Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Akibat Nekat Melaut, Jukung Terjebak Ombak

Selasa, 31 Jul 2018 19:30 | editor : Dzikri Abdi Setia

Nelayan, Puger, Jukung, Ombak Tinggi, Pantai Selatan,

SUSAH PULANG: Beberapa jukung dan perahu milik nelayan hanya muter-muter di tengah, karena kerepotan saat akan memasuki jalur Plawangan setelah pulang dari melaut. (Jumai/Radar Jember)

Meski ombak masih tinggi, namun sebagian nelayan di Kecamatan Puger masih nekat melaut. Akibatnya, kecelakaan laut kembali terjadi di jalur Plawangan, Pantai Pancer. Kali ini, petaka itu menimpa sebuah jukung jenis speed milik Hasan, 31, warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, yang terbalik saat pulang dari melaut. 

Tak korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi, Senin (30/7), sekira pukul 07.30 tersebut. Dua awak jukung, Hasan yang sekaligus menjadi nakhoda, serta Romli, 36, warga Desa Puger Kulon, berhasil selamat dari maut setelah ditolong nelayan lain. Nelayan itu juga sama-sama hendak pulang dari melaut, dan menuju di area tambatan perahu yang berada di muara Sungai Bedadung. 

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, sebenarnya sebelum Hasan bersama Romli melintasi jalur Plawangan yang terkenal ganas tersebut, mereka terlihat menunggu momen yang tepat sampai gelombang dan ombak mereda. Setelah merasa aman karena dan tidak ada ombak besar, Hasan kemudian tancap gas memacu mesin jukungnya. 

Namun nahas, saat melintas di Plawangan perahu mereka dihantam ombak dari arah belakang. Akibatnya, jukung yang berukuran relatif kecil itu langsung terangkat dan terbalik. Seluruh ikan hasil tangkapan semalam tumpah semua. Sedangkan nakhoda dan ABK terlempar ke laut. “Beruntung, pemilik jukung serta ABK-nya bisa berenang dan berhasil ditolong oleh nelayan lain yang belum masuk ke jalur Plawangan,” terang AKP Hari Pamuji, Kasatpol Air Polres Jember, saat dihubungi terpisah.

Menurut dia, sebenarnya petugas polair, polsek dan pihak keamanan laut (kamla) dari TNI AL, telah mengimbau agar sementara waktu para nelayan tidak pergi melaut. Itu karena ombak terlihat masih cukup besar. Sehingga rawan terjadi kecelakaan. 

Bahkan, sambung dia, imbauan itu tak hanya disebarkan melalui pesan WhatsApp saja kepada para nelayan, tapi juga melalui selebaran yang ditempelkan di TPI Puger. “Selain itu di sekitar dermaga juga ada bendera hitam ukuran besar yang dipasang di tiang besi. Ini merupakan rambu agar para nelayan tak melaut,” ujar Hari

Namun, karena imbauan itu tak diindahkan, sehingga mengakibatkan kecelakaan laut kembali terjadi. Tak hanya itu, puluhan nelayan lain yang menggunakan jukung dan perahu, juga terlihat masih terjebak di tengah laut. Mereka terhalang ombak yang terus membesar, sehingga mereka hanya berputar-putar di tengah laut, sambil menunggu ombak mereda. 

(jr/jum/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia