memperhatikan pemenuhan makanan yang bergizi, beragam, dan seimbang selama berpuasa. Meski pemenuhannya terbatas, yakni pada saat berbuka, malam hari, dan menjelang sahur, masyarakat Jember perlu cerdas dalam memenuhi asupan makanan itu.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unej Dr Farida Wahyu Ningtyias menjelaskan bahwa pemenuhan makanan bergizi itu dapat tercukupi dengan mengonsumsi zat gizi yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. “Itu bisa kita dapatkan dari makanan pokok, lauk-pauk, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah,” terangnya.

Selanjutnya adalah beragam. Menurut Farida, masyarakat Jember tak harus melulu terpaku pada satu macam makanan. “Kalau bisa, harus ada perubahan menu yang dikonsumsi setiap hari. Selain itu, pemenuhan kebutuhan gizinya harus seimbang dan tidak boleh salah satu macam saja. Dengan begitu, seluruh asupan makanan yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi,” paparnya.

Dia menegaskan bahwa masyarakat perlu menghindari makanan yang tinggi akan kandungan lemak. Salah satunya adalah makanan bersantan. “Perlu dihindari pada saat buka puasa dan sahur untuk menghindari rasa begah pada perut,” terangnya. Dengan begitu, seseorang bisa melakukan aktivitas pasca-berbuka puasa dan menjalankan ibadah puasa tanpa mengalami masalah perut.

Selain makanan bersantan, dia mengimbau masyarakat Jember untuk tidak mengonsumsi kopi pada saat sahur. Sebab, kopi merupakan minuman yang bersifat diuretik, dan dampaknya seseorang akan sering buang air kecil. Jika hal tersebut terjadi, otomatis cairan tubuh bakal banyak berkurang. “Kalau sampai dehidrasi, tentu saja akan menyulitkan seseorang menjalankan ibadah puasa,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/