Selasa, 25 Sep 2018
radarjember
icon featured
Features

Lindungi Satwa, Dandy Ubah Kulit Kambing Jadi Macan

Selasa, 26 Jun 2018 11:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

taksidermi, kerajinan kulit kambing,

CINTA MACAN: Dandy (bertopi) bercengkerama dengan pengunjung pameran kerajinan macan dari kulit kambing. (dwi siswanto/radar jember)

Kreativitas bidang kerajinan terus saja ada. Seperti Dandy yang mampu menyulap kulit kambing jadi macan. Bahkan jadi mirip macan sungguhan. 

Pengunjung Cafe Gumitir tiba-tiba kaget dengan kehadiran macan. Hewan buas ini tidak hanya satu saja, ada sekitar 7-10 ekor. 

Wow pasti bikin merinding, karena takut diterkam. Ada macan warna hitam atau disebut panther, harimau, macan tutul, macan putih, dan singa.

Tenang saja. Hewan buas itu hanya duplikat, bukan macan sungguhan. Karena itu bukan macan sungguhan, masyarakat tetap dibikin merinding saat menyentuh hewan mamalia tersebut. Ya hewan itu sungguh mirip, bahkan seperti harimau yang telah dikeringkan atau diawetkan. 

Bagi pencinta satwa khususnya hewan-hewan yang dilindungi, macan hasil kreasi Dandy ini tidak menyalahi aturan, dan tidak membunuh hewan dilindungi untuk membuat macan-macanan tersebut.

 “Kulitnya kulit asli, tapi bukan kulit macan sungguhan. Kulitnya ini dari kulit kambing, untuk kumis harimau itu dari bulu ayam. Sementara mata dan giginya itu sintetis,” terang Dandy. 

Pria dengan nama lengkap Muhammad Dandy itu mengatakan, kegiatan membuat tiruan harimau tersebut bukan untuk bisnis semata saja. Tapi juga untuk kampanyekan hewan yang dilindungi. 

Hewan yang dilindungi dan sering dijadikan buruan adalah satwa kucing besar atau harimau dan sejenisnya. Apalagi, keberadaan sekarang tinggal sedikit. Sebagai orang Jawa, Dandy merasa sedih harimau jawa itu tidak ada lagi dan bisa dikatakan punah. “Harimau ini sering diburu, diambil kulitnya, diambil kepalanya, kukunya, taringnya, hingga kumisnya,” tambahnya.

Berangkat dari sana, pria 62 tahun itu, mulai meramu kulit kambing dicat sedemikian rupa agar mirip kulit harimau. Pemilihan kulit kambing ini karena ada bulu tipis seperti harimau. Sedangkan kulit sapi tidak bisa diaplikasikan, sebab kulit dan bulunya terlalu tipis. Pekerjaan pengecatan kulit kambing diubah motif harimau, menurut Dandy, harus teliti, termasuk detail bagian punggungnya.

Untuk badannya, kata dia, fiber karbon dan fiber zinc white untuk bagian detail. Hingga saat ini 18 jenis harimau yang dibuat oleh olehnya. Diantaranya leopard, tiger, puma, panther, jaguar, jaguar kutub, nebulosa, king ming, dan king jaguar. 

Sementara untuk ukurannya agar terlihat seperti nyata, dia mencari literatur tentang hewan buas tersebut. “Karena buat kulitnya saja butuh waktu dengan detail-detailnya. Macan yang dibuat juga harus mirip,” paparnya.

Dandy tak ingin hasil karyanya justru menjadi aneh karena ukuran tubuh dan gestur harimau berbeda dengan aslinya. “Kalau bentuknya aneh, bisa jadi harimau itu buat lelucon. Harimau kok lucu,” tambahnya.

Dalam sebulan, pria yang suka mengenakan topi ini setidaknya membutuhkan 600 sampai 700 lembar kulit kambing ettawa khusus. Sedangkan untuk tas kulit bermotif harimau, itu butuh sekitar 10 ton dalam sebulan. Banyaknya kulit yang dipakai, karena saat ini banyak orang pesan. Tidak hanya dari dalam negeri saja, tapi telah diminati daerah Timur Tengah dan Eropa.

Tembus ke pasar luar negeri, juga tidak semudah itu. Ya hasil karyanya tersebut dikira barang ilegal karena mengira adalah harimau yang telah dikeringkan. “Awalnya susah, tapi sekarang paham,” imbuhnya. Untuk membuat satu harimau setidaknya membutuhkan waktu dua minggu. 

Atas kelihaian Dandy membuat harimau dari kulit kambing, juga ada tawaran membuat luwak. Ya hewan ini menjadi trend adanya kopi luwak. Dia pun tertantang, tapi dalam tujuannya dia juga ada rasa edukasi ke masyarakat. “Ya biar orang tahu, jangan memburu luwak. Jika tidak ada luwak, maka tidak ada kopi luwak. Apalagi kopi luwak ini identik dari Indonesia,” pungkasnya. 

(jr/dwi/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia