Jumat, 17 Aug 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Pak Guru Gagalkan Aksi Pencurian Motor

Rabu, 13 Jun 2018 08:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Pak Guru, Gagalkan Perampokan, Polres Jember,

TAK KAPOK: Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi menunjukkan kunci leter T yang digunakan pelaku untuk mencuri kendaraan bermotor. (MAHRUS SHOLIH/RADAR JEMBER)

Dua kelopak mata Sugiono masih terlihat menghitam. Meski wajahnya tertutup topeng kain, namun tanda hitam seperti mata panda ini masih terlihat jelas. Itu karena pria 31 tahun warga Dusun Sumberklopo Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari tersebut sempat menjadi bulan-bulanan massa saat tertangkap mencuri motor di Dusun Krajan, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari.

Korban pencurian, Ahmad Yuwan Setiawan mengatakan, aksi kriminal itu terjadi Jumat (8/6) lalu. Kala itu, pria yang berprofesi sebagai guru ini tengah membersihkan rumahnya untuk menyambut Lebaran. Namun, ketika bersih-bersih itu dirinya mendengar suara berisik dari dalam garasi. Penasaran, dia lantas memeriksa sumber suara tersebut. 

“Seketika saya kaget. Ada seseorang yang sudah membawa motor saya,” katanya, saat ditemui di Polsek Bangsalsari, Senin (11/6) kemarin.

Melihat ada orang asing yang membawa motornya, korban lantas berupaya menghalang-halangi. Aksi saling tarik pun tak dapat dihindarkan. Apalagi, saat itu lampu indikator penunjuk mesin siap dihidupkan telah menyala. Bahkan, korban juga sempat berupaya menangkap pelaku sembari berteriak memanggil tetangga yang lain. Merasa panik, pelaku lantas melemparkan motor tersebut dan berusaha melarikan diri. “Saya teriak maling, maling, sambil menghalangi pelaku, persis seperti main gobak sodor,” ucapnya.

Berhasil menggagalkan aksi pencurian tersebut, korban kemudian mengamankan motornya. Tak berselang lama, ada tetangga yang mengabari bahwa pelakunya sudah tertangkap dan diamankan di balai desa. Dia pun mendatangi lokasi yang disebutkan untuk memastikan bahwa pelaku yang tertangkap tersebut benar-benar pencuri yang akan menggondol motornya. 

“Wajahnya saya lupa, tapi saya masih ingat dengan jaket yang dikenakan. Saat itu saya pastikan, bahwa yang bersangkutan adalah pelakunya,” ujar lelaki bertubuh kecil tersebut.

Terpisah, Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi menjelaskan, hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian mengungkapkan, pelaku ternyata tak sendiri dalam menjalankan aksinya. Menurut dia, saat hunting itu pelaku bersama salah seorang teman yang bertugas mengantarkan ke sasaran. Sedangkan tersangka, bertugas mengambil kendaraan yang sudah diincar. “Identitas temannya sudah kami kantongi. Dia berinisial Y. Dan saat ini masih DPO,” jelasnya.

Lebih lanjut, I Putu Adi menuturkan, sebelum menjalankan aksinya, komplotan ini lebih dulu berkeliling desa untuk mencari sasaran. Biasanya, kata dia, kawanan maling ini akan berhenti jika ada motor yang diparkir di rumah yang kondisinya sepi. Dua orang pencuri itu kemudian berbagi peran. Satu bertugas mengawasi situasi, dan yang lainnya mencuri kendaraan tersebut. “Ini kebetulan sepeda korban habis dicuci dan ditaruh di garasi depan, jadi kondisinya memang terbuka,” tuturnya.

Seperti aksi pencurian motor pada umumnya, I Putu Adi menambahkan, tersangka yang juga residivis ini menggunakan kunci leter T untuk mengambil motor curian. Modus seperti itu memang kerap digunakan, karena kata dia, praktiknya berlangsung sangat singkat. Bahkan tak sampai lima menit. 

Untuk itu, perwira polisi berpangkat balok tiga di pundak ini mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan memberi pengamanan tambahan pada kendaraannya. Apalagi, saat ini sudah menjelang Lebaran. “Jadi jangan sampai lengah. Beri kunci tambahan, dan simpan di tempat yang aman,” imbaunya.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti berupa sepeda motor jenis Honda Beat bernopol P 2953 MU, serta sejumlah kunci leter T telah diamankan di polsek setempat. Namun, untuk barang bukti, polisi mengembalikannya kepada korban setelah penyidik melakukan pemberkasan. Ini bertujuan agar kendaraan tersebut bisa digunakan bersilaturahmi saat perayaan Lebaran nanti. “Sedangkan untuk tersangka kami jerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” tandasnya. 

(jr/jum/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia