Minggu, 19 Aug 2018
radarjember
icon featured
Pendidikan

Penerima Beasiswa Bakal Diuji Publik

Kamis, 07 Jun 2018 08:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

Beasiswa Mahasiswa, Pemkab Jember,

BEASISWA GELOMBANG KETIGA: Sedikit 1.713 mahasiswa bakal mendapat bantuan biaya kuliah yang bersumber dari APBD Kabupaten Jember. (Jumai/Radar Jember)

Para calon penerima beasiswa Pemkab Jember semakin mengerucut. Terdata ada 1.713 mahasiswa yang bakal mendapat bantuan biaya kuliah. Kepastiannya tinggal menunggu uji publik yang bakal ditayangkan di Jawa Pos Radar Jember.

Kata Bupati Jember dr Faida MMR, calon penerima beasiswa itu masuk dalam gelombang ketiga. Sementara yang gelombang pertama dan kedua sudah pernah menerima duit beasiswa bersumber dari APBD Kabupaten Jember. “Nanti, nama penerimanya kami umumkan di koran Radar Jember. Tujuannya, supaya masyarakat ikut mengevaluasi jika ada kekeliruan,” katanya, di hadapan ribuan mahasiswa di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, Selasa (5/6) kemarin.

Diakui Faida, pendaftar beasiswa di gelombang ketiga membeludak. Proposal pengajuan beasiswa yang diterima di Pendopo Jember hingga melebihi 3 ribu berkas. Namun, saat dipanggil untuk wawancara, yang hadir 2.731 mahasiswa. Tetapi, tidak semuanya langsung lolos. Sebab, masih ada kriteria yang harus dipenuhi.

Data yang berhasil dihimpun Pemkab Jember, sedikitnya ada 1.018 mahasiswa yang gagal menerima beasiswa. Mereka gagal mendapatkan beasiswa karena diketahui pendapatan orang tuanya melebihi Rp 3 juta per bulan. Selain itu, juga ditemukan kedua orang tuanya berstatus ASN di atas golongan IV A.

Namun, ada dua yang menarik, kata Faida. Rupanya, masih banyak mahasiswa dari luar daerah yang berburu beasiswa ke Pemkab Jember. Salah satu alasannya, beasiswa Pemkab Jember dinilai cukup besar. Tentu ditolak, karena program ini untuk menjamin hak pendidikan tinggi khusus warga Jember. “Kalau yang lain, silakan minta ke bupatinya masing-masing,” sindirnya.

Selain itu, pelajar SMA yang sudah kelas III rupanya berani indent lebih dulu. Alasannya, mereka memang tidak punya biaya dan ada garansi benar-benar bisa menerima beasiswa. “Ya tidak lolos. Tetapi yang benar-benar tidak mampu dan membutuhkan, sudah kami beri tanda supaya mereka punya semangat melanjutkan kuliahnya,” jelasnya.

Faida yang langsung memberi pengarahan kepada para mahasiswa, menginginkan penerima beasiswa tak sekadar berburu IPK terbaik. Sebab, di luar prestasi akademik, negara membutuhkan generasi yang berintegritas dan memiliki kepekaan sosial tinggi.

Kepekaan sosial yang konkret, bupati meminta mahasiswa peduli anak yatim. Kepedulian bukan lantas harus memberi uang dari sebagian beasiswa untuk si yatim. Melainkan membantu pemkab mendata anak yatim, supaya nanti bisa diajukan sebagai penerima bantuan dari negara. “Tolonglah, data anak yatim, satu mahasiswa cukup 25 anak,” pintanya. 

Selain itu, para mahasiswa juga diminta mendata janda miskin. “Saya ingin anak muda Jember cerdas, berintegritas, dan memiliki jiwa kepedulian sesama yang tinggi,” katanya.

Rupanya, program beasiswa untuk mahasiswa miskin di Jember menjadi perbincangan nasional. Tokoh nasionalis yang juga Wakil Ketua MPR-RI Ahmad Basarah, sampai ikut turun menemui ribuan mahasiswa calon penerima beasiswa tersebut.

Basarah menilai, terobosan yang dilakukan Bupati Jember sangat menginspirasi dan patut dicontoh kepala daerah lainnya. Terlebih, pendidikan menjadi salah satu hak rakyat, yang menjadi tanggung jawab pemerintah. “Saya sendiri yang akan sebar luaskan program baik ini. Supaya semua bupati meniru,” janjinya.

(jr/rul/ras/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia