Rabu, 22 Aug 2018
radarjember
icon featured
Features

Berbelanja Bersama Yatim Piatu ala Grebeg Sedekah

Ada Anak yang Menangis karena Terharu

Sabtu, 09 Jun 2018 18:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

Grebeg Sedekah, Yatim Piatu,

BERBAGI KEBAHAGIAAN: Komunitas sosial mengajak puluhan anak yatim untuk berbelanja di supermarket. (Grebeg Sedekah for Radar Jember)

Bersedekah atau melakukan buka bersama kepada anak yatim piatu sudah sering dilakukan oleh kelompok sosial lainnya. Namun, komunitas sosial Grebeg Sedekah ini memiliki cara tersendiri untuk berbagi bersama anak yatim piatu. Caranya, mengajak mereka berbelanja langsung baju Lebaran di pusat perbelanjaan di Jember. 

Antusiasme anak-anak dengan berbagai usia, yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar, ini tampak riuh mendatangi pusat perbelanjaan Roxi Mall di kawasan Mangli, Kaliwates, Jember. Bahkan, kekaguman mereka sudah mulai terlihat saat turun dari mobil yang mengantar mereka ke pusat perbelanjaan ini. 

Begitu heboh, senang, dan langsung mengekspresikan kebahagiaan mereka karena menganggap sedang berekreasi.

Anak-anak kecil yang sebagian besar mengenakan baju busana muslim yang lusuh ini kemudian memasuki area toko baju. Mereka terlihat sibuk memilih berbagai macam model baju muslim. Maklum, mereka berbelanja untuk kebutuhan Lebaran. Mereka pun bebas memilih baju, celana, dan sepatu sandal sesuka hati.

Menariknya, satu anak yang berbelanja ini didampingi oleh satu relawan dari komunitas Grebeg Sedekah Jember. Tentu saja, di benak mereka sangat senang karena akan berlebaran dengan baju baru sesuai dengan pilihan mereka. Hal ini sangat langka bisa dirasakan oleh mereka yang banyak menghabiskan waktu untuk bertahan hidup atau di panti asuhan.

Maklum saja, mereka ini adalah anak yatim piatu yang berasal dari berbagai daerah pinggiran di Jember. Anak-anak ini jarang mendapatkan kesempatan untuk datang ke pusat perbelanjaaan di kota. Maka dari itu, mereka sangat senang saat diajak untuk berbelanja. “Total ada 74 anak yatim piatu yang kami ajak berbelanja,” jelas Mevi Widiati, salah satu inisiator Grebeg Sedekah.

Anak yatim piatu yang diajak berbelanja ini memang bukan dari wilayah kota. Ada yang dari Yayasan Al Mubarok, Desa Bagon, Kecamatan Puger. Juga dari Dusun Tenap, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk. Selain itu. ada dari Bede'en Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, dan Dusun Sumber Petung, Desa Jambe Arum, Sumber Jambe.

“Mereka datangnya kami jemput dan pulangnya juga diantar ke rumahnya masing-masing,” jelas Agung Ganong, relawan Grebeg Sedekah lainnya. 

Bahkan, saat mengantarkan ini juga harus dengan perjuangan tinggi, karena memang ada daerah tersebut yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan. Beruntung, dalam mengantar jemput anak yatim ini, mereka dibantu oleh komunitas Trooper Nusantara Indonesia yang memang sudah biasa menembus medan berat.

Di acara itu, setiap anak yang berbelanja memang didampingi satu pendamping. Relawan pendamping ini, selain dari komunitas juga ada bantuan dari Generasi Baru Indonesia (GenBI) dan UKM Kerohanian Islam Studi Islam Berkala FH Unej. 

“Pendamping ini agar belanjaan anak-anak tidak melebihi yang ditetapkan, yakni Rp 250 ribu untuk setiap anak,” terang Nurul Hidayah alias Cak Oyong, koordinator lapangan kegiatan kemarin.

Mereka pun diajak berbelanja semua pakaian lengkap mulai dari atas hingga bawah untuk persiapan hari raya. Apalagi, pihaknya juga menetapkan kepada relawan pendamping untuk bisa mengajari anak-anak ini memanajemen uang yang dimiliki dan untuk membeli barang prioritas. Relawan boleh menambah donasi kepada anak yang didampingi, tetapi dibatasi hanya Rp 25 ribu. “Jika ada kelebihan, baru bisa untuk membeli barang lainnya,” jelasnya. 

Ternyata, meskipun hanya berbagi demikian, hal ini sangat berdampak luar biasa kepada anak yatim piatu pinggiran yang memang tidak pernah berbelanja sebebas itu. 

“Bahkan, yang dari Sumberjambe itu ada beberapa anak yang sampai menangis terharu karena sebelumnya tidak pernah ke Jember dan berbelanja di pusat perbelanjaan seperti ini,” ucapnya.

Ke depan, pihaknya berharap bisa terus melakukan program berbelanja bersama dengan yatim yang sudah dilakukan sejak tahun lalu tersebut. Serta, diharapkan jumlahnya bisa bertambah lagi di tahun depan. Pihaknya pun berharap bukan hanya Grebeg Sedekah saja, tetapi pihak lain juga bisa mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini dirasa akan lebih bermakna kepada anak yatim piatu dibandingkan memberikan santunan seperti biasanya. “Karena bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga benar-benar memberikan kebahagiaan kepada anak-anak,” ucapnya. Dalam kegiatan kemarin, usai berbelanja, anak-anak ini diajak untuk berbuka bersama di lantai dua pusat perbelanjaan tersebut. 

(jr/ram/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia