Rabu, 22 Aug 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Disumpah Laiknya Pejabat Eselon

Senin, 11 Jun 2018 08:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

pemkab jember,

KHIDMAT: Rohaniwan mengambil sumpah dalam prosesi pelantikan pejabat untuk jabatan fungsional tertentu di lingkungan Pemkab Jember, kemarin. (MAHRUS SHOLIH/RADAR JEMBER)

Mengapresiasi pengabdian pegawai tak selalu dengan memberi hadiah berupa materi. Menghargai mereka dengan memosisikannya sama dengan para pejabat, bisa menjadi bentuk penghargaan tersendiri. 

Terlebih, bagi mereka para pegawai nonstruktural yang selama ini bersentuhan langsung dengan pelayanan di masyarakat. Hal ini dinilai akan menjadi kesan yang bermakna. 

Rupanya, inilah yang menjadi alasan Bupati Faida melantik ratusan pegawai jabatan fungsional lingkungan Pemkab Jember, di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin. Mereka dilantik layaknya pejabat eselon dengan acara seremoni. Bahkan, Bupati Faida juga mengambil sumpah para aparatur sipil yang bertugas sebagai guru, petugas medis, dan penyuluh pertanian tersebut. 

Rahmat Darwawan, seorang penyuluh pertanian pada Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura mengaku, sejak pertama menjabat penyuluh medio 2010 lalu, dirinya tak pernah dilantik secara resmi. 

Untuk itu, pegawai lapangan yang bertugas di wilayah Ambulu, Tempurejo, dan Wuluhan ini merasa ’diorangkan’ oleh pemerintah daerah. Apalagi, prosesi pelantikan yang dilaksanakan dinilainya sangat sakral. “Kesannya sangat mendalam. Kami merasa sama dengan pejabat-pejabat yang lain,” katanya kepada sejumlah wartawan. 

Sebelumnya, Rahmat Darmawan menuturkan, tak pernah memasuki pendapa bupati, dan baru sekali ini ketika menghadiri undangan pelantikan tersebut. Dia pun berharap, pasca dilantik, dirinya dan kawan sejawat di lapangan lebih bersemangat dalam mengemban tugas sesuai dengan fungsinya masing-masing. Entah sebagai penyuluh, petugas medis, maupun tenaga pendidikan. 

“Semoga dengan perlakuan seperti ini, kami yang bertugas di lapangan ini tidak lagi merasa minder karena merasa bukan pejabat. Selain juga lebih optimisti lagi,” ucapnya. 

Dia menambahkan, momen ini akan menjadi inspirasi tersendiri. Mengingat pegawai fungsional merupakan displai pelayanan pemerintah karena bersinggungan langsung dengan masyarakat. Untuk itu, dia berharap pelantikan tersebut menjadi pemantik bagi dirinya untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang didampinginya.  

Kenapa perlu ada acara pelantikan dan disumpah? Soal ini, Bupati Faida punya alasan tersendiri. Menurutnya, jabatan fungsional ini tidak kalah penting dengan jabatan struktural. Sebab, mereka hanya bisa menjalankan kewenangannya jika memiliki kompetensi atau keahlian khusus. Dia mencontohkan, seseorang tak akan bisa dipercaya menjadi seorang guru jika tak memiliki kompetensi pendidik. Begitu juga dengan tenaga medis, maupun penyuluh pertanian. 

Oleh karenanya, Faida menegaskan, komitmen mereka perlu diikat dengan sumpah agar kompetensi yang dimiliki tak disalahgunakan, hanya demi mendapat keuntungan pribadi. Sebab, secara batiniah, sumpah yang dikatakannya juga dapat  menghubungkan secara vertikal antara manusia dengan Tuhan. “Karena di tangan orang beriman, kompetensi yang dimiliki itu akan menjadi kemaslahatan bagi masyarakat,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Faida mengungkapkan, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut juga sebagai bentuk pengingat bahwa amanah yang diberikan ini merupakan titipan dari Tuhan, yang sewaktu-waktu bisa diambil oleh pemberinya. Untuk itu, dia berharap, amanah yang diberikan tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk melayani segenap masyarakat dan tidak disalahgunakan. “Semoga pelantikan yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini menjadi semangat tersendiri, dan dapat menghindarkan kita dari perbuatan tercela,” harapnya.

(jr/hdi/rul/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia