Jumat, 21 Sep 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Polisi Dalami Geng Begal Remaja

Jumat, 27 Jul 2018 08:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

polres, lumajang, rilis, begal,

RILIS: Kapolres Lumajang AKBP Rachmad Iswan Nusi menggelar pers rilis kawanan begal yang belum lama ini dibekuk. (Khawas Auskarni/RAME)

Sepekan terakhir, Polres Lumajang panen tangkapan pelaku begal dan pencurian kendaraan motor (curanmor). Ironisnya, dua sindikat yang tertangkap pada Minggu (22/7) kemarin anggotanya masih remaja. Polisi pun akan menyelidiki secara khusus para remaja yang masuk geng kejahatan berat tersebut. 

Kapolres Lumajang AKBP Rachmad Iswan Nusi mengaku belum tahu bagaimana remaja muda yang usianya kisaran 21 hingga 23 tahun itu terlibat ke dalam jaringan begal. Bahkan, ada yang usia 18 tahun sudah menjadi begal. 

Pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut guna menguak ihwal bergabungnya begal-begal muda tersebut ke dalam komunitas para begal. Bahkan, sebagian sudah residivis. “Itu masih kami lakukan pendalaman. Karena pelakunya baru kami tangkap kemarin,” ujarnya saat konferensi pers, kemarin (25/7).

Kendati masih belia, namun mereka tergolong sadis dalam melakukan aksinya. Komplotan itu tidak segan-segan membacok korbannya di jalan. Rachmad menuturkan, rata-rata pembegalan yang dilakukan komplotan yang berjumlah 8 orang itu dilakukan dengan pembacokan.

Salah seorang anggota geng begal yang masih muda sekaligus menjadi otak dari serangkaian aksi pembegalan, Adi Mirzani, 23, sampai ditembak kedua kakinya oleh anggota Satreskrim Polres Lumajang. Pasalnya, dia masih berusaha melakukan perlawanan dengan senjata tajam saat akan ditangkap. 

Sebelum akhirnya dilumpuhkan petugas saat penangkapan, dia menjadi tiga dari delapan anggota geng begal yang masih berkeliaran di luar. Sementara lima komplotannya sudah tertangkap lebih dulu dan dijebloskan ke Lapas Lumajang. “Tinggal dua yang masih DPO,” imbuh Rachmad. 

Geng begal yang nyaris dua tahun menjalankan serangkaian pembegalan di Lumajang itu telah puluhan kali sukses melakukan pembegalan motor. Polisi sementara ini mengungkap 45 TKP kejahatan mereka. Total itu hanya dari aksi kejahatan mereka sepanjang setahun terakhir. Artinya, ada potensi lebih banyak TKP pembegalan lainnya.

(jr/was/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia