Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Kesehatan

Diharapkan Tekan Angka Kematian Ibu

Kamis, 26 Jul 2018 10:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

Ruang Tunggu, Kehamilan, Ibu, Hamil, Dinkes, Lumajang,

DIRESMIKAN: Salah satu Rumah Tunggu Kehamilan (RTK) untuk ibu hamil diresmikan oleh Dinas Kesehatan Lumajang. (Dinkes Lumajang for RAME)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang menyiapkan Rumah Tunggu Kehamilan (RTK) untuk ibu hamil. Terutama yang potensi risiko kerawanannya tinggi. Pembangunan RTK ini menjadi upaya Dinkes Lumajang guna menekan angka kematian ibu akibat melahirkan. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Lumajang, dr Rosyidah menyebut, setiap ibu hamil yang beridentitas kependudukan Lumajang bisa menikmati layanan RTK secara gratis. Saat ini ada dua RTK yang siap digunakan, di dekat RSUD Haryoto dan di dekat RSUD Pasirian. “Rumah Tunggu Kehamilan ini akan menjadi rumah tinggal sementara bagi ibu hamil. Tujuannya, mendekatkan akses ibu hamil (terutama yang berisiko tinggi) dengan rumah sakit. Baik sebelum maupun beberapa pekan paska kehamilan,” paparnya. 

Layanan RTK sudah dilengkapi dengan segala kebutuhan ibu hamil. Termasuk petugas bidan. Sehingga, mulai jelang kehamilan hingga selesai nifas  atau puerperium (sekitar 6 minggu hingga 40 hari pasca melahirkan), si ibu hamil akan dirawat di tempat tersebut. ”Semua ibu hamil bisa menggunakan RTK, baik tidak tergantung latar belakang ekonominya,” tutur dr Rosyidah. 

Kendati semua ibu hamil beridentitas kependudukan Lumajang bisa memanfaatkan RTK, imbuhnya, namun Dinkes berharap ibu hamil yang memiliki risiko kerawanan tinggi, serta jarak tempuhnya relatif jauh dari rumah sakitlah yang lebih diprioritaskan.

Sebab masing-masing bangunan itu hanya memiliki tiga kamar saja. Nantinya, kalau pun ternyata over capacity, maka sebagian akan dititipkan di rumah sakit. Lantas untuk menggunakannya, ibu hamil atau pihak keluarga cukup menghubungi bidan desa, atau langsung ke puskesmas setempat. Pihak puskesmaslah yang nantinya akan menyambungkan kepada dinas kesehatan. Dinas kesehatan lantas anak mengarahkan si ibu hamil, mulai dari penentuan kamar hingga yang lainnya. 

Kehadiran RTK menjadi upaya Dinkes Kabupaten Lumajang dalam menekan angka kematian ibu akibat melahirkan. Dinkes Lumajang melansir, hingga medio 2018 ini sudah terjadi 9 kasus kematian ibu akibat melahirkan. Hal ini menjadi kekhawatiran lantaran jumlahnya berpotensi membesar. Sekaligus mengungguli total kematian ibu tahun lalu. Pada 2017, kasus kematian ibu akibat kehamilan hanya berjumlah berada di angka 10. Jumlah itu turun hampir dua kali lipat dibanding 2016 yang berjumlah 18. 

(jr/was/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia