alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Puasa Hari Pertama, Awe-Awe di Gumitir Masih Sepi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi kebiasaan, memasuki bulan Ramadan jalur gumitir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, selalu dipadati peminta-minta kepada pengendara. Masyarakat menyebutnya dengan awe-awe yang didominasi perempuan.

Rata-rata usia mereka sudah di atas 50 tahun, meski ada juga yang masih muda. Bahkan, agar banyak pengguna jalan yang iba, ibu-ibu itu kadang ditemani seorang anak yang masih kecil. Bocah-bocah itu ada juga yang turut melambaikan tangan ke setiap pengguna jalan yang melintas.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sebelum beroperasi ketika Ramadan, jauh hari awe-awe itu sudah menyiapkan tempat. Mereka membersihkan lokasi di pinggir jalan yang dinilainya strategis. Biasanya tepat di jalur tikungan. Agar ketika ada pengendara motor dan mobil yang melempar uang receh bisa kelihatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hanya saja, hari pertama puasa ini aktivitas awe-awe masih terlihat sepi dan bisa dihitung dengan jari. Mulai memasuki jalur Gumitir hingga perbatasan dengan Kalibaru, Banyuwangi, hanya ada sekitar enam orang saja.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi kebiasaan, memasuki bulan Ramadan jalur gumitir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, selalu dipadati peminta-minta kepada pengendara. Masyarakat menyebutnya dengan awe-awe yang didominasi perempuan.

Rata-rata usia mereka sudah di atas 50 tahun, meski ada juga yang masih muda. Bahkan, agar banyak pengguna jalan yang iba, ibu-ibu itu kadang ditemani seorang anak yang masih kecil. Bocah-bocah itu ada juga yang turut melambaikan tangan ke setiap pengguna jalan yang melintas.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sebelum beroperasi ketika Ramadan, jauh hari awe-awe itu sudah menyiapkan tempat. Mereka membersihkan lokasi di pinggir jalan yang dinilainya strategis. Biasanya tepat di jalur tikungan. Agar ketika ada pengendara motor dan mobil yang melempar uang receh bisa kelihatan.

Hanya saja, hari pertama puasa ini aktivitas awe-awe masih terlihat sepi dan bisa dihitung dengan jari. Mulai memasuki jalur Gumitir hingga perbatasan dengan Kalibaru, Banyuwangi, hanya ada sekitar enam orang saja.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi kebiasaan, memasuki bulan Ramadan jalur gumitir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, selalu dipadati peminta-minta kepada pengendara. Masyarakat menyebutnya dengan awe-awe yang didominasi perempuan.

Rata-rata usia mereka sudah di atas 50 tahun, meski ada juga yang masih muda. Bahkan, agar banyak pengguna jalan yang iba, ibu-ibu itu kadang ditemani seorang anak yang masih kecil. Bocah-bocah itu ada juga yang turut melambaikan tangan ke setiap pengguna jalan yang melintas.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sebelum beroperasi ketika Ramadan, jauh hari awe-awe itu sudah menyiapkan tempat. Mereka membersihkan lokasi di pinggir jalan yang dinilainya strategis. Biasanya tepat di jalur tikungan. Agar ketika ada pengendara motor dan mobil yang melempar uang receh bisa kelihatan.

Hanya saja, hari pertama puasa ini aktivitas awe-awe masih terlihat sepi dan bisa dihitung dengan jari. Mulai memasuki jalur Gumitir hingga perbatasan dengan Kalibaru, Banyuwangi, hanya ada sekitar enam orang saja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/