alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Ketupat, Makanan Khas Lebaran yang Tak Tergantikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tak tahu ketupat? Makanan berbahan dasar beras yang direbus kemudian dibungkus menggunakan daun kelapa itu. Hampir seluruh masyarakat, terutama di Jember, menyiapkan hidangan tradisional ini pada setiap momentum Idul Fitri. Bahkan, tak afdol rasanya, jika saat Lebaran tidak ada makanan bertekstur lembut tersebut.

Seperti yang disampaikan Alfiyatul Hasanah. Kata dia, sudah menjadi tradisi keluarga, setiap Lebaran harus ada ketupat di meja makannya. Apalagi saat hari pertama Lebaran, momen silaturahmi dan berkumpulnya keluarga serta makan bersama.

“Tidak Lebaran kalau tidak ada ketupatnya. Biasanya, nanti didampingi opor sama semur,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya Alfiyah, nampaknya banyak warga lain yang masih setia melakukan tradisi tersebut. Hal itu juga memengaruhi penjualan ketupat di pasaran. Seperti yang dialami Wasilah, salah seorang penjual ketupat di Pasar Tanjung. Dia mengaku kebanjiran pembeli sejak dua hari sebelum Lebaran.

Dari tahun ke tahun, ketupat selalu menjadi makanan yang diburu masyarakat. Meski telah banyak makanan modern yang mungkin rasanya tak kalah enak. Bahkan pada saat pandemi seperti saat ini, masyarakat tetap membeli ketupat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tak tahu ketupat? Makanan berbahan dasar beras yang direbus kemudian dibungkus menggunakan daun kelapa itu. Hampir seluruh masyarakat, terutama di Jember, menyiapkan hidangan tradisional ini pada setiap momentum Idul Fitri. Bahkan, tak afdol rasanya, jika saat Lebaran tidak ada makanan bertekstur lembut tersebut.

Seperti yang disampaikan Alfiyatul Hasanah. Kata dia, sudah menjadi tradisi keluarga, setiap Lebaran harus ada ketupat di meja makannya. Apalagi saat hari pertama Lebaran, momen silaturahmi dan berkumpulnya keluarga serta makan bersama.

“Tidak Lebaran kalau tidak ada ketupatnya. Biasanya, nanti didampingi opor sama semur,” ungkapnya.

Tak hanya Alfiyah, nampaknya banyak warga lain yang masih setia melakukan tradisi tersebut. Hal itu juga memengaruhi penjualan ketupat di pasaran. Seperti yang dialami Wasilah, salah seorang penjual ketupat di Pasar Tanjung. Dia mengaku kebanjiran pembeli sejak dua hari sebelum Lebaran.

Dari tahun ke tahun, ketupat selalu menjadi makanan yang diburu masyarakat. Meski telah banyak makanan modern yang mungkin rasanya tak kalah enak. Bahkan pada saat pandemi seperti saat ini, masyarakat tetap membeli ketupat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tak tahu ketupat? Makanan berbahan dasar beras yang direbus kemudian dibungkus menggunakan daun kelapa itu. Hampir seluruh masyarakat, terutama di Jember, menyiapkan hidangan tradisional ini pada setiap momentum Idul Fitri. Bahkan, tak afdol rasanya, jika saat Lebaran tidak ada makanan bertekstur lembut tersebut.

Seperti yang disampaikan Alfiyatul Hasanah. Kata dia, sudah menjadi tradisi keluarga, setiap Lebaran harus ada ketupat di meja makannya. Apalagi saat hari pertama Lebaran, momen silaturahmi dan berkumpulnya keluarga serta makan bersama.

“Tidak Lebaran kalau tidak ada ketupatnya. Biasanya, nanti didampingi opor sama semur,” ungkapnya.

Tak hanya Alfiyah, nampaknya banyak warga lain yang masih setia melakukan tradisi tersebut. Hal itu juga memengaruhi penjualan ketupat di pasaran. Seperti yang dialami Wasilah, salah seorang penjual ketupat di Pasar Tanjung. Dia mengaku kebanjiran pembeli sejak dua hari sebelum Lebaran.

Dari tahun ke tahun, ketupat selalu menjadi makanan yang diburu masyarakat. Meski telah banyak makanan modern yang mungkin rasanya tak kalah enak. Bahkan pada saat pandemi seperti saat ini, masyarakat tetap membeli ketupat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/