Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Kembangkan Pusat Iptek Bioteknologi

Jumat, 27 Jul 2018 16:25 | editor : Dzikri Abdi Setia

Universitas Jember, Workshop,

WORKSHOP TANAMAN INDUSTRI: Yudho Baskoro, Koordinator PUI Kemenristekdikti saat menjadi pemateri dalam workshop (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Universitas Jember berencana membangun Pusat Unggulan Institusi-Perguruan Tinggi (PUI-PT) Bioteknologi Tanaman Industri. Pengembangan ini dilakukan pada tanaman tebu, padi, dan singkong, kemudian dilanjutkan pada bidang kesehatan. 

Hal itu mengemuka dalam workshop (lokakarya) dengan Pusat Unggulan Institusi-Perguruan Tinggi Bioteknologi Pertanian-Kesehatan Menuju Universitas yang Unggul, di gedung CDAST kemarin (25/7). Hadir sebagai pemateri workshop  Yudho Baskoro, Koordinator PUI Kemenristekdikti. Selain itu, para dekan dan dosen peneliti bioteknologi di lingkungan Universitas Jember.

Dia mengatakan, Kemenristekdikti meminta  Universitas Jember untuk fokus dalam memilih bidang tertentu di bioteknologi, agar keunggulan yang dibangun benar-benar spesifik dan berbeda dengan PUI lainnya. 

Sebab, di Indonesia sudah ada 106 PUI di berbagai bidang. 28 di antaranya adalah PUI di lingkungan perguruan tinggi. PUI harus unggul dan memiliki spesifikasi yang berbeda dengan PUI yang sudah ada. “Oleh karena itu, harus dipikirkan mengenai fokus keunggulan dan lingkup keunggulan apa yang akan dibangun,” katanya. 

Yudho menjelaskan, tantangan mendirikan PUI memang tidak mudah, salah satunya harus memublikasikan hasil penelitian di 20 jurnal nasional terakreditasi dan 5 jurnal internasional terakreditasi setiap tahun. Kemudian menghasilkan paten, serta penelitinya menjadi pemateri dalam seminar nasional dan internasional.

Akreditasi PUI, kata dia, akan dinilai setiap tiga tahun sekali. Jika gagal, maka status sebagai PUI bakal dicabut. Adanya PUI dapat menjadi salah satu parameter bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang penelitian di sebuah perguruan tinggi telah berjalan dengan baik. “PUI dapat menjadi sarana menuju world class university seperti yang dicanangkan oleh Kemenristekdikti,” jelasnya. 

Sementara itu, Prof Tri Agus Siswoyo, koordinator pembangunan PUI-PT Universitas Jember menambahkan, fokus pada tanaman singkong, tebu, dan padi karena beberapa penelitian yang telah dihasilkan para peneliti Unej. Bahkan, tiga komoditas itu sudah dipasarkan di beberapa daerah. 

Bahkan, 2019 mendatang akan diresmikan padi varietas golden rice. Yakni padi dengan kandungan vitamin A. Selain itu, mengeluarkan pembentukan bank padi, semua jenis padi di Indonesia akan ada di kampus Tegalboto. “Kami juga terus mengusahakan hak paten lima penemuan yang terkait hasil penelitian mengenai tebu, padi, dan singkong,” paparnya.

Pendirian PUI-PT juga bakal bersinergi dengan Program Studi S2 Bioteknologi dan Program Studi S3 Bioteknologi yang akan didirikan. ”Itu sebagian modal berdirinya PUI-PT Bioteknologi Tanaman Industri di Universitas Jember,” ujarnya. 

Sementara Zulfikar, Wakil Rektor I Unej menambahkan, rintisan pendirian PUI-PT di kampus Tegalboto sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Setelah itu, penetapan Universitas Jember sebagai pusat keunggulan bioteknologi, khususnya di bidang pertanian dan kesehatan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). 

“Kami optimistis PUI-PT Bioteknologi Tanaman Industri bakal terlaksana. Apalagi Universitas Jember mendapatkan dukungan penuh dari Islamic Development Bank yang memberikan bantuan dana untuk pendirian sarana dan prasarana seperti laboratorium, hingga pengiriman dosen dan laporan untuk studi lanjut,” pungkasnya.

(jr/gus/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia