Rabu, 19 Sep 2018
radarjember
icon featured
Radar Jember

Seribu Lilin untuk Korban Teror

Rabu, 16 May 2018 20:05 | editor : Dzikri Abdi Setia

Teror Bom Surabaya, Lawan Teror,

SOLIDARITAS : Ratusan orang dari berbagai komunitas berkumpul menyalakan lilin sebagai bentuk menebarkan kedamaian di Kawasan Sevendream City, Patrang Jember. (Martin Rahmanto for Radar Jember)

Aksi terorisme meninggalkan duka dan kesedihan yang mendalam, bukan hanya untuk keluarga korban, namun juga seluruh masyarakat negeri ini. Oleh karena itu, sejumlah komunitas di Jember menggelar aksi seribu lilin untuk korban teror yang menewaskan belasan orang di Surabaya, beberapa hari lalu.

Kegiatan kemarin malam dihadiri oleh ratusan anggota dari sejumlah komunitas klub motor, pecinta alam, budayawan, dan musisi di Jember. Aksi keprihatinan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini mengharuskan semua peserta memakai pakaian serba hitam sebagai simbol bahwa mereka sedang berduka.

Berbagai kegiatan dilakukan oleh sejumlah komunitas ini. Mulai dari sejumlah budayawan dan seniman membacakan puisi dan aksi teatrikal pantomim yang berisi kutukan terhadap aksi teroris di Surabaya. Menariknya, dalam teatrikal tersebut, mereka menggambarkan betapa pedihnya keluarga yang ditinggalkan oleh korban pengeboman. 

Acara ditutup dengan kegiatan menyalakan lilin bersama dan dibarengi doa bersama untuk para korban, serta diharapkan terjalin persatuan dan kesatuan di NKRI ini. Kegiatan menyalakan lilin dan doa bersama berhasil menarik antusias para peserta yang didominasi anak muda yang masih mencintai kemanusiaan dan Bhinneka Tunggal Ika.

Riang Puspita, salah seorang peserta mengaku turut berduka cita terhadap para korban serangan bom di Surabaya. “Mereka (korban pengeboman) tidak bersalah, tetapi malah kena imbasnya. Apa salah kita, sehingga kita harus terbunuh dengan keji seperti itu,” ucap mahasiswi FKIP Ekonomi Unej ini.

Oleh karena itu, dia pun mengaku turut prihatin dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara di Surabaya itu. “Kita di sini satu, kita di sini Indonesia, kita turut mendukung Indonesia,” jelasnya.

Menurut Martin Rahmanto, aksi ini murni sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi bangsa saat ini, terutama terkait aksi teror yang terjadi di Surabaya. “Ini sebagai bentuk solidaritas anak muda Jember untuk para korban teror,” jelas Koordinator Tapal Kuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) ini.

Dirinya menegaskan, mereka yang hadir dalam kegiatan itu murni atas nama kemanusiaan yang berlatar belakang berbagai komunitas hanya ingin Indonesia bersatu melawan teroris. Dengan harapan, akan semakin meningkatkan rasa persatuan antar-pemuda dan masyarakat di Indonesia dan Jember pada khususnya.

Sementara itu, penanggung jawab acara Kumbang Ari menyampaikan, aksi teatrikal dan doa bersama ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap terorisme di Surabaya dan Sidoarjo. “Kami mengutuk keras aksi pengeboman, perbuatan itu cukup biadab dan tidak mencerminkan kemanusiaan,” ujarnya.

Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan warga Jember terhadap warga Surabaya dan sekitarnya. Karena kesedihan yang dirasakan keluarga korban juga dirasakan masyarakat Indonesia, termasuk Jember. “Dan dukungan kami kepada pihak berwajib agar bisa memberantas terorisme di Indonesia,” katanya. 

Oleh karena itu, pihaknya berharap para penegak hukum, baik Polri dan TNI, untuk segera menangkap dan mengungkap jaringan pelaku terorisme ini, karena perbuatan mereka sudah tidak bisa dimaafkan secara kemanusiaan. “Kami ingin saling menguatkan, kami tunjukkan bahwa kami tidak takut terhadap terorisme. Kami mendukung penuh upaya kepolisian untuk menindak tegas teroris,” tegasnya. 

(jr/ram/wah/das/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia