alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Tak Ada Penutupan Pasar Jelang Lebaran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran tinggal menghitung hari. Tapi, pandemi Covid-19 belum berakhir. Seperti kita ketahui, pada Lebaran tahun lalu pemerintah melakukan gebrakan dengan menutup sejumlah pusat perbelanjaan, mall hingga pasar tradisional, untuk menekan persebaran Covid-19. Tepatnya pada 23 hingga 29 Mei 2020.

Kepala Pasar Tanjung Mistarinto menjelaskan bahwa hal itu tentu saja merugikan para pedagang pasar. Menurut dia, pandemi tahun lalu begitu memukul perekonomian Kabupaten Jember. Tak jarang, pendapatan para pedagang itu turun secara drastis jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Tak habis di situ. Mereka juga harus dipusingkan dengan penutupan pasar. “Tak sedikit yang mengeluh saat pasar ditutup,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Belum lagi, saat itu merupakan H-3 Lebaran. Biasanya, daya jual akan meningkat mendekati Lebaran. “Sebab, banyak orang yang mempersiapkan diri dengan membeli bahan-bahan untuk masak saat Idul Fitri,” tuturnya. Luput, ratusan bahkan ribuan pedagang harus gigit jari.

Lalu, bagaimana dengan Lebaran kali ini? Apakah pasar akan kembali ditutup? Mengingat, pandemi masih menjadi momok bagi masyarakat Jember. Terutama di pasar yang memiliki tingkat risiko persebaran Covid-19 tinggi.

Mewakili Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Widodo Julianto, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Eko Wahyu Septantono menjelaskan bahwa Lebaran kali ini diprediksi tidak akan ada penutupan seperti tahun lalu. “Kalau penutupan tidak ada, tapi hanya pembatasan pengunjung saja,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran tinggal menghitung hari. Tapi, pandemi Covid-19 belum berakhir. Seperti kita ketahui, pada Lebaran tahun lalu pemerintah melakukan gebrakan dengan menutup sejumlah pusat perbelanjaan, mall hingga pasar tradisional, untuk menekan persebaran Covid-19. Tepatnya pada 23 hingga 29 Mei 2020.

Kepala Pasar Tanjung Mistarinto menjelaskan bahwa hal itu tentu saja merugikan para pedagang pasar. Menurut dia, pandemi tahun lalu begitu memukul perekonomian Kabupaten Jember. Tak jarang, pendapatan para pedagang itu turun secara drastis jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Tak habis di situ. Mereka juga harus dipusingkan dengan penutupan pasar. “Tak sedikit yang mengeluh saat pasar ditutup,” lanjutnya.

Belum lagi, saat itu merupakan H-3 Lebaran. Biasanya, daya jual akan meningkat mendekati Lebaran. “Sebab, banyak orang yang mempersiapkan diri dengan membeli bahan-bahan untuk masak saat Idul Fitri,” tuturnya. Luput, ratusan bahkan ribuan pedagang harus gigit jari.

Lalu, bagaimana dengan Lebaran kali ini? Apakah pasar akan kembali ditutup? Mengingat, pandemi masih menjadi momok bagi masyarakat Jember. Terutama di pasar yang memiliki tingkat risiko persebaran Covid-19 tinggi.

Mewakili Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Widodo Julianto, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Eko Wahyu Septantono menjelaskan bahwa Lebaran kali ini diprediksi tidak akan ada penutupan seperti tahun lalu. “Kalau penutupan tidak ada, tapi hanya pembatasan pengunjung saja,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran tinggal menghitung hari. Tapi, pandemi Covid-19 belum berakhir. Seperti kita ketahui, pada Lebaran tahun lalu pemerintah melakukan gebrakan dengan menutup sejumlah pusat perbelanjaan, mall hingga pasar tradisional, untuk menekan persebaran Covid-19. Tepatnya pada 23 hingga 29 Mei 2020.

Kepala Pasar Tanjung Mistarinto menjelaskan bahwa hal itu tentu saja merugikan para pedagang pasar. Menurut dia, pandemi tahun lalu begitu memukul perekonomian Kabupaten Jember. Tak jarang, pendapatan para pedagang itu turun secara drastis jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Tak habis di situ. Mereka juga harus dipusingkan dengan penutupan pasar. “Tak sedikit yang mengeluh saat pasar ditutup,” lanjutnya.

Belum lagi, saat itu merupakan H-3 Lebaran. Biasanya, daya jual akan meningkat mendekati Lebaran. “Sebab, banyak orang yang mempersiapkan diri dengan membeli bahan-bahan untuk masak saat Idul Fitri,” tuturnya. Luput, ratusan bahkan ribuan pedagang harus gigit jari.

Lalu, bagaimana dengan Lebaran kali ini? Apakah pasar akan kembali ditutup? Mengingat, pandemi masih menjadi momok bagi masyarakat Jember. Terutama di pasar yang memiliki tingkat risiko persebaran Covid-19 tinggi.

Mewakili Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Widodo Julianto, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Eko Wahyu Septantono menjelaskan bahwa Lebaran kali ini diprediksi tidak akan ada penutupan seperti tahun lalu. “Kalau penutupan tidak ada, tapi hanya pembatasan pengunjung saja,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/