Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Latih Dosen Hindari Plagiasi

Selasa, 31 Jul 2018 20:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

Workshop, Anti Plagiasi, Dosen, Unej,

CEGAH PLAGIASI: Sejumlah dosen dan mahasiswa Unej saat mengikuti workshop tentang penelitian (Rachmat for Radar Jember)

Plagiasi yang dilakukan di perguruan tinggi bisa merusak citra lembaga tersebut. Para dosen dan mahasiswa harus dibentengi agar tidak terjebak pada plagiasi. Sebab, tindakan plagiasi mampu memandulkan penelitian pada dosen dan mahasiswa. 

“Plagiasi menghambat kemajuan perguruan tinggi,” kata Rachmat Hidayat, ketua program studi Magister Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember. Hal itu disampaikan dalam workshop dengan tema Peningkatan Kualitas Dosen dan Mahasiswa Melalui Pelatihan Endnote dan Turnitin di ruang 131 Fisip Unej, kemarin (27/7).

Menurut dia,  plagiarisme  sangat seperti racun yang akan menghambat kemajuan penelitian di suatu perguruan tinggi. Sebab plagiasi merupakan pengulangan dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. “Mana mungkin bisa berkembang penelitiannya jika isinya hanya pengulangan dari penelitian yang sudah ada,” terangnya.

Dia menjelaskan perguruan tinggi harus memiliki mekanisme atau sistem yang dapat mengurangi dan menekan plagiarisme di kalangan akademisi. Salah satu upaya yang dilakukannya adalah peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa melalui workshop dan pelatihan. “Ini perlu untuk terus digalakkan untuk mencegah plagiasi,” jelasnya. 

Rachmat  memberikan pelatihan kepada para mahasiswa dan dosen. Terutama cara  mengutip dengan mudah, tepat dan sesuai kaidah yang berlaku . yakni dengan menggunakan aplikasi Turnitin, dosen dapat mengecek orisinalitas artikel dari mahasiswanya. 

Rachmat menambahkan dosen dan mahasiswa memiliki minat yang cukup besar untuk belajar tentang penelitian. Terbukti pelatihan yang digelarnya, dihadiri peserta yang cukup banyak dari kalangan dosen ataupun mahasiswa pascasarjana. “Target kami sebenarnya hanya 50 peserta ternyata pesertanya sejak kemarin lebih dari 100 orang,” tandasnya. 

(jr/gus/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia