Rabu, 22 Aug 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Baru Efektif, Genjot Pengerjaan Fisik

Senin, 11 Jun 2018 07:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

APBD Jember, Perbaikan Jalan,

PERAWATAN JALAN: Pengerjaan jalan yang dilakukan petugas akan dihentikan H-7 Lebaran. Pengerjaan kembali dikebut pasca-Lebaran mendatang. (Jumai/Radar Jember)

APBD Jember baru efektif bisa berjalan per Mei 2018 kemarin. Cukup banyak waktu terbuang karena pembahasan APBD Jember yang terlambat, membuat Pemkab Jember pun harus harus bekerja keras menggenjot penyerapan anggaran di sisa waktu. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember.

Beberapa waktu lalu, memang terlihat ada perbaikan dan perawatan pada sejumlah ruas jalan dan pengerjaan yang masih kecil-kecil saja. Namun, hingga kemarin masih belum ada proyek besar yang akan dilaksanakan oleh Pemkab Jember. Kemungkinan besar akan digenjot pasca-Lebaran nanti.

Menurut Rasyid Zakaria, kepala DPU BMSDA tahun 2018 ini pihaknya memang menggenjot untuk pembangunan fisik, sehingga anggaran dinas bisa terserap optimal. APBD Jember 2018 yang terlambat, membuat pihaknya harus menggenjot pembangunan di sisa waktu. “Ya harus kita genjot, karena memang cukup banyak ini waktu yang terbuang,” jelas Rasyid. 

Pihaknya sudah mempersiapkan tender untuk sejumlah proyek prioritas dengan volume pekerjaan yang besar. “Kami sudah berkoordinasi dengan ULP (Unit Layanan Pengadaan),” jelasnya. Dengan harapan, dalam waktu dekat sudah bisa dikerjakan oleh pihak ketiga di lapangan. Namun, melihat kondisinya saat ini, sepertinya untuk sementara masih tahap administrasi dan baru bisa dikerjakan setelah Lebaran.

Pihaknya berharap pihak ketiga yang mengerjakan bisa benar-benar profesional agar kualitas pekerjaan juga baik. Apalagi, sejumlah proyek prestisius yang akan dikerjakan di tahun 2018 ini cukup banyak, seperti pelebaran jalan doubel way menuju ke Bandara Notohadinegoro Jember, meneruskan pembangunan ponjen, Kencong, perbaikan trotoar kampus, dan sebagainya. “Semoga saja nanti pemborongnya bisa profesional serta hasil pekerjaan baik dan tahan lama untuk kemakmuran masyarakat,” tuturnya. 

Untuk tahun 2018, DPUBMSDA mendapatkan anggaran senilai Rp 183 miliar untuk kebutuhan infrastruktur di Jember. Digunakan untuk peningkatan jalan Rp 61 miliar, pembangunan jembatan Rp 30 miliar, dan untuk pembangunan irigasi senilai Rp 64 miliar. “Ditambah untuk pembangunan drainase seperti membangun plengsengan yang rusak dan bangunan drainase lainnya Rp 10 miliar,” jelasnya.

Sedangkan untuk pemeliharaan jembatan dan jalan DPUBMSDA di tahun 2018 ini menganggarkan sebanyak Rp 15 miliar. “Itu untuk jalan-jalan yang mengalami kerusakan ringan. Seperti penambalan di beberapa titik,” jelasnya. Terakhir, untuk normalisasi saluran sungai dengan nilai sebesar Rp 2,7 miliar.

Dirinya menuturkan, di antara pekerjaan itu, sebenarnya juga ada sejumlah pembangunan yang mengerjakan perawatan dan perbaikan rutin sudah dilaksanakan. Termasuk untuk pekerjaan jalan, utamanya jalur yang biasa digunakan sebagai jalur mudik oleh masyarakat Jember. “Minimal bisa membuat mudik menjadi lebih nyaman,” ucap Rasyid.

Tetapi, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pihak ketiga dan instansi lain yang melakukan kegiatan perawatan rutin jalan. “Sudah kami kirimkan surat untuk menghentikan semua pekerjaan H-7 hingga H+7 Lebaran,” jelas Rasyid. Hal ini dilakukan untuk menghormati masyarakat yang sedang berlebaran, sehingga sudah tidak ada lagi pengerjaan jalan selama Lebaran ini. 

Bukan hanya itu, untuk meningkatkan penyerapan ini, pihak DPU BMSDA sebelumnya juga menggandeng TP4D Kejaksaan Negeri Jember. Dengan demikian, ada pengawalan untuk proses administrasi yang benar. Serta pengerjaan di lapangan yang dilakukan oleh pihak ketiga juga semakin berkualitas.

(jr/ram/jum/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia