alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tradisi Nyekar, Bagian dari Penghormatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap orang pasti akan meninggal dunia. Tak mengenal profesi petani, pengusaha, pejabat, atau siapa pun. Nah, dalam Islam di Indonesia dan Jember, ada tradisi nyekar yang sampai sekarang dilakukan oleh banyak orang. Yaitu mendatangi makam keluarga, baik orang tua, anak, maupun kerabat.

Tradisi ini pada umumnya banyak dilakukan warga menjelang puasa Ramadan. Seperti yang terlihat di pemakaman Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, kemarin (12/4). Ada banyak keluarga yang datang ke lokasi itu untuk sekadar berdoa dan mendoakan keluarga mereka yang lebih dulu meninggal dunia.

Tomisah, salah seorang warga, menyebut, dirinya sudah rutin datang ke makam itu untuk berdoa. Dikatakannya, kedatangannya ke makam orang tuanya sebagai bagian dari penghormatan. Sebab, tidak setiap orang akan ingat pada mereka yang sudah meninggal. “Sudah tradisi untuk mendoakan orang tua dan keluarga yang meninggal,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Afiasari, warga lainnya, juga mengaku mendatangi makam keluarganya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, itu dilakukan untuk mendoakan keluarganya. “Berdoa di makam untuk keluarga yang meninggal,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia kerap datang ke makam juga untuk mengingatkan bahwa siapa saja nantinya akan meninggal dunia. “Tidak ada yang tahu umur manusia. Dengan datang ke makam, setidaknya bisa menyadari bahwa semua manusia akan mati,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap orang pasti akan meninggal dunia. Tak mengenal profesi petani, pengusaha, pejabat, atau siapa pun. Nah, dalam Islam di Indonesia dan Jember, ada tradisi nyekar yang sampai sekarang dilakukan oleh banyak orang. Yaitu mendatangi makam keluarga, baik orang tua, anak, maupun kerabat.

Tradisi ini pada umumnya banyak dilakukan warga menjelang puasa Ramadan. Seperti yang terlihat di pemakaman Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, kemarin (12/4). Ada banyak keluarga yang datang ke lokasi itu untuk sekadar berdoa dan mendoakan keluarga mereka yang lebih dulu meninggal dunia.

Tomisah, salah seorang warga, menyebut, dirinya sudah rutin datang ke makam itu untuk berdoa. Dikatakannya, kedatangannya ke makam orang tuanya sebagai bagian dari penghormatan. Sebab, tidak setiap orang akan ingat pada mereka yang sudah meninggal. “Sudah tradisi untuk mendoakan orang tua dan keluarga yang meninggal,” ucapnya.

Sementara itu, Afiasari, warga lainnya, juga mengaku mendatangi makam keluarganya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, itu dilakukan untuk mendoakan keluarganya. “Berdoa di makam untuk keluarga yang meninggal,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia kerap datang ke makam juga untuk mengingatkan bahwa siapa saja nantinya akan meninggal dunia. “Tidak ada yang tahu umur manusia. Dengan datang ke makam, setidaknya bisa menyadari bahwa semua manusia akan mati,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap orang pasti akan meninggal dunia. Tak mengenal profesi petani, pengusaha, pejabat, atau siapa pun. Nah, dalam Islam di Indonesia dan Jember, ada tradisi nyekar yang sampai sekarang dilakukan oleh banyak orang. Yaitu mendatangi makam keluarga, baik orang tua, anak, maupun kerabat.

Tradisi ini pada umumnya banyak dilakukan warga menjelang puasa Ramadan. Seperti yang terlihat di pemakaman Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, kemarin (12/4). Ada banyak keluarga yang datang ke lokasi itu untuk sekadar berdoa dan mendoakan keluarga mereka yang lebih dulu meninggal dunia.

Tomisah, salah seorang warga, menyebut, dirinya sudah rutin datang ke makam itu untuk berdoa. Dikatakannya, kedatangannya ke makam orang tuanya sebagai bagian dari penghormatan. Sebab, tidak setiap orang akan ingat pada mereka yang sudah meninggal. “Sudah tradisi untuk mendoakan orang tua dan keluarga yang meninggal,” ucapnya.

Sementara itu, Afiasari, warga lainnya, juga mengaku mendatangi makam keluarganya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, itu dilakukan untuk mendoakan keluarganya. “Berdoa di makam untuk keluarga yang meninggal,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia kerap datang ke makam juga untuk mengingatkan bahwa siapa saja nantinya akan meninggal dunia. “Tidak ada yang tahu umur manusia. Dengan datang ke makam, setidaknya bisa menyadari bahwa semua manusia akan mati,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/