Minggu, 19 Aug 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Operasi Pekat Sikat 62 Preman

Jumat, 08 Jun 2018 15:15 | editor : Dzikri Abdi Setia

Operasi Pekat, Razia Preman,

AKTIF RAZIA: Aparat kepolisian intensif melakukan razia dalam Operasi Pekat Semeru. Hasilnya 62 preman berhasil diamankan. (Khawas Auskarni/RAME)

Polres Lumajang mengungkap 101 kasus sepanjang operasi pekat (penyakit masyarakat) kemarin. Tidak kurang 107 tersangka ikut diamankan sepanjang giat yang berlangsung sejak 21 Mei hingga 1 Juni kemarin. 

Dari akumulasi kasus yang diungkap sepanjang sepuluh hari itu, tindak premanisme menjadi yang paling banyak ditemukan jajaran Polres Lumajang. Tidak kurang 57 kasus premanisme diungkap. Sementara jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 62 orang.

Kasus premanisme yang paling banyak justru ditemukan di wilayah jantung kota Lumajang. Polsek Lumajang mendata, ada 30 laporan kasus premanisme yang masuk, dengan jumlah tersangka sebanyak 30 orang. “Sementara di wilayah polsek lainnya angkanya variatif, dari rentang 1 hingga 3 kasus,” ucap Pelaksana Urusan Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Catur Budi Bhaskara kepada Jawa Pos Radar Semeru, Selasa (5/6).

Catur menjelaskan, akumulasi 62 pelaku premanisme yang tertangkap masuk dalam kategori target operasi (TO) atau daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Alasan kepolisian memasukkan mereka ke dalam TO, lantaran para pelaku dianggap sudah melakukan aksi premanisme secara berulang-ulang.

Kasus terbanyak kedua setelah premanisme adalah perkara miras. Sepanjang operasi pekat kemarin, ada  26 tersangka dari 26 kasus penyalahgunaan miras yang terjaring petugas. Jumlah yang diungkap di setiap polsek relatif merata, antara 1 hingga 3 kasus. 

Polisi juga berhasil mengamankan enam pelaku prostitusi sepanjang dua pekan awal Ramadan kemarin. 

Padahal, kata Catur, sejak menjelang Lebaran pihaknya sudah mewanti-wanti para pelaku usaha prostitusi untuk menghentikan total aktivitasnya selama sebulan Ramadan. ”Ada enam tersangka pelaku prostitusi yang kami amankan. Empat diantaranya hasil razia Sat Sabhara, dua sisanya tangkapan Polsek Candipuro,” ucapnya. 

Sisa kasus lainnya adalah perjudian, kepemilikan bahan peledak atau petasan, dan narkoba. Serta, satu kasus pembunuhan yang ditangani Satreskrim Polres Lumajang. 

(jr/was/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia