Rabu, 22 Aug 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

PGRI Bantu GTT yang Kecelakaan

Kamis, 07 Jun 2018 12:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

PGRI Jember, GTT, Santunan Kecelakaan,

DI ICU: Ketua PGRI Jember Supriono saat mendatangi guru tidak tetap yang mengalami kecelakaan di RSD dr. Soebandi Jember. Guru tersebut kecelakaan saat akan mengambil surat tugasnya di Pemkab Jember. (PGRI for Radar Jember)

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember Selasa kemarin (5/6) mendatangi RSD dr. Soebandi Jember. Mereka mengunjungi Yuliana, GTT SDN Sidomulyo 9 Kecamatan Silo yang harus menjalani perawatan karena kecelakaan, Senin lalu (4/6). Yuliana kecelakaan saat akan berangkat ke pemkab untuk mengambil surat penugasan (SP) dari Bupati Jember. 

Ketua PGRI Jember Supriono bersama dengan sejumlah anggota PGRI Jember mendatangi RSD dr. Soebandi. Namun, sejumlah media memang tidak bisa masuk ke area perawatan, sehingga menunggu di depan. Hingga kemarin, Yuliana masih menjalani perawatan di ICU (Itensive Care Unit) karena kondisinya yang cukup parah.

“Perkembangannya cukup bagus, sudah merespons, tadi,” ucap Supriono, kemarin. Dirinya menuturkan, kedatangannya ke rumah sakit memang dalam bentuk solidaritas sesama guru. Apalagi, memang penempatan yang cukup jauh dan biaya perawatan juga masih kebingungan. Apalagi, saat mereka datang ada kabar biaya perawatan belum ditanggung.

Kabarnya, Yulianan dan 160 GTT PTT di kecamatan Silo ini memiliki tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan selama 8 bulan terakhir, Yuliana pun sempat terdaftar sebagai pasien umum dan harus menanggung sendiri biaya pengobatannya. Namun, setelah mendapat bantuan dari PGRI Jember, Selasa siang (5/6), tunggakan iuran Yuliana sebesar Rp 12,8 juta sudah dilunasi,

“Syukur Alhamdulillah kita ada dana swadaya dari koperasi PGRI, sehingga tunggakan yang dialami terkait BPJS Ketenagakerjaan sudah bisa teratasi,” ungkapnya. Sebagai pasien umum, kini telah berubah menjadi pasien BPJS Ketenagakerjaan dengan jaminan akan menjalani perawatan tanpa ada batas maksimal.

Sehingga, terkait pembiayaan perawatan yang dijalani Yuliana sepenuhnya dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan. “Perawatan itu pun katanya (BPJS Ketenagakerjaan), akan dijamin sampai sembuh 100 persen. Kami patut bersyukur, semoga kejadian serupa tidak sampai terjadi lagi,” katanya.

“Pesan saya kepada pemangku jabatan, untuk mempertimbangkan lagi terkait pengambilan SP ini,” ucapnya. Sehingga, mereka bisa mendapatkan tempat kerja atau di kecamatan terdekat, tanpa harus jauh ke kota. Tentu dengan pertimbangan disentralisasi, yakni agar memberikan kemudahan bagi GTT.

“Sehingga, para GTT ini bisa mendapatkan SP lebih mudah. Karena kan kalau perjalanan jauh juga sangat berisiko,” tuturnya. Dengan demikian, para GTT ini tidak perlu direpotkan dengan kejadian seperti ini. Apalagi, jika mengalami hal yang tidak diinginkan di jalan, tentu akan semakin memberatkan GTT

(jr/ram/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia