Minggu, 19 Aug 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Selama Ramadan, Tersangka Miras Melonjak

Jumat, 08 Jun 2018 09:45 | editor : Dzikri Abdi Setia

pemusnahan miras, polres lumajang,

DILINDAS: Ribuan botol barang bukti miras hasil sitaan Polres Lumajang sepanjang Maret hingga Mei dihancurkan di areal GOR Wira Bhakti, (Khawas Auskarni/RAME)

Sepanjang tiga bulan terakhir Polres Lumajang telah menyita tidak kurang 35.001 botol miras berbagai jenis. Jumlah sitaan itu naik jika dibandingkan giat yang sama, jelang Ramadhan tahun lalu.

Kasus miras di Lumajang justru paling banyak terjadi pada April, kisaran sebulan sebelum Ramadan. Sepanjang bulan itu, ada 106 tersangka penyalahgunaan miras yang ditangkap. Barang bukti yang disita pun sebanyak 1.921 botol. 

Semakin mendekati Ramadan, kasus miras yang berhasil diungkap masih saja tinggi. Ada tidak kurang 62 temuan kasus, dengan jumlah tersangka 98 orang. Sementara barang bukti yang diamankan masih di angka ribuan, persisnya 1.545 botol. 

Jika dibandingkan bulan Maret saat operasi dimulai, jumlah kasusnya begitu jomplang. Sepanjang Maret, temuan kasus yang diungkap jajaran Polres Lumajang hanya tiga perkara saja, dengan enam tersangka, dan 35 botol miras sitaan. Lantas, seluruh tersangka yang terjaring sepanjang tiga bulan operasi hanya didera dengan tindak pidana ringan (tipiring).

Kapolres Lumajang AKBP Rachmad Iswan Nusi membenarkan bahwa tahun ini, miras yang diamankan Polres Lumajang lebih banyak dibanding dengan operasi jelang Ramadan tahun lalu. Pada 2017, total miras yang disita jajarannya dari 500 botol lebih sedikit dari perolehan tahun ini. “Terjadi peningkatan 500 botol barang bukti pada tahun ini,” ujar Rachmad, di sela giat pemusnahan ribuan barang bukti miras di kompleks GOR Wira Bhakti Lumajang, kemarin. 

Nyatanya bukan sekadar miras yang disita kepolisian Lumajang. Obat batuk merek Komix juga jadi jenis barang bukti lain yang diamankan sepanjang razia Maret hingga Mei. Menurutnya, obat batuk tersebut diamankan dari rumah para pengoplos miras ilegal saat ditangkap. “Diamankan dari penjual miras-miras oplosan. Karena dijadikan sebagai bahan baku miras oplosan,” imbuhnya.

Rachmad menambahkan, Komix bukanlah jenis barang bukti baru. Dalam giat yang sama tahun lalu pun pihaknya juga sempat mengamankan merek obat batuk yang kerap dioplos menjadi miras ilegal itu. “Tahun lalu juga ada Komix. Tapi tahun ini lebih ditingkatkan, karena banyak yang terkena dampaknya hingga meninggal dunia,” pungkasnya.

(jr/was/sh/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia