Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Burung Diamankan, Pemiliknya Kabur

Selasa, 31 Jul 2018 19:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Satwa Dilindungi, Polres Lumajang,

PRIHATIN: Barang bukti beberapa satwa liar jenis burung yang diamankan dari rumah MT (Polres Lumajang for RAME)

Satreskrim Polres Lumajang gagal menangkap terduga pelaku bisnis satwa dilindungi. Saat penggerebekan, polisi hanya mendapati beberapa burung langka yang terlarang diperjualbelikan. 

Penggerebekan dilakukan di rumah MT (terduga pelaku bisnis satwa liar) di Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kamis sore (26/7). Beberapa hari sebelumnya, sejumlah tetangga melihat MT sedang bertransaksi satwa liar, sebelum kemudian melaporkannya ke polisi.

Namun sepertinya MT mengendus rencana polisi. Dia raib saat penggerebekan berlangsung. Di dalam rumahnya hanya didapati seekor burung rangkong dan empat ekor elang alap-alap. "Semua burung itu masuk daftar satwa dilindungi, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar," terang Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran. 

Menurut Hasran, MT tergabung dalam jaringan besar. Dia merupakan anggota sindikat bisnis satwa dilindungi, yang dalam memasarkan kerap memanfaatkan media sosial facebook. 

Lebih lanjut Hasran menjelaskan, MT terancam pidana 5 tahun penjara, dan denda Rp 100 juta jika nantinya tertangkap. Sebab, dia telah sengaja menangkap, menyimpan, memiliki, memelihara, serta memperjualbelikan satwa dilindungi. "Terduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya," papar Hasran. 

Dalam catatan Polres Lumajang, lanjut Hasran, MT sempat tersangkut penyalahgunaan narkoba dan dijebloskan ke penjara. Pria yang saat ini menjadi DPO Satreskrim Polres Lumajang itu baru bebas tiga bulan lalu. 

Kemarin (27/7) barang bukti satwa liar yang diamankan polisi telah diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Selanjutnya, satwa liar tersebut akan dikembalikan ke tempat seharusnya. 

(jr/was/das/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia