Jumat, 21 Sep 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Komunitas Baca Diminta Ajarkan Baca Tulis

Kamis, 26 Jul 2018 09:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

komunitas baca, esai, pelatihan, penulisan,

BACA TULIS: Mantan Kepala Bahasa Jawa Timur Amir Mahmud dan Perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso serta Perwakilan dari Cabang Dinas Jawa Timur Bondowoso saat menghadiri pelatihan bagi Komunitas Baca binaan PC Perguru NU Bondowoso. (Eko Saputro/Radar Ijen)

Sedikitnya 50 peserta yang berprofesi sebagai guru, mahasiswa, anggota karang taruna, serta elemen masyarakat lainnya yang tergabung Komunitas Baca binaan Pengurus Cabang  Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Perguru NU) Bondowoso berkumpul. Mereka mengikuti kegiatan pelatihan penulisan esai bagi Komunitas Baca yang ditempatkan di RM Orilla Bondowoso, Selasa kemarin (24/7). 

Ada 8 Komunitas Baca yang mengikuti pelatihan penulisan esai tersebut, yakni Gema Pustaka, Bahana Lentera, Kelompok Penulis Bondowoso, KKG Bahasa Madura, Srikandi Kemuning, Pustaka Cinta, Pustaka Ilmu, dan Ponpes Al Maliki Koncer. Dalam  kegiatan itu, dibuka oleh Agus perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Bondowoso, dan Musa dari Cabang Dinas Jawa Timur Bondowoso. Juga, hadir  perwakilan dari PGRI Bondowoso dan Ketua PC Perguru NU Bondowoso Drs Selamet Riyadi MPd.  

Drs Amir Mahmud MPd, mantan Kepala Bahasa Jawa Timur, yang bertindak sebagai pemateri  berjudul mengajak para Komunitas Baca untuk selalu mengajak warganya giat melakukan kegiatan baca tulis. ”Sebab, itu merupakan jendela dunia pengetahuan,” katanya. Bahkan, Amir menganjurkan para komunitas untuk membuat majalah dinding atau majalah cetak.

”Untuk para guru yang tergabung dalam Komunitas Baca, wajib untuk melatih anak didiknya membaca dan menulis. Bahkan, tulisan anak didik itu bisa dituangkan ke majalah dinding sekolah,” terangnya. 

Jika setiap minggunya majalah dinding sekolah berganti topik baru. Maka kegiatan baca tulis bisa dikatakan mengalami kemajuan. ”Namun, saran saya, guru atau siswa yang lain, tidak boleh menghina penulis yang lain dengan kalimat tulisanmu jelek. Ini tidak boleh,” katanya.

Selain itu, Amir Mahmud mengimbau peserta Komunitas Baca Bondowoso untuk mengidolakan penulis lokal Bondowoso saja. ”Kalau mengidolakan penulis lokal, maka akan menjadi kebanggaan bagi Bondowoso,” katanya. Juga, Amir mengatakan belajar menulis tidak hanya berupa esai atau puisi saja, namun bisa menulis kalimat pada sandal, kaus, jaket. ”Sebab dengan menulis pada kaus atau kemeja, bisa menghasilkan uang seperti Jogger Bali atau Dagadu Jogjakarta,” katanya. 

(jr/hud/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia