Jumat, 21 Sep 2018
radarjember
icon featured
Radar Semeru

Tas Ransel Dikira Bom

Rabu, 16 May 2018 20:35 | editor : Dzikri Abdi Setia

Teror Bom Surabaya, Lawan teror,

AMANKAN LOKASI: Sejumlah polisi ketika mengamankan lokasi untuk mengantisipasi tas rangsel yang dicurigai bos. Belakangan diketahui isinya kabel dan kertas. (HAFID ASNAN/RAME)

Serangkaian aksi bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo membuat masyarakat Lumajang ekstra waspada. Bahkan, cenderung sensitif terhadap sesuatu yang mencurigakan. Seperti temuan sebuah tas ransel di Terminal Minak Koncak Lumajang kemarin pagi. 

Sebuah tas ransel yang ditinggal pemiliknya di Terminal Minak Koncar dikira bom. Bahkan, polisi sempat melakukan pengamanan ekstra ketat. Lokasi disterilkan. Diberi garis polisi. Setelah dibuka, eh ternyata isinya hanya sampo, kabel setrika, dan kertas-kertas. Namun, lebih baik ekstra waspada dari pada kecolongan seperti di Surabaya dan Sidoarjo. 

Kecurigaan tas rangsel itu sebagai bahan peledak awalnya tidak disangka. Tuna, pemilik warung di area Terminal Minak Koncar mengaku ada orang yang makan di warungnya. Perempuan asal Wonorejo itu kemudian melayani sebagaimana biasanya.

Sekitar pukul 07.30 kemudian yang bersangkutan makan. “Dia pesan makan di sini, ya makan di sini. Setelah makan, mau jual termos penghangat air. Bilangnya dari pondok jual termos penghangat air. Dijual Rp 10 ribu. Ya duduk di warung, saya masak,” ujar Tuna.

Setelah itu orang laki-laki yang mengenakan pakaian batik bercelana hitam itu kemudian pergi. “Gak pamit itu orangnya, setelah ditinggal, ada polisi marung (datang ke warung, Red) kopi. Tanya ada tas milik siapa. Lalu saya disuruh keluar. Ya jadinya seperti ini,” tambahnya.

Temuan itu lantas disampaikan ke Polsek Kedungjajang Lumajang. Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Polsek Kedungjajang melaporkan ke mapolres. Baru kemudian lokasi diamankan dengan memasang garis polisi.

Aparat kepolisian tidak under estimate dalam penanganan masalah ini. Sehingga, sampai mendatangkan tim penjinak bom (jibom) yang bermarkas di Bondowoso. Sekitar pukul 16.00 tim Jibom datang. Mereka langsung mengecek isi dalam tas tersebut. Termasuk memeriksa seseorang yang diduga adalah pemilik tas.

Kompol Eko Hari Suprapto Kabag Ops Polres Lumajang ketika dikonfirmasi sore kemarin menjelaskan perkembangannya. “Ternyata, isinya itu botekane wong. Enek ae penggaweane wong iku,” ucapnya sambil mengeluh.

Dia menjelaskan, barang berupa tas ransel itu adalah milik orang yang diketahui berasal dari Banyumas. “Detailnya masih belum. Sebab, orangnya masih diperiksa. Ya sampai sekarang ini diperiksa,” ujarnya ketika dikonfirmasi sore kemarin saat pemilik tas masih diperiksa.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui identitas, juga untuk mengetahui motif yang bersangkutan dan tujuan meninggalkan tasnya. “Tadi itu orangnya ke Lumajang, ada urusan katanya. Tasnya ditinggal. Setelah itu, balik lagi ke lokasi kok rame-rame begitu,” katanya.

Memang sempat memberi penjelasan. Namun, pihaknya tidak berani membongkar. Sebab, sudah melakukan langkah-langkah pengamanan sebagai upaya antisipasi. Termasuk menunggu Jibom untuk mengecek barang-barangnya.

Setelah dicek barang dalam tas ransel itu, baru diketahui isi di dalamnya. “Isinya pakaian, kertas-kertas, sampo, kabel. Dan kabel itu ternyata kabel setrika. Sekarang orangnya mau dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan. Hadeeeeh,” pungkasnya sembari menghela napas panjang. 

(jr/fid/aro/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia