Rabu, 22 Aug 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Miras dan Okerbaya yang Dimusnahkan

Jumat, 08 Jun 2018 09:10 | editor : Dzikri Abdi Setia

Pemusnahan Miras, Okerbaya, Polres Jember,

BUKAN JUS: Kapolres Jember Kusworo Wibowo, Bupati Faida, dan Dandim Arif Munawar menandai pemusnahan minuman keras dan obat keras berbahaya dengan memblender bungkusan pil setan di alun-alun. Baru kali ini pemusnahan digelar di alun-alun. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Polres Jember mulai show of force melawan minuman oplosan mematikan. Jika biasanya pemusnahan minuman keras dan obat keras berbahaya (okerbaya) dilakukan di halaman Mapolres, kemarin sengaja digelar di alun-alun. Polisi sengaja pamer kekuatan di pusat kota, supaya publik mulai paham bahwa meminum miras bisa ditangkap polisi.

Para petinggi daerah kemarin memimpin pemusnahan itu. Antara lain Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Bupati Faida, dan Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Arif Munawar. Juga terlihat beberapa tokoh masyarakat dan pemuka agama. 

Para petinggi daerah itu kemarin menandai pemusnahan dengan bersama-sama mblender beberapa bungkus pil setan. Antara lain jenis trihexyphenidyl dan dekstrometorphan. Mereka terlihat bersemangat. 

Memang, Jember menyatakan perang terhadap miras dan okerbaya. Polisi tak akan main-main. Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, pihaknya tak segan-segan menangkap pengedar. Dari banyaknya miras yang diamankan, polisi berhasil menindak sekitar 200 orang dengan tindak pidana ringan (tipiring). Sementara 20 orang penjualnya ditahan, karena kuat dugaan melanggar Undang-undang Kesehatan dan Pangan.

“Mereka yang mengonsumsi miras kena tipiring. Apalagi yang menjual,” kata Kusworo. Bagi penjual miras, ancaman hukumannya cukup berat. Bisa kena ancaman hukuman penjara 4 tahun. Bahkan, juga bisa dijerat kurungan penjara 12 tahun. Semua tergantung kadar miras yang diproduksi.

Jawa Pos Radar Jember mencoba menghitung 5.398 botol miras yang setiap botolnya berisi 1,5 liter. Sehingga, ada 8.097 liter yang berhasil dimusnahkan. Belum termasuk miras yang ada di 21 jeriken. Setiap jeriken berisi 30 liter miras. Sehingga, total miras yang dibuang di Alun-alun Jember, ada sekitar 8.630 liter.

Semisal satu orang mabuk karena seliter miras, jika semua miras dikonsumsi berbarengan, bakal ada warga satu desa yang teler masal. Belum lagi, dua jenis pil setan seperti trihexyphenidyl dan dekstrometorphan yang totalnya 4.711 butir. Padahal, untuk pemula saja, 5 butir sudah memabukkan. Jika seseorang mengonsumsi 5 butir pil setan, maka akan ada 942 warga yang teler.

Belum lagi, ada 8,57 gram sabu-sabu yang juga ikut dimusnahkan. Namun, untuk sabu-sabu dan pil setan, pemusnahannya tidak dilindas dengan alat berat. Melainkan diblender layaknya orang membuat jus. Selanjutnya, hasil blenderan langsung dibuang dan dipastikan tidak akan bisa membuat orang fly.

Bupati mengapresiasi keseriusan polisi mengamankan hingga ribuan botol miras. Terlebih, juga ada beberapa narkoba dan pil setan yang ikut dimusnahkan. “Ini gerakan penyelamatan generasi bangsa. Langkah polisi patut didukung semua komponen masyarakat,” katanya.

(jr/rul/jum/ras/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia