Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Nggak Diberi Duit, Pengamen Ngamuk

Selasa, 31 Jul 2018 19:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

Pengamen, Ngamuk, Satpol PP,

MEMELAS: Nata Setiawan saat diinterograsi perihal ulahnya yang suka marah-marah jika tak dikasih uang. (Khawas Auskarni/Radar Semeru)

Akibat kerap mengamuk saat tidak diberi uang, seorang pengamen muda akhirnya dikeler ke markas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lumajang. Pengamen jalanan yang ternyata berasal dari Kabupaten Mojokerto sudah sekitar satu bulan terakhir beraktivitas dan tidur di areal Alun-Alun Lumajang. 

Saat diperiksa di Markas Satpol PP Lumajang, remaja yang lahir pada 17 Agustus 1994 itu mengaku bernama Nata Setiawan, asal Desa Trowulan, Kecamatan Pakem, Kabupaten Mojokerto. Dia sampai ke Lumajang dengan menumpang bus umum seorang diri. 

Kepala Satuan Polisi Pamong  Praja Kabupaten Lumajang, Basuni menyampaikan, penangkapan itu berlangsung saat banyak rombongan pengantar haji berada di Alun-alun Lumajang. Sejumlah ibu-ibu tiba-tiba wadul ke anggota Pol PP yang berjaga di kompleks alun-alun lantaran baru saja dimaki-maki pengamen muda. 

Alasannya, hanya karena mereka enggan memberi duit ke si pengamen. "Kebetulan, kemarin banyak rombongan pengantar calon jemaah haji yang duduk-duduk di alun-alun sembari menunggu pemberangkatan calon jemaah haji,” terang Basuni.

Setelah mendapat laporan, beberapa anggota Pol PP yang sedang berjaga di alun-alun langsung mendatangi pemuda tersebut. Karena dianggap meresahkan, dia dibawa dengan kendaraan Pol PP menuju markas. Saat diperiksa dan disuruh copot baju, badannya penuh tato. 

Basuni mengaku, pemuda asal Mojokerto itu sudah sejak awal tiba di Lumajang hampir selalu memaki-maki saat tidak diberi uang. Tidak punya teman. Namun demikian, kondisi kejiwaan dalam keadaan waras.

Usai diperiksa, Nata langsung diantar pulang. Sebelum itu, dia diperintahkan mendatangi surat pernyataan tidak akan masuk lagi ke wilayah Lumajang. "Apabila kembali lagi ke Lumajang, kemudian tertangkap, maka anggota kami akan memberi sangsi lebih tegas," ucap Basuni. 

Basuni menambahkan, sebenarnya pihaknya berkewajiban untuk menertibkan pengamen jalanan seperti Nat, kendati tidak marah-marah, ataupun tanpa laporan. Hanya saja, selama ini keberadaan Nata di alun-alun tidak teridentifikasi anggotanya. 

(jr/was/das/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia