Minggu, 19 Aug 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Mending Copot Aja Rambunya...

Sabtu, 09 Jun 2018 16:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Lalu Lintas, Polres Jember, Dishub Jember,

ABAIKAN RAMBU LALU LINTAS: Para sopir lin (angkutan kota) masih banyak yang ngetem di bawah jembatan penyeberangan Jompo. Rupanya, mereka mengabaikan rambu lalu lintas dari Dinas Perhubungan Jember. (Jumai/Radar Jember)

Banyak sopir angkot (angkutan kota) yang belum disiplin berlalu lintas. Seperti contoh, banyak angkot yang ngetem atau menunggu penumpang di dekat rambu larangan seperti “S”. Padahal, rambu “S” dilarang stop (berhenti). Kendaraan bermotor tidak boleh berhenti, sementara angkot dilarang menurunkan atau menaikkan penumpang.

Meski sudah ada larangan tegas, banyak sopir angkot yang mokong, karena seenaknya berhenti di bawah jembatan penyeberangan Jompo itu. Apalagi, selama ini tidak ada tindakan tegas. “Hampir tiap hari, kawasan itu banyak angkot yang berhenti menunggu penumpang,” kata Soni, warga sekitar, kemarin.

Seharusnya, pihak terkait yakni Dinas Perhubungan dan Polantas bertanggung jawab. Sebab, jalur itu jalur harus bebas dari kendaraan atau mobil yang berhenti. “Jalan agak menikung dan jalur cepat,” katanya. 

Biasanya, sopir angkot baru tertib jika ada petugas dishub yang standby. Namun, jika petugas pergi, sopir kembali parkir angkot seenaknya. “Bahkan banyak sopir yang keluar mobil untuk menunggu penumpang,” jelasnya.

Angkot yang berhenti itu, rara-rata menunggu penumpang yang baru pulang dari pasar Tanjung atau pulang dari Matahari Plaza. Sebab, penumpang yang jurusan Pakusari, Arjasa, kampus, dan Gladak Pakem, serta Kreyongan, biasanya naik di bawah jembatan Jompo.

Menurut Rochim, 35, warga sekitar, dulu rambunya bukan leter “S”, tapi “P” (dilarang parkir). “Bahkan, rambu P juga pernah dibuang dan dirobohkan, sehingga ada alasan kalau ada petugas berhenti tidak di tempat rambu larangan parkir,” katanya.

Karena sekarang diganti rambu “S”, malah semakin parah. Karena banyak sopir memilih ngetem untuk menunggu penumpang. ”Tak masuk akal jika sopir tidak tahu dengan jenis rambu,” ujar Rochim. 

(jr/jum/hdi/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia