Senin, 20 Aug 2018
radarjember
icon featured
Radar Ijen

Sesi Debat Selesai, Rakyat Tinggal Memilih

Rabu, 06 Jun 2018 10:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

debat publik, kpu bondowoso,

DEBAT KETIGA: Para kontestan pasangan calon saat melakoni debat kandidat di Aula Hotel Ijen View, minggu malam. (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

Debat ketiga pasangan calon bupati Bondowoso yang berkontestasi dalam Pilkada 2018 selesai. Debat yang digelar di Aula Hotel Ijen View Minggu malam (3/6), mengangkat tema ‘Kesejahteraan Rakyat’. Berbagai gagasan tersaji menarik dalam debat kandidat tersebut.

Salah satu segmen yang terlihat menegangkan adalah segmen lima. Dalam segmen tersebut ada tanya jawab antarpaslon. Di sinilah muncul argumen tentang isu yang selama ini beredar. Saat itu, paslon 1 yang diwakili Irwan Bachtiar memberikan pertanyaan tentang adanya investor yang masuk di Bondowoso, utamanya di bidang pertanian. Seperti penanaman sengon dan kedelai edamame. 

Namun, Irwan menganggap investor tersebut dampaknya tidak dirasakan petani, karena mereka banyak membeli tanah. “Bagaimana strategi supaya pemilih tanah mempunyai daya saing dan berdaya,” tanyanya kepada paslon 2. Hidayat yang mewakili paslon 2 langsung memberikan penilaian bahwa pertanyaan itu mengarah pada isu adanya penjualan tanah negara selama ini. 

“Saya sampaikan, bahwa di Bondowoso ini tidak ada yang menjual tanah negara, kalau itu menyebar, itu fitnah,” tegasnya. Dijelaskan, proses masuknya investor di Bondowoso ini melalui penyaringan tim yang di dalamnya ada Wakil Bupati Kiai Salwa Arifin. Semua sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ada. Dia menegaskan, Pihaknya sangat siap kapan saja diaudit dan tidak akan takut.

Mengenai investor yang masuk ke Bondowoso, Hidayat menyatakan bahwa semua investor di Bondowoso ada aturannya. Pertama adalah izin prinsip. Dalam hal ini harus memenuhi rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Kedua izin lokasi, dan ketiga, sesuai dengan aturan, pemerintah tidak pernah menolak investor. “Saya yakin semua proses sesuai aturan, dan saya jamin gratis, tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Saat itu, paslon 1 yang diwakili Kiai Salwa langsung menanggapi dalam sesi tanggapan. Menurutnya, walau secara struktur dirinya ada dalam tim, namun tidak pernah terlibat. “Walau secara struktur ada, namun saya tidak pernah terlibat,” tegasnya. 

Sedangkan sesi pertanyaan kedua, diberikan paslon 2 Ahmad Dhafir. Saat itu, Ahmad Dhafir bertanya tentang adanya kampanye paslon 1 yang bebas korupsi dan bebas jual beli jabatan. Pertanyaannya, apa betul di Bondowoso ada jual beli jabatan. “Ini saya tanyakan karena dalam penentuan jabatan ada Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), pengarah bupati, penanggung jawab wakil bupati dan ketuanya sekda,” tanyanya. 

Menjawab hal itu, paslon 1 yang diwakili Salwa Arifin mengungkapkan, adanya slogan bebas jual beli jabatan, bebas korupsi ini adalah bentuk rencana. “Bukan berarti menuduh seseorang,” tegasnya. 

Ahmad Dhafir menanggapi, bahwa pihaknya mengapresiasi jika itu memang niat baik paslon satu. Tetapi, yang terpenting adalah bagaimana membuktikan tidak adanya korupsi. “Saya jika diberi amanah akan mendaftarkan nomor HP saya, HP istri saya, HP anak saya ke KPK,” tegas Ahmad Dhafir.

(jr/hud/ram/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia