Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Baru Keluar Lapas, Residivis Diringkus Lagi

Selasa, 31 Jul 2018 19:01 | editor : Dzikri Abdi Setia

Curi HP, Residivis, Polres Jember,

TAK BERKUTIK: Dua tersangka pencuri HP ini diminta menunjukkan BB yang dicuri dari rumah Agus Fitriono, 36, warga Dusun Krajan, Desa Andongrejo, Tempurejo. (Kapolsek For Radar Jember)

Baru keluar dari Lapas kelas IIA Jember, tak membuat jera para pelaku kejahatan. Seperti yang dilakukan Hendro Nadia, 46, warga Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu. Dia akhirnya diringkus anggota Reskrim Polsek Tempurejo, setelah terbukti melakukan pencurian HP. 

Tidak hanya Hendro yang diringkus, tetapi polisi juga menangkap Joko Karyono, 22, warga Dusun Krajan, Desa Andongerje, Kecamatan Tempurejo. Keduanya diringkus karena diduga melakukan pencurian 5 buah HP di rumah Agus Fitriono, 36, Dusun Krajan RT 002/RW 004, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo pada 28 Mei 2018 lalu.

Awalnya, polisi memang belum berani menangkap kedua pelaku karena belum ada BB. Tetapi setelah menemukan barang bukti, polisi baru mencari keberadaan pelaku. “Setelah mendapat informasi bahwa pelaku ada di rumahnya, langsung dilakukan penangkapan,” ujar AKP Suhartanto, Kapolsek Tempurejo.

Menurut pengakuannya, dua tersangka ini masuk ke dalam rumah korban dengan cara menaiki tembok. Keduanya mempunyai cara tersendiri, karena tidak ada tangga untuk naik ke atas tembok, maka saling ‘panggulan’. Setelah berhasil naik ke atas tembok, pelaku masuk kamar korban dengan leluasa. “Saat kedua pelaku ini masuk, korban bersama istrinya pergi salat ke masjid yang tidak jauh dari rumahnya,” ujar kapolsek.

Setelah berhasil menggasak lima buah HP, pelaku langsung keluar melalui tempat yang sama, yakni menaiki tembok. Tetapi keduanya bukan saling panggul-panggulan lagi. Melainkan menggunakan tangga aluminium milik korban yang diambil dari dapurnya.

Menurut Sutanto, tersangka Hendro ini juga pernah mendekam di Lapas kelas II A Jember karena kasus pencurian sepeda motor. Selain itu, pernah mencuri kotak amal di masjid Andongrejo yang berisi uang Rp 600 ribu. ”Uang hasil pencurian kotak amal juga dibagi sama tersangka Joko ini,” jelasnya. 

(jr/jum/das/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia