Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Rame-rame
Kiprah FPPIP Jember

Tangkal Hoaks dan Radikalisme lewat Pancasila

Rabu, 25 Jul 2018 10:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

FPPIP Jember, Pancasila,

Berbagai tindakan negatif sekelompok masyarakat kerap muncul dan berupaya mematahkan ideologi Pancasila. Oleh karena itu, pengurus dan anggota FPPIP siap pasang badan, lewat sosialisasi dan pemaparan intensif kepada semua kalangan. Mereka siap bertarung kepada masyarakat untuk kembalikan supremasi Pancasila di hati masyarakat, termasuk di Jember.

Forum Pengawal dan Pembinaan Ideologi Pancasila memang baru dibentuk 17 Juli 2017 lalu. Namun, FPPIP yang memang baru seumur jagung tetapi visinya tak main-main. Para pemuda dan relawan yang bergabung di dalamnya menggaungkan keinginan untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa Indonesia.

Oleh karena itulah FPPIP dibentuk, sebagai forum independen nonpartisipan. Independen berarti tidak tergantung pada lembaga mana pun dalam prinsip, kegiatan, dan pendanaan aktivitas operasional. Seluruh anggota dan pengurus FPPIP bertanggung jawab atas setiap tugas dan kegiatan yang mereka emban.

Sedangkan nonpartisipan, artinya semua kalangan masyarakat bisa ikut serta dalam FPPIP. Mulai dari kalangan mahasiswa, pelajar, wiraswasta, karyawan, pegawai negeri, hingga politisi dan akademisi. “Namun dengan catatan, dalam FPPIP semua baju politik dan afiliasi mereka dilepas. Artinya, seluruh anggota benar-benar bergabung tanpa ada tendensi politik maupun pemerintahan di dalamnya,” ujar Prof Bambang Supeno, Ketua Umum FPPIP Jember.

Hal ini menjadi sangat krusial bagi FPPIP. Sebab, kehadiran FPPIP bertujuan untuk melawan semua informasi palsu yang menyerang ideologi Pancasila. “Visi dari FPPIP adalah untuk meng-counter informasi hoaks yang membenturkan Pancasila dengan ideologi yang lain,” tegas Bambang.

Visi ini sudah sangat jelas, mengawal, menjaga, dan membina semua lapisan masyarakat agar Pancasila tetap penting sebagai ideologi dan karakter bangsa. Selama ini, menurut Bambang, pihaknya mengklarifikasi maupun mengonfirmasi berbagai informasi terkait Pancasila di media sosial. 

Apalagi, lanjut dia, masyarakat mulai diguncang dengan kehadiran paham-paham radikal. Oleh karena itu, tugas FPPIP adalah untuk menjaga dan memasyarakatkan kembali pembinaan Pancasila di seluruh kalangan. “Kami aktif menggelar seminar dan sarasehan tentang ideologi Pancasila mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, buruh, petani, karyawan, hingga akademisi,” ujarnya.

Forum ini lebih memilih pertemuan langsung, baik seminar, lokakarya, dan lain sebagainya. Sehingga, antisipasi berita hoaks itu dapat sampai kepada masyarakat. “Intinya kami menyamakan persepsi bagi semua golongan dari upaya berita hoaks terhadap eksistensi Pancasila dan NKRI,” tandasnya.

Beberapa kegiatan sudah digelar oleh FPPIP, di antaranya forum yang menghadirkan Mahfud MD dan Prof Yudi Latif beberapa waktu lalu. Menurut Bambang, meskipun secara struktural bukan merupakan afiliasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), namun secara fungsional tugas mereka sama. “Sama-sama menjaga ideologi Pancasila,” imbuhnya.

Tak hanya di Jember, Bambang bertekad bisa memperluas aktivitas FPPIP hingga ke wilayah Tapal Kuda, dengan sasaran yang lebih besar lagi. “Di tahun kedua ini, kami ingin seluruh elemen masyarakat Tapal Kuda mengenal FPPIP dan turut serta menegakkan ideologi Pancasila,” pungkasnya. 

(jr/lin/das/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia